
Empat jam di perjalanan akhirnya pasangan yang saling mencintai ini tibah di sebuah kota berbeda. Dan tentunya di Vila yang sudah mereka beli.
" Kamu suka sayang?" Jasson memeluk erat tubuh istrinya itu yang menatap pemandangan dari arah balkon vila itu.
Pemandangan dengan pegunungan dan pepohonan dari atas balkon itu terpampang jelas air terjun yang mengalir walau jaraknya sangat jauh tapi serasa dekat dari pandangan mata.
"Sangat suka. Lihatlah burung itu cantik sekali." Tunjuknya pada burung warna violet dengan ekor yang panjang dan hinggap di sala satu ranting pohon.
"Jika kau ingin aku bisa membeli banyak untuk mu."
"Issh" gita menepuk lengan kekar jasson.
"Bisa gak jangan bahas beli beli? Kamu dikit dikit beli! Apa salahnya kamu tangkap sendiri!"
"Apa? Jangan gila sayang!" Pohon itu tinggi dan jauh dari tempat mereka.
"Kenapa? Kamu gak bisa kan?"
Jasson menghela nafas, membalikkan tubuh Gita agar menghadap padanya.
"Kita datang untuk honeymoon bukan untuk memburu binatang bukan?" Jasson menoel hidung mancung isterinya.
Gita hanya mengerucutkan bibirnya.
"Yaudah, makanya jangan mulai yang aneh aneh." Ucapnya akhirnya.
"Yaudah, gimana kalau kita makan. Aku sudah lapar sayang." melas Gita.
"Benarkah? Bagaimana kalau kita makan..." Seringai Jasson memicingkan sebelah matanya.
"Sayang!! Aku benaran lapar mau makan. Lihat baby kita juga." Usap Gita di perutnya.
"Ah, baiklah baiklah.." jawab jasson cengingisan dan menuntun Gita untuk makan ke bawah.
..
"Makannya pelan pelan sayang." Jasson mengelap sudut bibir gita yang cemong.
"Enak. Mau nambah lagi yang." Ucap Gita sembari ingin mengambil makanan lagi.
"Aku aja yang ambil. Kamu duduk aja!"
Dengan cepat Jasaon menambah makanan Gita.
Berbadan dua membuat porsi Gita Bertambah banyak. Astaga dasar bumil suka makan banyak.
"Kamu gak nambah?" Tanya Gita.
"Udah kenyang."
Gita hanya menggaguk lalu memakan makanannya.
..
Setelah akhirnya makanan itu ludes masuk ke perut Gita.
"Ah, kenyang. Aku ingin tidur." Ucapnya tanpa beban.
"Gak boleh! Baru selsai makan. Gak baik untuk kesehatan. Ayo ikut aku!"
"Kemana? Aku gak kuat jalan." Ucap Gita manja.
Yang akhirnya Jasson gendong menuju teras belakang. Disana ada sebuah pondok dengan pemandangan kolam renang dan tanaman di pinggiran pondok.
"Duduk disini Isteri yang cantik." Jasaon menurunkan Gita di kursi pondok itu.
Disana sudah ada Minuman yang sangat segar.
Tentunya disiapkan oleh pelayan vila.
"Disini segar ya sayang.." Gita menutup matanya menghirup udara segar di sekitar nya. Jelaslah vila itu daerah pegunungan.
"Lebih indah dari yang di foto." Ucap Gita memandangi tempat itu.
"Bagaimana perasaan mu sekarang?"
"Aman, adem, segar dan tentunya bahagia." Gita terseyum memandangi Jasaon.
Jasaon memeluk pinggang Gita dengan sebelah tangannya.
"Apapun itu aku aku lakukan agat kau bahagia."
Merah merona tentunya Pipi Gita, apalagi Jasaon jarang mengombalinya.
__ADS_1
"Untuk baby Kita juga." Ucap Gita agar tidak canggung.
"Yah, untuk calon bayi kita juga." Jasson mengelus perut Gita dan menciumnya.
"Anak papa, jangan nakal ya disana. Baik baik disana. Papa gak sabar menanti kelahiranmu. Cup."
"Mamanya juga gak sabar. Pengen main barang dedek bayinya. Pengen cium pipi yang gemas, gendong bayinya dan diamin dia kalau lagi nangis." Ucap Gita sembari membayangkan itu semua.
Jasson yang menatap Gita, refleks ingin mencium pipi itu.
Cup.
Gita tersenyum.
"Kenapa?"
"Gak kenapa, suka aja cium pipi kamu. Kalau ngomong sambil ngehayal itu gemas." Jasson cengegesan.
Cup Gita ikut ikutan mencium balik pipi Jasson.
"Kenapa?"
"Gak kenapa napa. Supaya impas aja. Kamu udah curi cium pipi aku." Gita memegang pipinya yang tadi di cium Jasson.
"Oh ya, kalau ini" jasson dengan cepat mencium bibir Gita. Yang hanya dapat tatapan aneh dari Gita.
"Kenapa? Aku udah curi juga, kamu gak mau ambil lagi nih.." Jasson memayungkan bibirnya.
"Iih, kamu ma ambil kesempatan." Gita mencubit bibir Jasson yang manyung.
Jasaon cengengesan.
"Cium sayang, biar impas." Ucap Jasaon lagi.
"Gak ah. Itu juga tadi kan ber'ciumam ya udah impas." Gita memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Yaudah, sini liat aku, jangan di palingin "
"Gak mau. Aku mau liat pemandangan depan aku. Indah sekali."
