Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
28. Mafia


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan!"


Jasson memperbaiki posisinya.


" Sa- saya.." ah, benar benar gila kenapa aku melakukannya? Memalukan.


"Saya. Em. Bukkannya Anda yang menginginkan nya?" Jasson menaikkan kedua alisnya.


" Sejak kapan aku menginginkan nya? Jangan menggambil kesempatan dalam kesempitan!" Jasson berlalu pergi.


Apa? Bukannya dia tadi..


Aaaa, ciuman pertamukuu!


Gita memegangi bibirnya.


Jasson menggunakn life untuk turun tidak tau kenapa dia sedikit lemas.


Jantungku. Kenapa berdegup aneh seperti ini?ada yang tidak beres.


Jasson memegang dada sebelah kanan.


"Berani sekali dia, mencimku. Dasar wanita murahan, pasti dia sudah ahli dalam bidang ini, cih." Jasson memngingat wajah Gita yang spontan mengecup bibirnya. Dia sedikit memegang bibir itu.


Jelas saja ini yang pertama untuk Jasson, dia tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.


***


Kumpulkan semua anggota, nanti malam aku akan datang ke baskem ada hal yang harus kalian lakukan.


"Baik Boss, kami akan kembali dan segera berkumpul di baskem."


...


" Bi, aku akan melakukan apa pun agar kau bahagia. Aku ingin kau terlepas dari laki laki yang tak kau cintai. Aku akan selalu ada untukmu. Aku akan mewujudkan Ucapan kita yang dulu, Aku janji akan menemani hidupmu."


Flash On.


" Vin, kamu harus mendengarkan ucapan Om Adit," ucap Gita sambil mengelus punggung tangan Kevin.


"Tapi aku gak bisa jauh dari kamu Bi."


" Kenapa tidak?"


" Aku takut kamu melupakan ku. Aku gak bisa tanpa mu Bi."


" Jangan mengada-ada Vin. Kamu bisa tanpa aku."


"Apa kamu senang jika kita berpisah? Apa kamu menginginkan aku pergi Bi?"


Gita menggeleng.


" Bukankah kamu pergi hanya sebentar? Tidak selamanya bukan? Aku percaya padamu, kamu akan kembali suatu saat nanti. Kamu akan kembali dengan versi Kevin yang sangat hebat." Gita menahan air mata yang ingin menetes.


" Vin, Om adit sangat menyayangi mu, makanya dia ingin melihatmu mengetahui lebih banyak hal baik di negara lain. Kau bisa belajar banyak hal disana, dan mungkin juga kau akan tertarik dengan wanita disana."


" Kamu bicara apa Bi?"


" Tidak ada yang tau kan, diluar sana banyak yang jauh lebih dari segalanya."


" Tidak, aku tidak tertarik. Aku menyukaimu lebih dari siapapun. Aku sangat mencintaimu. Tidak ada yang bisa mengantikan mu dari hati ini."


" Kalau kamu mencintai ku, kamu harus pergi Vin, kamu harus melanjut, sesuai keinginan Om Adit, karena pilihan orang tua itu adalah pilihan yang terbaik. Tidak ada orangtua yang memberikan hal terburuk untuk anaknya."


"Tapi Bi.."


"kevin.. percaya padaku, aku baik baik saja!"


" Tapi maukah kamu menunggu ku? Apa kamu akan selalu mencintaiku?"


" Aku mencintaimu, akan selalu."


Kevin memeluk erat tubuh itu.


" Vin..." Kevin melepas pelukannya.


" Sebenarnya, aku takut. Tapi aku ingin.."


Kevin mengerutkan keningnya


" Aku takut jika kau melupakan ku."


"Tidak akan, kenapa kamu berpikir seperti ini. Apa maksudnya?"


" Aku melepaskanmu Vin. Kamu bebas, aku gak mau mengikatmu pada hubungan ini. Aku ingin kamu fokus pada tujuanmu. Aku tak ingin kamu selalu memikirkan ku disini."


" Maksudmu,, kita tidak ada hubungan lagi. Maksudmu aku bukan lagi kekasihmu? Sesingkat ini?"


