
...Nanti jangan lupa ya setelah baca tinggalin jejak😗...
...Dengan klik like dan komen nya Beste❤️...
...
Happy reading 🌟🌟🌟🌟
...💗💗💗💗...
Bisma dan Kevin dari bandara langsung menuju RS tempat Yolanda di rawat.
Kenapa bisa Kevin ikut? Itu karena Gres yang menghubunginya untuk langsung ke Rs rencana sih untuk menjemput dirinya eh tau tau ada rencana di Baliknya.
🕊️🕊️🕊️
4 hari yang lalu Gres yang sudah sembuh total menjeguk Yolanda. Dan betapa bahagianya dia ketika mendapati Yolan yang sudah sembuh dan dia terlebih senang karena mendapati Bisma disana.
Setelah perbincangan mereka Gres mengutarakan niatnya ingin menjadikan Yolanda sebagai menantunya. Apalagi Gres yang sesekali menyinggung masalalu. Tentang perjodohon yang telah dirancanakan jauh jauh sebelum Yolanda Hilang.
Awalnya dengan baik baik Yolanda menolak namun. Kembai disinggung mengenai orangtuanya yang telah meninggal dunia. Membuat ia sulit untuk menerima kenyataan dengan bujukan Bisma akhirnya Yolan dengan berat hati menerima Kevin.
Ini agar gress lebih mudah untuk menjaga anak anak sahabatnya. Dia ingin menjadi orang tua buat anak sahabatnya. Minimal agar mereka merasakan kasih sayang orangtua tanpa merasa sungkan, dengan Yolan menikah dengan Kevin maka mereka akan jadi lebih dekat.
Setelah hari itu Gress menghubungi Kevin yang masih di negara tetangga dan menceritakan maksud nya. Jelas dengan tanpa memikirkan perasan mamanya Kevin menolak mentah-mentah!
Namun kemarin kevin akhirnya berencana pulang karena paksaan dari sang papa yang selalu mengatur nya seperti barang.
Tapi bukannya Yolanda yang ia temui lebih dulu. Namun aksinya untuk mencari Gita karena ia mendengar kabar Gita hilang dan pelakunya ialah Kriss. Sang mafia gila.
.......
"Kevin udah bilang ma, kevin gak mau dijodoh jodohin! Apaan sih! Ini udah gak asa Zaman istilah perjodohan ma! Ayo bukannya mama mau pulang?!" Ucap Kevin dengan santainya.
"Vin, kamu tau kan Keluarga mereka sekarang hanya kita! Mama tau gak ada hubungan darah. Tapi mama nya Yolanda itu sahabat mama!"
"Jadi apa hubungannya sama Kevin?"
"Kamu ngak ingat sejak kecil kalian udah di jodohin!"
"Bukannya itu sama Gita?"
"Kamu gimna sih Vin? Gita udah nikah!"
"Jadi maksud mama, mau ganti? Jadi sama kak Yolan. Dia jauh lebih di atas aku Ma.?"
"Tumben kamu panggil kak Yolan? Biasa juga Yolan. Lagian umur kalian beda 2 tahun ya gak papah kan?"
"Ma, tapi!"
"Gak ada tapi tapian. Ayo masuk!" Ucap Gres membuka pintu itu.
Seketika Mata Yolan bertemu dengan Kevin. Aneh, ya satu kata itu memang sungguh lucu. Serasa beda aja. Dulu tatapan Yolan dan Kevin biasa biasa aja, selow. Tapi kenapa setelah kata perjodohan membuat mereka aneh, dan seperti tatapan tidak terima.
"Kok diam aja vin? Ngomong dong!" Ucap Gres.
Kevin menghela nafas kasar.
"Kak Yolan apa kabar?" Tanya Kevin yang geli sendiri akan panggilannya begitu juga dengan yolan yang merasa aneh.
Sebenarnya Kevin hanya mengingatkan dalam ucapnya jika Yolan dan Kebin tidak cocok. Cocoknya itu saudaraan aja.
"Baik," ucap Yolan seadanya.
"Hari ini Yolan udah boleh pulang Vin. Jadi Yolan sementara akan tinggal di mansion?"
"Apa?!" Batin Kevin tidak terima.
"Kenapa harus di mansion kita ma? Dia kan, em maksud aku kak Yol kan-"
"Tidak mungkin kan dia numpang di kediaman Jasson? Yolan calon isteri kamu Vin!" Ucap Gres menyelah ucapan Kevin.
"Jadi, dia, em kak yol-"
"Iyah, selama ini dia tinggal bersama Jasson. Kamu mau biarin, calon istri kamu nginap di mansion orang lain?"
Kevin terdiam.
Calon istri geli sih rasanya Kevin aja belum kasih jawaban yes. Mamanya udah seenak nya bilang calon isteri. benaran ya, telinga Kevin panas.
"Bisma, kamu ikutan juga kan?"
Tanya Gres.
"Ah, engak tan. Bisma bisa tinggal di apartemen Bisma."
