
"Sayang, nanti kelas hamilnya mulai jam Sembilan pagi. Kamu gak papah gak kekantor?"
"Aku kan bos. Jadi bebas, lagian yang terpenting bagiku adalah kesehatan anak kita dan mamanya. Jadi nanti aku temani ya!"
Gita menggaguk.
"Terimakasih sayang." Cium gita pada pipi jasson.
🤰🏡
Selama kelas hamil berlangsung para suami menemani isteri untuk melakukan kegiatan disana.
Kelas hamil berlangsung sampai jam sebelas pagi. Setelah dari sana Gita kembali kemansion dan Jasson ingin ke kantor.
"Sayang nanti beli jeruk bali ya!"
"Jeruk bali?"
"Hem, aku pengen yang asam asam gitu. Segar.."
"Masalah gampang nanti aku beli yang banyak untuk mu!"
"Masalahnya aku ingin kau beli di Magetan yang lagi trending itu loh! " ucap Gita.
"Yang ini!" Gita membuka layar ponsel dan menunjukan pada Jasaon.
"Kamu gak bercanda kan? Aku mau kekantaor sayang.." daerah yang dimaksud Gita
lumayan jauh dari kota asal mereka.
"Emang dari wajahku aku tampak bercanda?"
santai Gita.
Tapi masalahnya buat itu hanya ada lima biji jika dihitung dari tempat mereka? Astaga keburu habis.
"Okeh! Nanti aku pesan. Lico akan mengatur nya."
Gita geleng geleng.
"Aku gak setuju. Kamu harus beli kesana. Kamu sendiri yang ambil. Aku gak mau buah itu kenapa napa nanti!"
Jasson menepuk jidat.
"Jangan bercanda Gi!"
"Aku udah bilang aku gak bercanda! Aku ingin. Emang kamu mau anaknya nanti ngileran? Ini kemauan dedek baby sayang.." manja Gita.
"Baik, baiklah sayang.."
"Udah tunggu apalagi? "
Jasson menaikkan alisnya. Jika bukan demi istri dan calon anaknya itu dia tidak akan pernah melakukan ini.
Akhirnya Jasson pergi dan segera memberitahukan Lico untuk ambil ahli di rapat nanti dan menyiapkan pemberangkatan nya.
...
Setelah sarapan bersama Yolan dan Kevin pindah kerumah baru, semua barang barang sudah diberesakan oleh pelayan suruhan Aditya. Jadi mereka tinggal datang untuk melihat rumah yang akan mereka tinggali berdua. Mereka juga memutuskan untuk satu kamar jelas karena mereka sudah menikah, tentunya harus satu kamar.
Sebenarnya Yolan ingin pisah karena sesuai kesepakatan mereka dulu harus jalani dulu kalau gak nyaman yaudah selsai.
Tapi kevin dengan tegasnya menolak. Jika pisah kamar bagaimna caranya akrab dan lebih terbuka?
.
"Vin, ini koperku kenapa tidak dibereskan?"
"Kamu bawa koper?"
"Iyalah, namanya juga pindahan!"soalnya tadi Yolan menyerahkan koper itu pada supir daat kevin masih di atas jadi dia tidak lihat deh!
__ADS_1
"Semua barang barang udah di bereskan. Papa yang perintah kan. Mama juga udah borong pakaian untuk mu. Lihat saja di walk in closed disana mungkin sudah banyak pakaian untuk mu!"
"Benarkah? Astaga kenapa aku tidak diberitahu?"
"Kamu nya aja yang gak pedulian." Kevin berlalu memasuki bathroom.
"Walk in closed yang ini ya?" Tanya Yolan pada diri sendiri lalu membuka pintu.
Sungguh luar biasa. Besar dan terlihat mewah. Lemarinya sangat bagus.
Yolan membuka pintu kaca yang tak tembus pandang itu.
"Huh? Kenapa ba banyak pakaian bikini?" Yolan mengerutkan keningnya.
"Astaga.." yolam dengan cepat membuka pintu samping nya. Bayak mini dress, dan baju gaun harian dengan lengan tali satu jari.
"Pakaian rumah seksi begini? Bagaimana jika ada yang bertamu kan malu. Selera mertuaku gini amat ya!" Yolan geleng geleng tak habis pikir.
Dia membuka pintu sampingnya lagi. Baju tidur tali yang terlihat seksi dan juga
Lingerie dan gaun tidur transparan.
Yolan semakin berdecis.
"Tidak adakah yang lebih sopan?" Yolan membolak balikkan pakaian itu mencari piyama yang tertutup.
Setelah mencari akhirnya ada juga tapi..
"Astaga.."
Yolan menghelah nafas.
"Tidak papa lah ini lebih baik lebih tertutup." Piyama lengan pendek dan celana sepaha dengan warna biru gelap.
"Nanti lebih baik aku belanja lagi deh. Ini tidak benar semua. Pakaian apaan kurang bahan begini." Lihat semua pakaian disini bermerek dan masih ada cap yang menempel buru bertanda masih baru.