" Aku akan selalu mencintaimu. Tapi aku tak ingin menguncimu. Aku tidak ingin LDR Vin.


Jika memang kita jodoh, kita akan bersama. Kita akan dipertemukan kembali. Dan aku akan menunggu waktu itu."


"Tapi, sekarang aku yang takut. Jika kamu.." belum selsai Kevin berkata..


"Tidak, aku akan selalu disini. Tidak ada pria lain dihatiku selain dirimu."


" Benarkah? Kamu tidak bohong?"


"Apa aku pernah berbohong padamu?"


Kevin tersenyum kali ini gita yang duluan memeluk kevin.

__ADS_1


Tidak disangkah dia meluapkan air mata itu. Sangat sakit rasanya mengucapkan kata kata itu. sebenarnya Gita juga tidak mau kehilangan Kevin. Tapi dia tidak boleh egois.


Dengan cepat Gita mengusap air matanya.


" Kamu harus pergi sahabatku. Jangan membuat Om Aditya marah padamu. Aku tidak ingin ada perselisihan diantara kalian."


"Sahabat?"


"Hem, kita bisa memulainya dari sekarang agar terbiasa sebelum kau pergi, supaya aku tidak terlalu merindukanmu nanti."


" Tapi aku.."


Gita langsung menggeleng.


"Aku Janji Bi, akan kembali dan menikah bersamamu, aku akan menunjukkan padamu aku laki laki mapan dan berkarir setelah pulang nanti."


"Hem, Sekarang kau berani untuk memulainya, aku menyukai itu."


"Tapi aku akan selalu merindukanmu. Tunggu aku Bi, jangan pernah melupakanku."


" Aku akan menunggumu." Ucap Gita pelan.


Flash Off


Hari ini Jasson akan pulang malam karena ada pertemuan yang diadakan di sala satu Hotelnya.


" Bagaimana Hubunganmu dengan Jasson Gita?"Tanya monik, saat ini mereka ada di ruang utama.


"Em, Gimana ya ma,, masih datar."


"Apa saja yang sudah kau lakukan, apa ada peningkatan?"


Tiba tiba wajah Gita memerah mengingat kejadian tadi pagi.


"Em, aku memasang dasi, menyisir rambut, dan menciumnya ma." Ucap Gita malu.


" Mencium? Benarkah? Dimana?"


"Pipi .."


"Hanya itu?"


Untuk apa monik menanyakan lagi, jelas jelas Gita sudah merah bak tomat saat ini.


"Bagaimana reaksi Jasson? Apa dia marah?"


"Sedikit ." Ucap Gita pelan.


" Hhh pasti dia terkejut..." Ucap Monik menahan tawa yang ingin meledak.


" Iya tadi Gita mengecup bibir nya tiba tiba." Off gita salah omong dan segera menutup mulut dengan kedua tangan.


"Benarkah? Kamu memang berani. Dan itu adalah hak mu. Jika Jasson marah pukul saja dia. Jika perlu lapor sama mama, mama akan menghukum nya nanti."


Memukulnya? Bisa bisa aku mati di tempat. Mana berani. Gita bergidik ngeri.


" Kenapa mama sesenag itu. Gita kan hanya mengecup sedikit." Ucap Gita pelan sambil nek mengatakannya.


" Jasson. Apa kamu belum tahu? Dia tidak pernah memiliki kekasih? Dan mama sangat tau betul dia tidak ada romantis nya pada wanita. Mama tau persis seperti apa Jasson."


Jelas saja, mana mungkin ada wanita yang menyukai pria kejam sepertinya, jika ada wanita yang menyukainya, berarti wanita itu, wanita Gila dan tidak punya pikiran, matanya pasti sudah buta jika dia mencintai pri seperti Jasson. dan mungkin ada hantu rambut panjang yang menyukai nya, kan jelas saja dia tidak akan takut dan sebaliknya jasson yang takut ha ha ha. Gita seolah membayangkan nya dalam imajinasi sangat lucu sekali pikirnya.


"Gita.!!" Teriak Monik.


