Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
49. Milikmu Milikku Juga


__ADS_3

"Pertanggungjawaban? Apa maksud.." Mulut Gita berhenti bicara karena Jasaon sudah lebih dulu membungkam dengan Mulut nya.


Jasson bermain main dengan bibir dan tengguk itu. Sungguh sangat aneh, dia bisa merasakan sensasi yang berbeda jika bertemu Gita. Entahlah, biasanya dia akan mencari masalah untuk marah namun sekarang melihat Gita ingin sekali Jasson menggulatnya


Tadi pikiran stres dan pening seketika lenyap hanya dengan menatap Gita baik baik saja. Sungguh aneh.


Sambil menciumi Gita tangan Jasson. Mulai menjalar membuka kancing baju Gita.


Gita yang sudah mampu membalas ciuman Jasson tiba tiba berhenti saat merasakan pakaiannya terlepas. Karena endusan angin yang masuk.


Memegang depannya yang hanya menggunakan Bra yang ditutupi oleh tankatop Hitam.


Jasson berhenti saat Gita tak membalas ciuman nya.


"Kenapa tidak membalas?"


"Pakaian ku seperti nya terbuka!" Ucap Gita malu.


"Aku yang membukanya!" Jasson menatap badan Gita. Tadi dia hanya membuka tanpa menatap. Sedikit terkejut melihat dua benda itu. Walau masih dibalut namun sudah tampak benjolan besar disana.


Jasson tidak pernah memperhatikan Bagian ini sebelumnya.


Gita yang sedikit gelisah langsung menyilang kan kedua tangan di dada.


Matanya sungguh mesum.


"Kenapa kau menutupi nya?


Buka semua pakaian yang menempel disana!"


"Apa?" Teriak Gita melototkan matanya.


"Untuk apa kau berteriak dan melotot seperti ini?"


"Apa anda benar benar ingin melakukannya sekarang? Apa anda serius" Tanya Gita hati hati.


"Apa yang kau katakan sedari tadi kita sudah memulainya bukan?"


Gita malu sendiri mengingat dia juga membalas ciuman Jasson.


"Lepaskan tanganmu!" Jasson melepaskan tangan Gita yang sedikit di keraskan.


"Kau tidak perlu malu, dan takut, aku akan hati hati!"


Jasson menarik tantop Gita ke atas hingga menyisakan bra itu.


Memalukan! Aku harus bisa bersikap normal. Aku tidak boleh membuatnya marah lagi.


Mungkin aku juga harus bisa menyatu untuk hal ini.


Jasson meraih tangan Gita dan menaruhnya di leher. Jasson mulai menciumi Gita dan juga lehernya. Tangganya sudah mulai menjalar ke belakang untuk membuka bra milik Gita.


Mulai bermain disana dan sesekali mendengar ******* halus dari Gita.


Lama mereka disana tapi rasanya sungguh kurang jika tidak ke intinya.


Jasson menarik celana Gita yang kini menyisahkan ****** ***** nya. Jasaon kembali mencium Gita tangganya sudah mulai melepaskan boxer miliknya hingga kini Jasson sudah telanjang bersih.


Gita yang masih membalas ciuman Jasson merasakan benda yang aneh di area pahanya. Sungguh Geli menurut nya.


Gita merasa benda itu semakin menegang dan merasa risih.


"Aku merasa benda aneh berada dibawah sana." Ucap Gita pelan saat Jasson melepas ciumannya dan mencium dada Gita.


Jasson berhenti. Menatap bawah nya yang sudah menegang mengenai paha Gita.


Jasson tersenyum. Mulai membuka CD milik Gita


"Gita mengalungkan Tangannya di leher Jasson. Menatap bawahannya yang sudah bersih tanpa apa pun. Tak sengaja mata itu juga menatap benda aneh yang jelas milik kepribadian Jasson. Gita menatap Jasson.


"Jangan takut." Ucap Jasson saat melihat wajah Gita yang gelisah.


Jasson hendak melakukan nya,


dengan segera Gita memegang Bahu Jasson dan berkata..


"Percaya padaku aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Jadi kumohon pelan pelan lah!" Gita takut saja. Karena Jasaon pernah menuduhnya yang tidak tidak.


Aku tau kau tidak pernah melakukan nya.