Yolan membuka lemari samping nya.
Gaun nya sungguh cantik. Sepertinya ini khusus untuk gaun pesta dan gaun jika ada acara sesuatu. Banyak sekali ada puluhan gaun dengan warna berbeda dengan model berbeda.
Dan yolan membuka semua lemari disana dengan hati bahagia. Seperti sudah berada di moll saja.
Kevin mengetuk pintu itu.
Karena tidak ada jawaban kevin masuk.
"Ngapain? Kenapa lama sekali?"
"Kenapa?" Tanya Yolan.
"Aku lapar, bisahkah kau masak? Pelayan sudah pergi semua setelah membereskan rumah ini."
"Apa tidak ada makanan yang mereka masak sebelum pergi?"
"Tugas mereka membersihkan dan merapikan!"
"Gak usah ngegas! Yaudah aku masak. Em, bentar bahan bahan masaknya ada gak?"
"Entahlah! Lihat saja!" Hem yolan menghela nafas dan akhirnya keluar.
Sedangkan Kevin mengambil pakaian dan segera berganti disana.
..
"Benar benar hanya membersihkan rumah. Semua bersih. Tidak ada satupun makanan yang bisa diolah!"
Yolan berjalan dan hendak menaiki tangga tapi belum sempat karena melihat Kevin yang turun.
"Kenapa?"
"Gak ada bahan untuk masak! Temani ke super market.."
__ADS_1
"Siap siap lah aku tunggu di depan!" Kevin dengan santai melewati Yolan.
"Sudah rapi. Berarti udah tau dong mau ke supermarket. Ih, jadi kenapa gak bilang dari tadi kek! Kan jadi bolak balik.." Dengan malasnya Yolan menaiki satu persatu anak tangga tidak ada lift karena rumah itu hanya ada dua lantai. Tapi lingkanan dan dalamnya rumah itu sangat luas.
..
"Ayo." Ajak Yolan yang sudah rapi dengan gaun santai diatas lutut dengan jaket jeans yang menutupi karena gaun itu yukensi.
Tidak lupa dengan sepatu sport dan juga tas selempang nya. Jangan aneh juga dengan Rambut panjang bergelombang itu di kuncir kuda dengan anak rambut yang bergelantung di pinggiran kening.
Perfect..
Kevin melirik Yolan sekilas. Beda satu kata itu karena biasanya yolan akan
Kevin melirik Yolan sekilas. Beda satu kata itu karena biasanya yolan akan melepaskan rambut dan juga pakaian sebitis dengan lengan pakaian sampai siku. Tidak harang juga yolan lebih sering menggunakan Celana kulot dan jens jika keluar.
"Apa ada yang aneh?" Tanya Yolan.
"Tidak! Gunakan sabuk pengaman mu!"
...
Yolan dan kevin tibah di supermarket.
Kevin mendorong troli belanja dan Yolan yang memilih bahan makan.
"Vin.. nanti ke moll yah?"
"Ngapain?"
"Belanja lah maksud mu mau jungkir?"
"Gak jelas!"
"Kamu yabg gak jelas!"
"Bicaranya nanti. Lihat jadi pusat perhatian!" Ucap kevin sembari terus mendorong troli belanja sampai depan kasir. Dan benar saja mereka jadi pusat perhatian.
Setelah membayar belanjaan Kevin menenteng semua belanjaan dan diikuti oleh Yolan dari belakang dengan tangan kosong. Kevin menutup jok mobil setelah memasukkan semua belanjaan.
"Vin.. ke moll ya.."
"Mau belanja apa lagi? Bukannya semua udah lengkap?"
"Itu masih ada yang belum!"
"Tidak ada yang harus dibeli. Pakaian di lemari saja belum tentu bisa kau pakai semua." Sebab disana sudah banyak pakaian.
"Ya jelas lah untuk apa aku pakai pakaian yang gak jelas." Ucap Yolan pelan.
"Masuk! Tidak ada istilah belanja. Lemari sudah full." Ucap Kevin dan lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Terserah! Jika kau belum lihat kenyataan bahwa isi dari lemari yang begitu besar dan banyak itu adalah pakaian seksi barulah kau mengerti. Itu pun jika kau peka!" yolan membuka pintu dan masuk dengan malas.
"Jika dulu kau suka atau sering belanja untuk menghamburkan uang mulai sekarang belajar lah untuk menyimpan dan bersedekah!"
"Kau tidak mengerti diriku." Bisik Yolan pelan.
Yolan adalah sala satu wanita yang tidak suka shopping, apalagi salon untuk perawatan dan lainnya. Sebab dirinya lebih banyak tinggal di RS. Bahkan dulu perlengkapan nya saja sudah di atur oleh asistennya.
"Kau mengumpat?" Tanya Kevin.
"Tidak, Jangan Ke PD an."
"Jika mau bicara kuatkan volume suaramu!"
"Hem.."
To be continued 🌷
Makasih udah kerja keras sayang....
__ADS_1