Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
26. Back


__ADS_3

Flash On


Buk Buk


Gita memukul preman itu dengan sangat kuat hingga tersungkur di aspal.


Pria yang tadinya ingin turun dari mobil langsung di tahan oleh pria di belakangnya.


"Jangan turun. Aku mau lihat sehebat apa gadis itu." Ucapnya, padahal dalam hati saat ini sudah khwatir.


"Tapi tuan, nyonya dia.."


"Lihat saja kalau dia tidak sanggup lagi baru kau keluar!"


.


.


Hebat juga aksi bela dirinya. Kupikir dia wanita lemah.


"Tuan, lihat nyonya di.." belum selsai asisten itu bicara dia sudah melihat tuannya berlari keluar dan berhenti di ujung sana.


"Kenapa Tuan berhenti?


Oh, ya ampun siapa pria masker itu? Kenapa hebat sekali?"


Kini Tuannya memasuki mobil lagi.


"Tuan kenapa anda tidak membantu?"


"Apa matamu buta? Semua preman itu sudah jatuh dalam satu pukulan."


"Tuan siapa pria masker itu? Dia hebat .."


"Itu tugas mu cari tau siapa dia!"


"Baik Tuan."


Yes,


mereka adalah Jasson dan juga Lico. Setelah supir itu memberi tahu kalau Gita pergi sendiri Jasson sangat marah. Ingin sekali ia membunuh supir yang tidak becus.


Tapi itu bukan tugasnya. Dia tidak akan mengotori tangan hanya untuk supir yang tak berguna.


Berita itu sampai pada Jasson setelah selsai mengadakan meeting dadakan sekitar Jam 2 siang. Asisten Jasson tidak menemukan Gita. Mereka tidak mendapati Gita di makam besar itu.


Dengan cepat Jasson dan Lico ikut mencari


Dan nyatanya mereka melihat Gita yang sedang berdiri bersama gerombolan preman di sebrang jalan sana.


Saat itu Lico langsung ingin turun namun langkahnya dihentikan Jasson.


Dan ketika Giliran Jasson yang turun pria masker sudah lebih dulu datang dan menghabisi Preman itu.


Tanpa tersadar Jasson juga terheran akan antraksi di depannya. Secepat itu?


Matanya beralih pada Gita namun saat dia ingin melangkah beberapa mobil langsung berdatangan. Jasson semakin mengerutkan keningnya. Dia langsung memasuki mobil kembali. Seraya lupa pada wanita yang ia tatap tadi.


Sampai di mobil Jasson tidak henti menatap Gita. Ingin sekali dia menyeret wanita itu masuk ke mobil namun dia urung. Dia lebih penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Tuan.." ucap Lico saat pria masker mendekati Gita.


" Apa dia juga pria brengsek?" Jasson membuka pintu kembali tapi pemandangan yang dia lihat sekarang sungguh tidak enak.


Pria bermasker itu memeluk pinggang Gita.


Mereka sangat dekat sampai sampai wajah Gita tenggelam dalam dada bidang itu. Dengan cepat Gita menjauh.


Saat ini jelas terlihat tangan Jasson yang tadinya menggepal kini longgar kembali. Dia memasuki mobil lagi.


Ah, entahlah sudah berapa kali dia selalu gagal pergi kesana.


"Tuan, kenapa anda tidak menghampiri Nyonya?"


Jasson hanya diam saja.


Melihat interaksi Gita dari kejauhan.


Terlihat saat ini Gita dan pria masker memasuki mobil.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya..."


" Biarkan saja aku ingin lihat seperti apa sikap wanita itu jika berada diluar tanpa pengawasan."


"Tuan tapi kenapa mobil di depan tidak jalan jalan? Apa yang mereka lakukan di dalam?"


Sebenarnya Jasson juga khwatir apa yang terjadi di dalam sana.


"Jika kau penasaran pergi cari tau!!" Ucap Jasson tapi seraya memerintah.


Lico dengan segera turun dari mobil. Namun belum sempat dia mengetuk Kaca jendela mobil itu sudah melaju pergi.


"Tuan maafkan saya, mereka sudah pergi."


"Cepat! Ikuti mobil itu!"


Dengan segera Lico menancapkan gas mengikuti mobil tadi.


