
π±π±π±π±π±π±
πππH A P P Y R E A D I N Gπππ
Kini Kevin dan Yolanda sudah berada di dalam mobil.
"Langsung pulang kan?" Tanya Kevin sembari menyalakan mobil.
"Ya, tapi kalau kamu masih ada urusan, aku bisa temani kok!" Ucap Yolan sambil merapikan rambutnya ke belakang.
"Aku lapar, temani aku makan!" Ucap Kevin dan segera menjalankan mobil.
Yolan hanya mengangguk saja, lagian dia juga belum sempat makan malam tadi jadi tidak papalah.
..
"Kamu mau pesan juga?" Tanya Kevin.
"Hem, samain aja." Ucapnya terseyum.
Setelah Kevin memesan makanan hening seperti di mobil tadi pun kembali lagi.
Kalau gak diomongin seperti nya gak bakalan kelar.
"Vin, " panggil Yolan sembari menatap Kevin yang asik dengan ponselnya.
",Hem?"
"Kamu benaran mau nikahin aku? Kalau kamu gak mau kenapa gak dibatalin saja?"
"Emanag nya menurut kamu akau rela? No! Aku juga udah bilang gak mau but, mama sama papa selalu aja nekan aku!"
"Jadi sekarang?"
"Seperti yang kau lihat! Kita akan nikah 2 minggu lagi!"
"Aku mau ngomong penting! Aku gak mau Pernikahan didasari kebencian dan dendam. Kita berdamai saja ya Vin!"
Kevin diam saja. Jujur dia juga tidak mau marah marahan dan menyimpan benci tapi apa boleh buat dia memang tidak menginginkan pernikahan ini. Dia tidak mencintai Yolanda.
"Maksud kamu? siapa yang dendam, siapa yang benci?"
"Gini aku gak rau atau apa tapi sikap kamu helas bangat, aku mau saran, kita temanan aja dulu. Lebih baik seperti itu kan. Kita saling kenal satu sama lain. Nanti jika kita memang tidak cocok, ya apa boleh buat kita pisah aja!" Ucap Yolan santai.
"Jadi maksud kamu jika kita sudah menikah kita gak cocok lalu kita bercerai?" Tanya Kevin dengan kesal. Apa apan emang Pernikahan permainan?
"Ya, mungkin seperti itu!"
"Mudah bangat ya tinggal ngomong! Pernikahan itu hal yang saklar bukan mainan. Pernikahan dan pacaran itu beda yang gak cocok langsung putus aja! Gak aku gak setuju!"
Kenapa harus ngegas Vin?
"Emang kamu mau tinggal selamanya bersama diriku?"
Kevin berpikir sebentar.
"Ya tidak siapa juga yang mau!"
"Jadi maksud kamu apaan vin? Aku kan hanya beri saran aja!"
"Ya gak tau!"
"Yaudah bagaimana Pernikahannya kita tunda saja. Sampai kita benar benar siap jika kita gak cocok yaudah kita gak jadi nikah! Gimana?"
Ide yang bagus sih, ini kesempatan aku buat nunjukin sisi kejam dan hal buruk diriku agar dia gak niat nikah sama aku.
Tapi masalah bisakah dia menjelaskan ini pada orangtuanya. Gresya yang super rempong wanita yang gak bisa satu kalimat pun di cela?
__ADS_1
"Aku juga gak tau! Kamu aja yang ngomong sama mama! Kalau aku, dia tidak akan mau!"
"Aku akan bicara nanti sama Tante. Tapi mulai sekarang kita jadi teman okeh. Jangan ada kata berantam dan juga jangan ngegas kalau ngomong!"
"Kamu nyindir aku!"
"Nah, baru aja diomongin."
"Ya ya ya.." ucap Kevin kesal.
"Deal?" Yolan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Kevin.
"Hem!" Ucap Kevin menyalim.
"Okeh!" Senyum Yolan dan tak lama Makana pun tibah disana.
____
Gita benar benar tidak bekerja lagi, posisinya sudah diganti oleh karyawan baru. Dan semua itu adalah ulah Jasson.
"Kamu masih marah?" Tanya Jasson yang melihat istrinya mengacukannya dua hari ini.
"Pikir sendiri!"
Gita merebahkan tubuhnya di ranjang, menarik selimut hingga leher dan membelakangi Jasson.
Jasson ikut merebahkan dirinya dan memeluk Gita dari arah belakang.
"Sayang, aku udah bilang kamu gak usah kerja kan. Gak baik untuk calon bayi kita. Kamu akan kecapean. Pergi pagi pulang malam belum lagi yang lain. Lebih baik kamu di mansion aja."
"Tapi aku gak bakalan capek, aku senang melakukan itu, kamu tau itu mimpiku. Aku sudah pernah bilang!"
"Tapi aku khwatir."
Gita diam dan masih pada posisi yang sama.
"Sayang maaf ya, tapi aku tak ingin kamu kelelahan."
" perjuangan Kamu gak sia sia, lihat kamu sudah melakukan yang terbaik bukan?"