__ADS_1


Jasson Mengelus kening Gita yang sedikit berkeringat itu sambil tersenyum. Mengecup Bibir itu berkali-kali.


Dan akhirnya mereka memulai dengan penuh kelembutan hingga mencapai puncak masing masing.


....


Ini mimpi atau tidak namun Gita tidak bisa membayangkan semua ini bisa terjadi. Dia sudah melepaskan mahkota miliknya pada Jasaon. Pria yang sudah sah menjadi suaminya. Entahlah Gita harus senang atau sedih. Dia hanya berdoa semoga setelah kejadian ini Jasson bisa mulai merima nya dengan baik.


Gita menatap bagian perut yang sudah di balut selimut merasakan tangan Jasson yang melingkar disana.


Gita menatap samping nya.


Menatap Jasson yang menutup mata.


Tadi mereka hanya melakukannya sebentar. Gita tidak tahan melakukan itu berlama-lama sungguh sakit dan perih. Karena Gita yang terus terisak kesakitan meminta Jasaon berhenti, akhirnya Jasson mengalah dan memberhentikannya.


Lihatlah tadi dia bersikeras untuk melanjutkan nya. Tapi Jasson terlihat terlelap sangat kelelahan.


Jelas saja. Jasaon seharian bekerja. Dengan banyak pikiran yang melanda. Namun entah kenapa melihat Gita yang sangat manis membuat lelah seketika lenyap. Hingga ia bisa melakukan hal itu bersama Gita.


Dia sangat tampan jika tidur seperti ini. Gita menatap Jasson dengan memutar Kepalanya menghadap Jasaon.


Masih sangat peri jika ia bergerak menyamping.


Entahlah mungkin karena kali pertama untuk Gita.


Gita mencoba menutup matanya yang sedikit sembab itu. Bisa bisanya tadi dia menangis karena menahan sakit yang luar biasa.


Tok tok tok..


Ketukan pintu membuat kedua insan membuka matanya. Jasson memandang Gita dengan balutan selimut sampai leher.


Melepaskan pelukannya pada Gita. Berjalan dengan santai tanpa sadar sedang apa dia sekarang. Berjalan dan ingin membuka pintu.


"Suamiku!" Panggil Gita memberhentikan langkah Jasaon.


Jasson berbalik dan menatap Gita dengan alis yang dinaikkan.


"Apa kau ingin menunjukkan milikmu pada orang lain?" Ucap Gita memalingkan wajahnya dari Jasaon. Dia sungguh malu melihat tingkah Jasaon yang ceroboh.


Jasson tersadar menatap tubuhnya yang polos.


Dengan cepat Jasaon memakai bokser dan kausnya.


"Semua sudah menunggu di bawa Tuan! Makan malam sudah dihidangkan disana."


"Kami akan makan nanti. Beritahu mereka agar makan duluan!"


"Baik Tuan." Jasaon menutup pintu.


Melihat Gita yang hendak berjalan dengan lilitan selimut menuju kamar mandi. Sedikit senyuman terukir di wajah Jasaon.


Berjalan cepat mendekat pada Gita.


"Kenapa kau berjalan seperti siput." Tanya Jasson sedikit terkekeh.


"Dan ini kenapa kau mengenakannya. Buka saja. Untuk apa kau menutupi nya lagi. Aku sudah melihat setiap inci bagian tubuhmu. Gita menahan malu dan mulai melangkah kakinya pelan. Agar sakit yang ia rasakan tidak berteriak.


"Apa kau perlu bantuan?" Tanya Jasson yang lelah menatap Gita berjalan seperti siput.


"Tidak! Aku bisa sendiri."


" Tapi aku juga ingin mandi. Badan ku lengket semua." Jasaon dengan cepat melepaskan lilitan selimut dan menggakat tubuh Gita dengan sangat mudah.


"A a apa yang anda lakukan!"


"Melanjutkan permainan yang tadi terputus.." ucap Jasaon santai sambil tersenyum dan melangkah menuju kamar mandi.


Tidak, aku bisa mati disana!


Gita ingin sekali memberontak dari gendongan itu namun dia tidak bisa karena sekujur tubuhnya serasa sangat lemas.


...


"Kau baik baik saja?" Tanya Jasson pada Gita yang terlihat hanya diam saja. Kini mereka makan di dalam kamar di sofa besar itu.


Gita menatap Jasson sedikit tersenyum.