Entahlah berapa kali Monik sudah memanggilnya dia teeus saja berhayal entah kemana.


"Ha, iya ma, ada apa? Kenapa mama berteriak?"


"Mama sudah memanggilmu lebih dari tiga kali. Kamu memikirkan apa?"


"Tidak ma. Hem, mama tidak istirahat? Ini sudah Jam delapan ma,"ucap Gita.


"Hem, mama juga ingin Istirahat. " Gita mendorong Kursi roda itu menuju kamar Monik.


Setelah selesai dengan monika, Gita beralih ke dapur.


"Bi, kapan Tuan Jasson pulang?" Ini sudah jam delapan lewat, kenapa dia tidak pulang pulang tumben sekali dia pulang selarut ini.


" Tuan akan pulang sebentar lagi Nyonya."


Entahlah ada sedikit perasaan mengganjal di hati Gita.


"Nyonya apa anda tidak makan? Makanlah Nyonya, siapa tau saja Tuan makan di luar."


" Tidak Bi, aku akan menunggunya." Gita berlalu dari tempat itu.


"Uh, kapan aku bisa memperbaiki Handphone ini? Aku jadi tidak bisa mengetahui hal diluar sana."


Gita duduk di sofa dan memandangi Handphone yang sudah retak itu. Karena kecelakaan dulu handphone ke injak oleh preman itu, saat berlawanan dengan pria masker.


**


Sitttt


"Bodoh!!! Kenapa kau merem mendadak!" Jasson mengusap Kening yang terbentur pada kursi di depannya.


"Maaf tuan, lihat mereka!!" Ucap Lico yang mulai panik saat beberapa berpakaian serba hitam keluar dari mobil hitam.


"Berani sekali! Siapa mereka?"


"Saya tidak tau Tuan!!"

__ADS_1


"Turunlah dan cari tau. Bila perlu bunuh saja. Beraninya dia berhenti dan menghalangi jalan orang sembarangan!"


Lico dengan cepat turun dari mobil.


" Berani sekali kalian menghadang jalan apa mau kalian!" Ucap Lico ketus.


"Jangan banyak bacot, dimana Bos mu? Suruh dia turun!"


"Jika kau ingin, langahi dulu mayat ku!" Lico dengan cepat memberi serangan. Dengan cepat perkelahian di mulai. Sangat panas memang.


"Orang orang itu? Bukannya mereka...


Kurang ajar dasar brengsek!" Ucap Jasson saat melihat seorang pria yang berdiri dengan melipat tangan didada memperhatikan Perkelahian yang sangat panas itu.


Jasson keluar mobil dan mendekat ke arah pria yang dengan santainya menyaksikan pertunjukan itu.


"Apa maksud mu?"


Jasson menarik kera baju itu.


"Akhirnya, kau keluar juga dari persembunyianmu. Kupikir kau pria pengecut dan lemah. Ha ha "


" Brengsek!!" Jasson menghantam kuat pipi pria yang di depannya.


Dia sudah tak tahan betapa bacotnya pria di depannya itu.


"Wah, tiba tiba ya! aku belum siap. Tunggulah sebentar, aku ingin bicara sebelum hidupmu berakhir di tangganku!" Ucap pria masker itu.


"Tak perlu menutup jati diri Tuan Kevin.. saya Tau ini anda! Jangan banyak omong!" Jasson menarik masker itu dan segera memberi pukulan lagi.


Kevin mengusap sudut bibir yang mengeluarkan dara segar.


" Hebat! kau mengenaliku. Tidak masalah, ini belum seberapa."


Bukkk


Kevin membalas pukulan itu dengan kuat. Jasson hanya tersenyum meremehkan.


"Kau berani menyentuh ku Tuan Kevin?"


"Apa, emang siapa kau? Yah yah yah, aku sudah mendengar kemarin saat diacara kau adalah anak dari tuan Lakeswara. Tapi kenapa? Aku tidak peduli kau siapa. Aku tidak takut padamu Tuan Jasson!!" Kevin memukul lagi.


" Apa kau tau siapa aku?"


Tanya kevin antusias.