"Aku tidak mau tau aku harus kerja disana. Ini semua pasti ulah kamu kan! Aku gak bakalan melakukan kewajibanku di atas ini sebelum aku kerja lagi!"
Jasson menghela nafas, ya iya sudah 3 hari dia tidak menyentuh Gita dan sekarang malah di ancam? Oh no.
"Tapi aku-"
"Sudahlah aku ingin tidur, jangan ganggu aku dulu!"
Gita benar benar memejam kan matanya dia tidak menjawab lagi setiap pertanyaan Jasson. Jasson mencoba untuk memeluk tapi langsung ditepis.
Jasson membalikkan badannya jadi terlentang.
"Solo lagi!" Ucapnya dan turun dari Tempat tidur.
_____
Pagi itu seperti biasa Gita akan bangun lebih dulu dia tidak lagi mual sudah beberapa minggu yang lalu sudah tak lagi. Dia menyiapkan pakaian kerja suaminya itu dan permandiannya. Walaupun kesal dia juga masih menjalankan kewajiban nya sebagai istri. Dia menyetel alaram di nakas. Biarkan Jasson bagun sendiri. Karena Gita akan jalan pagi di halaman mansion.
Kata dokter jalan pagi dan sore sangat di anjurkan untuk bumil.
Sekalian olahraga ringan.
.
"Morning Sa," sapa Gita yang baru saja keluar lift dan kebetulan morisa juga lewat dengan pakaian olahraga nya.
"Kakak pagi pagi begini mau kemana?"
__ADS_1
"Keluar jalan pagi sama olehraga ringan."
"Yaudah barang yuk kak. Aku juga mau keluar bosan yoga di atas kepengen di luar udaranya lebih segar!" Ucap Morisa sembari mengikuti langkah Gita.
"Kak Gi, lari Yok siapa cepat dia menang dan pemenang nya bisa minta apapun dan yang kalah wajib dapat hukuman!"
"Gak ah, gak liat apa, perut kakak udah buncit begini. Susah mor kalau lomba lari. Tapi kalau lari pelan sih ya bisa bisa aja!"
" Mana ada lomba lari pelan kak, ada ada aja!Hem yaudah kita lari keliling mansion aja kak. Lari santai, pemanasan dulu."
"Dengan senang hati." Ucao Gita lari lebih dulu.
Morisa hanya bisa terkekh saja dan mengimbangi lari nya dengan Brigitta.
πππ
"Semangat kak ayo! Lebih kencang lagi! Ini masih setengah putaran loh kak!" Ucap Morisa terkekeh sambil berdiri menatap arah belakang.
"Ah, berhenti dulu! Capek! Luas bangat sih halamannya!"
"Ha ha ha, kakak belum pernah keliling ya?"
"Belum, baru ini!"
",Ih sayang bangat, lanjut lagi deh kak di depan ada sesuatu yang menarik! Loh!"..
"Bentar mor masih ngos ngosan nih!"
"Yaudah jalan santai yok kak!"
Akhirnya mereka berjalan menyambung lari yang terhenti.
",Wah, mor ini.."Gita tercengang beberapa saat kemudian,
"Aaaaaaaa, bunga Daisy ku.... Cantik bangat kenapa aku gak pernah tau kalau disini ada bunga Daisy?"
"Kakak sih asyik di dalam mansion kalau gak ke taman belakang. Kakk tau gak disini jauh lebih indah kak!"
Ucap Morisa sembari duduk di pinggiran batang pohon yang nunduk.
"Tau gak kak ini udah lama loh! Dan ini ide kak Jas dan tentunya aku. Udah sering di rombak juga."
"Kenapa? Em maksud kakak inspirasi dari mana buat taman dasyi seperti ini warna putih semua lagi!"
"Karena kak Gita."
"Ha? Karena aku?"
"Yah, aku masih ingat bunga Daisy yang aku ambil di taman kakak Gita suka juga. Untuk mengingat kak Gi kami nanam ini. Dan kami selalu berharap Semoga kami bisa bertemu sama kakak Gita. Kami merindukan kak Gi, walaupun pertemuan singkat itu tapi terkesan sangat istimewa dengan kebaikan dari kak Gi!"
"Mor sini deh!"
Gita memeluk tubuh Morisa.
"Aku sayang bangat sama kamu. Dan terimakasih karena kamu selalu ingat kakak. Sekarang kan aku udah jadi kakak ipar kamu. Gimana perasaan kamu?"
"Senang, aku sangat senang. Kakak selalu membantu aku dalam sulit ku. Maafkan selama ini sikap mor yang kurang ajar."
"Jangan ingat ingat lagi. Kakak udah maafin. Okeh! Udah yuk lanjut lagi. Kakak udha semangatnih!"
"Hayuk....." Semangat Morisa mengacungkan jempol nya.
______
To be continued π·
πππππππππππππ
__ADS_1
Harap buat pembaca semua untuk mengelike and komen.ππππ
Bye bye Besteβ€οΈπ