"Sayang..."
"Hem?" Gita menatap Jasson menahan senyum. Lihat, wajah Jasson seperti anak yang ingin dibelikam mainan.
"Udah impas kan." Ucap Gita akhirnya tersenyum lebar.
"Kamu kenapa sih, natap aku seperti itu?" Seperti orang yang sedang menikmati indahnya lautan.
"Gak. Kamu cantik dan pemandangan yang paling indah disini adalah kamu."
"Gak jelas." Gita memalingkan wajahnya.
"Lihat kesini sayang!"
"Gak ah.."
"Kenapa?"
Gita gak menjawab. Tiba tiba ada ide cemerlang yang ada di otaknya.
"Yang, Kita berenang Yok!" Ajak Gita semangat.
"Kamu gak liat matahari terik begini? Gak gak boleh! Lihat ini maaih jam dua siang!" Jasson menunjukkan jam tangan miliknya.
"Air nya menggoda, ingin di sentuh sayang." Ucap Gita.
"Bahasa mu sayang, jangan memancing!"
"Ah? Kamu aneh! Pikirnya negatif mulu!"
Jasaon mengabaikan dan mengambil gelas minumannya dan meneguk jus dingin itu.
Segar..
Kini jam sudah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh lima menit. Dan tentunya Mereka tidak di teras belakang lagi. Sedari tadi memang sampai pukul empat sore mereka menghabiskan waktunya untuk bercerita.
Salling curhat curhatan. Kesempatan yang sangat jarang mereka lakukan hanya waktu waktu seperti ini lah mereka lebih banyak mendapat kesempatan berdua untuk berbincang bincang.
"Sayang, cepatan mandinya. Makan malam udah siapa!" Gita mengetuk pintu kamar mandi itu.
"Iya, udah mau selsai." Balasan dari Jasson. Sedangkan Gita langsung turun kebawah setelah menyiapkan pakaian suaminya itu.
Tadi dia sudah mandi lebih dulu. Karena Jasson tiba tiba dapat telpon dari Lico yang menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk bicara lewat ponsel. Akibatnya Gita yang malas menunggu Jasson mandi sendiri deh. Setelah nya dia memasak. Soalnya penjaga Vila itu sudah pulang setelah menyiapkan jus segar tadi.
__ADS_1
Tentunya Jasson yang suruh agar mereka tidak ada yang ganggu. Mereka ingin berdua saja menikmati kebersamaan ini.
.
"Uuuhh, harumnya aroma masakan isteri ku. Isteri ku juga cantik dan wangi bangat." Jasson yang datang langsung memeluk Gita yang tengah menuangkan air ke gelas sembari mengendus wangi tubuh Gita.
"Duduk sayang. Nanti ini tumpah loh!"
"Iya iya."
Gita memang memasak setelah mandi, walaupun begitu tidak membuatnya jadi bau dapur, wangi sabun mandi dan sampo masih melekat di tubuhnya.
Bahkan rambutnya baru disisir rapi karena gita tadi selsai keramas langsung menjepit rambutnya dan masak. Setelah masak barulah ia lepas dan geraikan.
..
"Mmm, masakanmu enak bangat sayang.."
"Harus dong. Ini khusus untuk Suamiku tercinta." Ucapnya memberikan makanan spesial.
"Waoouu, Isteri ku baik baik bangat.."
Cup.
"Terimakasih sayang.."
"Udah udah, makan lah." Ucap Gita sembari duduk di samping Jasson.
"Enak. Masih ada gak?" Tanya Jasson.
"Masih. Bentara ya." Gita kembali ke dapur.
"Ini, makan yang banyak. Biar kuat."
Ucap Gita meminiungkan mata menggoda.
"Sayang.. kamu menggodaku."
"Tidak, udah makanlah.."
Jasaon mencubit pipi Gita gemas.
"Aauu, udah dibaikin kok malah dicubit."
"Makanya kalau makan jangan godain suami."
"Kenapa? Suami aku kok, bukan suami orang." Ucap Gita menaik turunkan alisnya.
"Sayang..."
"Iya iya.." senyumnya, Gita kembali memakan makanannya.
...
Akhirnya makanan itu sudah selsai.
Gita dengan cepat membereskan piring yang kotor dan tentunya Jasson tidak tinggal diam dia juga ikut membereskan meja itu.
"Biar aku aja sayang." Ucap jasson sembari mengambil ahli gosok piring itu.
"Aku aja."
"Kamu udah capek masak sekarang ini jadi urusanku. Okeh. Lebih baik Isteriku yang cantik dan anak papa duduk disini."
Jasson menggakat tubuh Gita dan mendudukan di kursi yang lumayan besar dan tinggi.
"Sayang, diam disini jangan membantah. Biar aku yang nyuci!"
"Kamu serius bisa?" Soalnya Selama ini dia tidak pernah dengar Jasson mencuci piring bahkan ke dapur mansion aja dia jarang.
"Seribu rius. " Jasson mendekat ke arah wastafel dan mulai menggosok piring itu hingga berbusa.
Gita hanya tersenyum menatap Jasson dan sesekali mengelus perutnya.
Suami idaman memang, mau membantu isteri tidak mau makan aja.
To be continued π·
Ayo... lanjutannya gimana nih yaππ
sebelum lanjut like dan komen dong say...
Met malam π
__ADS_1
Bye bye π