..


" Ini jalan menuju mansion Tuan."


"Apa kau pikir aku tidak tau?" Terlihat Jasson geram saat ini. Ingin sekali dia melabrak pria masker dan juga Gita saat ini.


..


" Kenapa lagi mobil itu berhenti?" Tanya Jasson.


"Mungkin pria itu akan menghantarkan nyonya sampai halte Tuan."


Ada rasa takut juga wanita itu!


Akhirnya Jasson dan Lico melaju duluan dan membiarkan bodyguard yang tadi ada dibelakang untuk memastikan bahwa gita akan pulang sampai mansion.


.


.


Saat itu Jasson sudah menerima data data mengenai pria masker melihat siapa pria masker sungguh membuat nya naik pitam.


Yang benar saja pria itu ialah Kevin Yudayana yang dalam pikiran Jasson kevin itu adalah kekasih Gita.


Menampakan wanita dengan perban kecil di kedua tangan sambil membawa nampan yang berisi kofe.


"Tuan ini cofe anda." Gita menaruh cofe itu di atas meja. Tadi saat pertama kali Gita masuk Kamar Jasson sudah menyimpulkan mereka lama dalam mobil pasti mengobati luka Gita itu salah satu penyebab dia tidak menanyai Gita pertanyaan lebih.


"Lain kali jangan mengulangi kesalahan. Jangan membuatku marah!! Kau tau aku bahkan lebih kejam dari yang kau pikirkan!! Menjaga diri saja kau tidak bisa!"


Ucap Jasson yang emosinya kini memuncak. Sambil menatap pergelangan tangan itu.


Flash off


Saat ini Gita tengah berdiri dihadapan Jasson memasang dasi itu dalam diam. Jasson menatap lekat wajah di depannya. Mengingat Gita yang dengan berani melawan preman preman itu.


"Sudah Tuan." Ucap Gita menatap Jasson dan hendak berlalu.


"Apa kau Bisa bela diri?" Tanya Jasson. Membuat Gita bertannya tanya, kenapa Jasson menanyakan hal ini?


"Sedikit, Tuan," ucap Gita singkat.


Jasson segera duduk di depan cermin dengan sigap Gita merapikan rambut itu.


Jasson kembali memandangi wajah Gita dari cermin. Entah sejak kapan saat memandang wajah itu Jasson tidak berniat lagi untuk melakukan kekerasan fisik pada Gita.


" Jangan menolak jika nanti pelayan akan mendesain tubuhmu. " Mendesain? Emangnya Gita rumah, yang harus di desain? Jasson ada ada saja.


Gita menghentikan mengikat tali sepatu itu dan menatap Jasson. Seolah bertanya tapi takut salah bicara.


" Ikuti saja perintah ku. Lakukan yang aku perintahkan."


"Baik Tuan." Ucap Gita seraya berdiri.


"Tuan maaf, Bukan bermaksud membantah dan melanggar peraturan tapi.. apa aku bisa menyalim anda jika anda akan berpergian dan pulang dari berpergian?" Hanya menyalim saja saya tidak akan mencium." Reflek Gita menutup mulut pada kalimat terakhir.


Dan segera menunduk.


" Kenap harus?"


" Bukankah itu salah satu sikap hormat saya kepada tuan? Saya tidak bermaksud yang lain tuan" Jasson sedikit berpikir, sikap hormat??

__ADS_1


" Terserah.." jasson melangkahkan kakinya keluar.


Apa maksud dari kata itu? Apa aku bisa? Ah, seperti nya ia.


Gita sedikit tersenyum dan ikut melangkahkan kakinya sambil menenteng Jas dan juga tas Jasson.


***


Seperti yang tadi disampaikan Jasson, saat ini Gita tengah didesain secantik mungkin. Dia tidak membantah sedikit pun apa yang dilakukan oleh para salon itu dia hanya diam saja. Lihatlah Karya ciptaan Tuhan yang sungguh Indah. Gita memandangi diri di cermin besar seolah tak nyangka yang berdiri disana adalah seorang Brigitta.


Malam ini dia akan menemani Jasson.


Menghadiri pertemuan antara orang orang terkenal.