Nah, aturannya kan lebih baik ikut abangnya! Kenapa malah ikut ke mansion sih!
"Tan, tapi gak enak. Soalnya nanti Om Janes akan jemput katanya." ucap Yolan menatap Gresya.
"Gak Yol, tadi tante udah ngomong. Dan mereka izinin. Sama Jasson juga tadi."
Ah, alasan apa lagi?
"Sama kak Bisma aja Tan, benaran yolan gak enak. Nanti ngerepotin Tante!"
"Kok ngerepotin sih? Ya engak lah! Lagian kenapa harus sama Bisma? Lagian Tante dengan senang hati mau jaga kamu! Kamu kan masih belum sepenuhnya pulih!"
"Tapi-"
Bisma langsung segera memegang tangan Yolan dan menggelng.
"Em, baiklah!" Ucap Yolan sembari melirik Kevin yang acuh tak acuh.
"Yaudah Vin! Bantuin Yolan dong!"
__ADS_1
Ucap Gres dengan antusias.
...
"Kak Gita..." Morisa berlari dan langsung memeluk Gita erat.
"Morisa!!" Teriak Jasson.
"Apaan sih kak."
"Hati hati kalau sampai terjadi sesuatu gimna."
"No! Tidak akan aku baik baik saja!"
"Bukan kamu. Tapi dede bayi nya." Jasson melepaskan pelukan morisa dan memeluk Gita sesekali mengelus perut Gita yang datar.
"Aaah? Maksud kakak? Kak Gita lagi?"
"Iya, ada dede bayi!" Ucap Jasson gemas sambil mencium pipi Gita.
"Sayang.." ucap Gita menatap Jasson.
"Iih, selamat buat kalian. Bentar lagi aku udah punya keponakan ah, serasa langsung tua ya!" Ucap Morisa asal dan mendekat ke arah Gita.
"Mau ngapain?" Tanya Jasson.
"Kak Gi? Boleh aku pegag?"
Tanya Morisa yang langsung tidak diizinkan oleh Jasson.
"Aapaan sih kak jas, pelit bangat deh!"
"Nanti jika kamu buat yang aneh aneh gimna?"
"Kak plese deh! Morisa udah taubat serius!" Morisa menaikkan kedua jarinya.
"Boleh Mor!" Ucap Gita. Dan dengan Senang nya Morisa menjulurkan lidahnya pada Jasson dan memegang perut gita.
"Gak ada apa apa yah!" Ucap Morisa dengan lugunya terlihat merasa berpikir mengerjap ejapkan Matanya.
"Belum ada lah! Kandungannya baru 2 bulan."
Ucap Jasson.
"Kak jas tau darimana?"
Jasson menepuk kening Morisa.
"Kamu buta atau bodoh Sa? Tadi gak liat apa dokter kandungan yang datang?"
"Kan aku pikir cek kondisi kak Gita!"
Morisa segera menjauhkan posisi Jasson dari Gita.
Jasson menghela nafas.
"Gak boleh!"
"Yah.. kak Jas?"
"Gak Boleh Sa, Gita harus banyak istirahat!"
"Yaudah, gini deh. Kak Jas duduk di sofa pojok aja." Aku ama Kakak Gi di sini. Jangan nguping tapi ya kak." Ucap Morisa sembari mendorong tubuh jasson menjauh.
Posisi mereka saat ini di kamar Gita dan Jasson. Tadi rencananya Gita dan Jasson akan turun kebawah.
Eh tau tau Morisa lebih dulu membuka pintu tanpa mengetuk dan langsung berhambur memeluk Gita.
"Ada apa Mor? Em kau baik baik saja kan?"
"Em, aku baik baik aja kak. Kak Maafin kelakuan morisa selama ini yah!"
"Engak papah kok! Kakak senang kamu udah mau berubah. Dan terimakasih udah nerima kakaK!"
"Aturan aku yang terimakasih karena kak Gi udah mau Nerima morisa. Dan nolongi morisa sampai kak Gita luka. Udah tau aku sangat jahat. Harusnya kak biarin aja aku ma-"
"Sst kamu ngomong apa! Kakak gak gila mor, biarin kamu di bekap begitu aja!"
Ucap Gita seraya menempel jarinya di bibir Morisa.
"Aahh, kakak aku benaran nyesal deh!" Moriaa memeluk Gita.
" Kakak baik bangat. Aku beruntung miliki kak Gita. Nanti morisa bakal kasih bunga Daisy yang banyak deh buat kakak Gi!"
Gita melepaskan pelukannya. Menatap Moriaa dengan sebelah alis mata terangkat.
"Em, Morisa udah tau kakak yang nolongin kami Waktu itu kan? Dan sebenarnya saat kak Gita pake bros itu aku udah curiga tapi sikap gilaku menguasai ku. Dan kakak Jas yang kasih tau dan cerita kalau kakK adalah kakak Daisy ku!"
Gita tersenyum.
"Dan maaf ya kak. Karena aku gak percaya jadi baca buku. Em buku diary kakak!" Ucap Morisa menunduk merasa beralah.