"Aku baik baik saja suamiku."

__ADS_1


Apa dia tidak punya mata? Uh, dia sungguh Mesum bisa bisanya dia benar benar melanjutkan nya di kamar mandi. Jika tadi aku tidak berteriak pasti sampai saat ini aku tidak akan keluar dari sana.


" Apa anda tidak lelah?" Tanya Gita sambil menyuap makanan itu ke mulutnya.


"Tidak, Apa kau tidak lihat aku sangat segar dan vit!" Jasson meneguk air minum.


Uh, untuk apa aku menanyakan itu. Sudah terlihat jelas dia sangat bugar.


"Apa kau sangat lelah!"


Gita diam seolah tidak mendengar Jasson. dan terus menyuapi makanan ke dalam mulut.


"Kamu tidak mendengar?" Tanya Jasson lagi.


"Aku merasa semua tubuh ku ingin remuk!" Ucap Gita dengan volume suara yang sedikit meninggi. dan meletakkan tempat makan di meja.


meneguk air dengan kasar. Semua itu tidak lepas dari pandangan Jasson yang merasa aneh.


"Apa kau kesanbet?" Meletakkan telapak tangan di kening Gita.


Tidak! Aku kesakitan.. Kenapa kau tidak berperasaan...


"Apa sesakit itu? Aku melakukannya dwngan pelan tadi."


"Tapi sangat sakit. suamiku." Gita berdiri membawa Piring Jasson dan piring nya menuju pintu keluar namun langkah itu segera terhenti.


"Biar aku saja. Bukankah kau bilang sangat sakit? Istirahatlah!" Jasson mengambil ahli nampan itu dan keluar kamar.


Gita berdiri menatap Jasson yang sudah berada di balik pintu.


"Apa dia benar benar Jasson? kenapa lembut sekali! Astaga.... "


Gita berbalik berjalan aneh menuju sofa besar yang biasa ia gunakan untuk tidur.


Walaupun dia sudah melakukan tugasnya sebagai istri di atas ranjang. Namun dia tidak berani tidur disana. Sebelum Jasson sendiri yang memintanya.


"Ahh, akhirnya aku bisa berbaring disini. Nyaman sekali!" Ucap Gita mulai menutup matanya.


..


"Kak Jasson? Apa yang kau lakukan?"


Tanya morisa yang melihat Jasson meletakkan nampan di wastafel.


"Meletakkan ini, kau melihatnya bukan?" senyum Jasson.


"Kakak...


Apa kau sedang sakit?"


Jasson menaikkan kedua alisnya.


"Kenapa kakak terseyum seperti itu. Apa bisnis kakak sedang melunjang tinggi? Atau memenangkan pertandingan?.."


"Tidak." Ucap Jasson melangkahkan kan kakinya yang diikuti Morisa.


"Jadi? Apa masalahnya? Apa kakak sedang jatuh cinta? sama siapa? Uh, itu tidak mungkin. Bahkan kakak tidak mengenal apa artinya Cinta."


Jasson berhenti.


"Apa kau tau artinya cinta?" Jasson melipat tangan di dada menunggu Morisa bicara.


"Ya, aku sekarang sedang jatuh cinta. Kau tau kak.. Ada manusia tampan ku temui tadi siang. kakak tahu? Dia lebih tampan darimu!" Morisa seraya mengejek.


"Itu tidak mungkin. Tidak ada yang lebih tampan dariku!" Bangga Jasson.


"Tidak percaya, ya sudah. Semoga saja aku bisa bertemu lagi dengannya. Aku akan menunjukkan dia pada kakak. Agar kakak lihat seperti apa dirinya. Kakak juga pasti akan membuka mulut saat melihat ketampanan nya. Sungguh pangeran pujaan hati." Morisa tersenyum senyum mengayunkan tubuhnya terkesan imut dan menggemaskan.


Jasson geleng geleng kepala.


" Jatuh cinta atau tidak. Kau tetap saja seperti anak kecil! Aku penasaran seperti apa Pria yang meluluhkan hati yang campuran ini?" Jasson berlalu meninggalkan Morisa yang masih terbayang bayang oleh wajah pangerannya.


To be continued


🍁 Jangan lupa like and vote beste 🍁


.


.

__ADS_1


.


Sampai Jumpa πŸƒ


__ADS_2