Wajah takjum terukir kembali di wajah Gita. Memandangi tempat yang ramai dengan orang orang terkenal bahkan banyak orang dari negara negara asing dengan wajah khas negaranya. Gita juga tidak henti henti memandangi ruangan besar yang sangat Indah.


"Ingat! Jangan membuat masalah. Apa kau ingat kesalahanmu dulu? Jangan sampai kau mengulanginya lagi!" Jasson berjalan bergandengan bersama Gita.


Gita hanya memanggut mengiakannya.


"Selamat datang Tuan Jasson. Senang bertemu dengan Anda." Ucap salah seorang pengusaha ternama.


"Terimakasih." Jasson tersenyum


Begitu juga dengan yang lainnya saling bersalaman dan bercekramah bersama membicarakan bisnis yang mereka geluti.


Gita hanya diam saja menyimak semua perkataan orang orang di sekelilingnya.


Sebenarnya acara apa ini? Semuanya terlihat formal.


Saat ini manusia yang berada di dalam ruangan seketika terdiam setelah seorang pria memasuki ruangan tersebut. Pria itu tidak asing lagi.


Mata Gita juga sudah sangat Familiar dengan orang itu.


"Selamat Malam Tuan Janes." Ucap serentak manusia disana.


"Selamat malam." Seketika manusia itu duduk pada kursi masing masing. Dan menatap Lekat pada Pria yang berdiri di depan sana.


"Terimakasih atas kehadiran kalian. Saya sangat senang melihat wajah wajah semangat pada malam ini." Ucapnya sambil memegang benda penguat suara.


Janes mulai membicarakan mulai dari hal hal kecil sampai besar yang menyangkut Bisnis. Mulai dari bisnis yang semakin berkembang yang sudah tersebar keluar benua Asia. .....


Setelah Janes menyampaikan peningkatan prestasi setiap pembisnis dan yang lainnya. Dia turun dari vodium yang diiringi oleh tepuk tangan nyaring bergema dalam ruangan itu.


Saat ini mereka tengah berkumpul dalam satu meja bundar yang sangat besar. Yang berisi banyak makanan.


Tak sesekali juga mereka memuji muji kehebatan Janes Lakeswara dan juga Jasson sang anak yang dengan hebatnya bisa membangun usaha yang memajukan beberapa negara.


Begitu juga dengan Yudayana Group yang ikut hadir mengikuti acara. Karena acara ini bersifat Internasional. Pertemuan tersebut di hadiri 10 pengusaha ternama dalam Benua Asia. Acara seperti ini selalu diadakan setiap 1 tahun sekali. Pemimpin akan mengadakan acara untuk merayakan pencapaian selama 1 tahun bekerja. Dan yang pasti ada ada wajah baru.


Setiap tahun nya yang jadi pemimpin adalah Lakeswara Group yang sebelum sebelumnya juga di pimpin oleh Jordan Lakeswara, ayah dari Janes. Dan karna hal ini Janes ingin sekali Tahun ini Jasson mengantikan posisinya yang sekarang. Tapi tetap tahun ini malah dia yang masih berdiri di depan sana


Ditengah acara makan malam itu tatapan seorang tidak pernah berhenti kepada Gita. Dari Gita masuk ke dalam ruangan ini sampai sekarang tatapan itu tidak mau berpaling.


Gita yang baru merasa di tatap, langsung mengangkat wajahnya ke arah depan. Dan benar saja.


Uhuk uhuk huk


Jasson segera memberikan minuman pada Gita dan sesekali menepuk punggung itu. Yang tadinya meja itu sedikit damai dan hanya ada senyuman dan ucapan kecil tiba tiba serempak mata memandang pada Gita.


"Kau tidak apa apa?" Tanya Jasson setelah Gita minum. Gita menggeleng menatap Jasson.


"Ouh romantisnya...'


Ucap salah seorang yang disetujui senyum dari beberapa orang yang menatap dengan jelas.


Namun orang yang menatap Gita masih diam tak bergeming dan melontarkan tatapan penuh tanya.


Gita hanya menunduk dan tak berani menatap lagi.


"Kenapa kau terlihat khwatir? Tegakkan kepalamu. Jangan menunduk!"


Bisik Jasson.


....


To be continued


🍁 vote dan beri hadiah ya Beste🤩 🍁

__ADS_1


__ADS_2