"Buku diary?"
"Kak Jasson yang tunjukin?" Tuduh Morisa menatap Jasson yang memainkan ponselnya. Dan seketika itu juga Jasson mengagkat kepalanya menatap kedua ciwi yang melihatnya.
"Apa? Aku tidak memberikan mu ya Mor! Dan juga aku gak nunjukin! Kamu yang nyuri dari kamar ini?" balas Jasaon yang sedari tadi masih mendengarkan percakapan kedua insan.
"Lagian kenapa rahasia rahasiaan?"
"Jelas lah itu kan buku pivasi seseorang. Gak sopan kamu baca!"
"Alah kak Jasson juga pasti udah baca kan!" Tuduh morisa.
"Gak masalah lah aku kan suaminya!"
__ADS_1
Morisa bungkam dan mengerucuti bibirnya.
Gita diam seribu bahasa. Dua orang baca buku diary nya? Astaga malunya dia.
" Sekali lagi maaf ya kak Gi!"
"Sekarang bukunya dimana?"
"Udah diambil kak Jasson! Dia marah marah sama aku. tadi saat kakak sedang bobo. Kak Jasson marahin aku!"
Buku itu sudah ada pada Morisa 4 hari sejak Jasson pergi mencari Gita.
"Jadi bukunya sekarang dimana?" Tanya gita sambil menatap Jasson yang menatapnya.
"Udah aku buang! Lagian siapa suruh pamer buku diary yang isinya gak ada faedahnya!"
Ucap Jasson malas.
Soalnya buku itu dia temukan di tas kecil Gita yang tertinggal di kursi tunggu saat di RS.
"Pamer? Siapa yang pamer?" Tanya Morisa.
"Dimana buku itu?" Tanya Gita sekali lagi.
"Udah aku buang sayang!"
Ucap Jasaon sembari berdiri dan berjalan mendekat ke arah dua insan.
"Halah!! Bilang aja kak jason cemburu dan iri kan? Lihat isinya penuh cinta antara kak Gita dan em." Morisa diam.
"Ha? Cemburu ngapain aku cemburu sama Kevin? Gak guna sama sekaki!"ucap Jasson lantang.
"Mor ada apa?"
"Hemz, gak papah kak. Sepertinya aku lupa sesuatu. Aku kebawa duluam ya kak!" Ucap Morisa dan berlalu.
"Jasson mana buku diary aku?"
"Jasson? Kamu manggil nama aku?" Tanya Jasson kesal menatap Gita gak percaya.
"Iyah kenapa?"
Jasson menghela nafas dan duduk di samping Isterinya.
"Jas, dimana buku aku?" Tanya Gita cemberut.
"Udah aku buang!"
"Ih, kenapa dibuang. Jahat bagat ya!" Gita mengebuk punggung Jasson.
"Au, sakit sayang!" Ucap Jasson padahal gak gerasa sakit sedikitpun.
"Mana?" Gita menjulurkan tangannya.
"Gak, sebelum kamu minta maaf dan pamggil aku sayang!"
"Gak bakal jasson!" Senyum seringai Gita sambil berdiri. Dan melangkah menjauh dari Jasson.
"Sayang?"
"Jasson?"
Ucap Gita jahil mengikuti cara Jasson memanggilnya.
"Kamu?" Jasaon berdiri dan Gita dengan cepat lari sebelum dia benaran di makan oleh harimau yang marah.
"Mau lari kemana lagi Gita sayang?"ucap jasson. Sambil memeluk Dan mengelitiki Gita.
"Aa ha ha ha ha, lepaskan jas, geli."
"Masih?"
Jasson semakin mengelitiki Gita.
" Aahh haha hhH iya iya,. Ahaha jas. Eh maksud ku. Ha ha ha geli."
Ucap Gita sambil teetawa dan mencoba memberontak agar terlepas dari Jasson namun alhasil Gita malah ambruk di kasur dan diikuti jasaon yang menimpah tubuhnya. Namun tangan jasson menahan tubuhnya di kedua sisi Gita. Agar ia tidak jadi beban untuk Gita.
Terdiam. Keduanya diam sambil menatap dalam dalam.
Jasaon berhenti menggelitik dan Gita diam tidak tertawa lagi.
Rasanya waktu waktu seperti ini sudah lama sekali tidak pernah terjadi.
Jasson meneguk Salivanya menatap Gita yang tiba tiba rasanya sangat cantik.
To be continued 🌷
Sekian dulu buat hari ini ya Beste😊😊😊😊
...Beri satu kata dong buat mereka⬇️⬇️⬇️...
...❤️Jasson❤️...
...❤️Kevin❤️...
...❤️ Brigitta ❤️...
...❤️ Yolanda❤️...
Eh bentar dulu Laura ingatin lagi.
*Laura minta tolong bantuan kalian untuk like 10 komen dari bab mana aja yang menurut kalian bagus, soalnya Laura sangat butuh. udah gitu aja jangan lupa ya beste***🙏🙏**
See you tomorrow👋😘
__ADS_1