" Yah, aku mengetahui semua tentangmu. Apa kau pikir aku takut setelah tau kau ketua Mafia?? No, aku sama sekali tidak takut padamu! " Jasson mengusap ujung bibir yang sudah koyak itu.


" Benarkah, kau tau semua tentangku? Jadi kau tau aku ini kekasih Brigitta?" Ucapnya sambil membuka res jaketnya.


" Tentu.." ucap Jasson yang melepaskan jas nya.


" Jangan pernah berani macam macam padanya, dia milikku!! Eh larat. Sepertinya kata kata itu tidak penting lagi. Karen hari ini kau akan berakhirr!!"


" Apa? Milikmu? Ha ha ha. Lucu sekali, emangnya kau siapa? "


" Bukannya kau sudah tahu? Kami saling mencintai dia kekasihku. Dan sebentar lagi dia akan selalu bersamaku tanpa ada dirimu!" Kevin melemparkan Jaketnya kesembarang arah.


" Jangan pernah bermimpi, kau bukanlah siapa siapa! Karena aku adalah suaminya. Jangan sombong! Kau hanya mantan kekasih! Kau hanyalah masa lalu Tuan Kevin!!" Ucap Jasson ketus.


Bukk


"Kau akan mati bajingan!! Berhentilah mengatakan kau suaminya!"


Kevin memukul kuat Jasson hingga dia mundur beberapa langkah kebelakang dan jas yang ia pegang terjatuh ke tanah.


" Aku memang suaminya! Dan itu kenyataan yang sebenarnya! Apa kau tak terima? Kau hanyalah masa lalu? Apa kau lupa? kau Mantann!!"


Dwngan cepat Jasson melayakan pukulan balik pada kevin.


" Apa kau pernah menggapnya sebagai isteri? Apa kau pernah memperlakukan nya sebagai isteri? Tidak pernah kan!! Jadi jangan berhayal! Kau hanya suami di atas kertas!!" Kevin memukul keras pipi Jasaon hingga terjatuh. Kevin mendekat dan memegang kera kemeja Jasson.


" Apa masih ada yang ingin kau katakan Tuan Jasson. Mungkin aku bisa menyampaikan nya pada isteri eh, pada kekasihku sebelum kau menghembuskan nafas terakhir mu!"


"Itu tidak akan pernah terjadi." Jasson dengan kekuatannya membalikkan tubuh Kevin hingga pada posisi terlentang dan Jasson sekarang memegang kera baju Kevin. Dan Buk buk


"Mati kau brengsek!!" Belum sempat Jasson memukul lagi Kevin dengan cepat menendang kevin kuat dan menggulingkan badannya.


"Kurang ajar! Kau akan merasakan sakitnya!" ucap kevin dan memulai aksinya saat mereka sama sama berdiri dan mulai berkelahi dengan mengeluarkan kekuatan yang mereka miliki.


Sedangkan Lico kini telah jatuh tersungkur. jelas saja dia hanya sendiri, mana mungkin dia menang melawan segerombol mafia.


Tak berapa lama saat Lico akan mendapat pukulan lagi para bodyguard Jasson tiba.


Tadi sebelum Jasson keluar mobil dia sudah menghubungi bodyguard nya.


Dengan segera para bodyguard itu menghantam orang orang bermasker dan beberapa membawa Lico masuk ke mobil dan melarikannya ke rumah sakit.


Sedangkan Jasson dan kevin yang berada di ujung sana masih bergelut dengan kekuatan masing masing. Terlihat, wajah mereka sudah bonyok dihiasa darah segar berwarna merah.


Kini Jasson tersungkur di tanah. Jelas mereka hampir memiliki kekuatan yang sama namun tidak usah ditannyakan Kevin lebih hebat, jelas saja ini sudah makananya.


"Sekarang kau akan pergi selama lamanya!!"


Dengan goyang Kevin mendekat kearah Jasson dan memukul Pipih itu dengan Kuat.


Buk..


To be continued


🍁Jangan Lupa Vote dan Beri hadiah beste 🍁

__ADS_1


__ADS_2