
Seminggu telah berlalu dan tentunya kandungan gita suda memasuki 3 bulan. Sedikit mulai susah untuk melakukan aktivitas dengan perut yang mulai membuncit sebesar semangka.
"Sayang, nanti aku ada acara, kayaknya di kantor kamu deh!" Ucap Gita sambil memasang dasi Jasson.
"Aku tau, bagaimana kalau bareng sama aku aja Perginya?"
"Ah, gak ah. Kami mau rame rame datang ke tempat kamu. Kan kami juga datang nya siang. Kami masih ada tugas juga di kantor nanti!"
"Baiklah." Gita dengan cepat mengecup bibir jasson.
Cup
Senyum gita setelah nya.
"Aku juga mau cium." Ucap jasson.
"Udah sayang, itu kan sama kita ciuman!"
"Bukan sinih!" Jasson memegang kedua pipi Gita dan segera mengecup kening itu agak lama.
"Jaga dirimu baik-baik. Kalau lelah langsung istirahat jangan di paksa!"
"Um." angguk Gita tersenyum.
____.
"Hei, Vin. Tungguin Yolan, dia masih di atas sayang!"
"Ma, aku ada rapat."
"Jangan alasan, kamu harus antar dia, lagian satu arah juga kan?"
"Iya iyah deh!"
Lebih baik menunggu daripada omelan berlanjut.
"Vin? Bukannya ada rapat kenapa masih disini?" Tanya Yolan. Yang benar saja Kevin udah bilang semalam tidak bisa antar karena ada meeting.
Karena selama satu minggu ini kevin selalu barang Yolan pulangnya juga di jemput. siapa lagi yang maksa kalau bukan mama Gresya?
"Nih, mama yang paksa! Udah cepatlah!"
"Yah, tante, kami pergi dulu!" Ucap Yolan sembari mengecup tangan calon mertua nya itu.
"Hati hati di jalan."
___
"Pelan pelan saja vin. Mimpiku belum terwujud semua. jadi Please pelan pelan aja!!"
"Udah telat ini!"
"Tapi ini-"
"Pegagan aja, plush jangan khwatir aman aman aja kok!"
Yolan segera memegang seat belt nya dengan tangan kanan dan tangan kiri berpegang di saku pintu mobil.
"Vin, awas! Astaga!"
Hampir saja Kevin menyenggol kendaraan bermotor.
"Vin! Kalau mau mati jangan ajak ajak dong. Lebih baik aku turun disini aja!"
Kevin diam dan tidak memperdulikan Yolan yang sudah tak karuan gemetar nya.
"Tenanglah. Akan baik baik saja. Kau tak usah ragukan aku! Aku pengemudi yang handal You Know?"
"Ya God bantu kami. Selamat kami sampai tujuan.. Aminn!!!" Ucap Yolan
Yang hanya dapat lirikan dan senyuman dari kevin.
"Gila ya! Bukannya kamu bos nya? Kenapa juga sih buru buru!"
"Bukan berarti aku juga terlambat dong! Aku bos dan tentunya aku juga harus jadi contoh!" Ucap Kevin dengan santainya sembari menahan setiran dengan jalan belok tancap itu.
"Kevin!!!! Woi hati hati!"
"Iya bawel.."
"Aku benar benar akan dapat serangan jantung sampai di RS bisa bisa aku yang jadi pasien!"
Kevin hanya tertawa renyah.
"Berdoa lagi kalau begitu! Supaya Tuhan memperpanjang umur mu? Kamu gak mau nikah sama aku?" Tanya Kevin sembari mengejek.
"Udah vin fokus dong!!"
Beberapa menit kemudian. Mereka tibah di depan RS.
__ADS_1
"Masih hidup kan?" Tanya kevin melihat Yolan yang memejamkan matanya sambil mengusap dada dan kepala.
"Kamu benar benar gila tau gak!"
"Yang penting masih hidup kan? Udah sampe juga tuh!" kevin memainkan kepalanya menunjukkan RS besar di depan sana.
"Yolan membuka seat belt dengan tangan gemetar sedangkan kevin terus saja cengengesan melihat Yolan yang sangat ketakutan itu.
"Tidak ada terimakasih kamu hampir membunuhku bisa saja aku melaporkan mu pada polisi dengan aksi pembunuhan!" Yolan membuka pintu mobil dan menutup nya dengan keras. brakk..
yang tentunya dapat teriakan dari Kevin yang tidak dapat di dengar lagi.
karena yolan langsung lari memasuki halaman RS.
"Tidak terimakasih? Ha ha.. enak dikerjain?" Ucap Kevin menatap punggung yolan dan segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Yolan dengan cepat lari memasuki toilet yang paling dekat. Dengan cepat ia memuntahkan isi perutnya yang sudah ia tahan di ambang lari tadi. Perutnya benar benar di kocok tadi kepalanya juga berputar putar.
"Kevin, gila!! Kamu benar benar orang gila, dasar psikopat! Belum jadi suami aja udah kejam begini!" Ucap Yolan sembari mengusap bibirnya dengan air. Tak lupa membasu wajahnya.
Bernafas saja dia sudah setengah mati.
"Pengalaman pertama mabuk darat. Di mobil mewah!" Ucap Yolan sambil tersenyum miring menatap wajah di cermin.
"Akan kubalas kau nanti!" Ucap Yolan dan langsung keluar dari toilet.
_____.
"Jam 12.00 nanti kita akan melakukan acara di perusaahan J jadi kita harus berangkat sebelum jam dua belas sekarang persiapkan semua hal yang dibawa kesana. Ini adalah acara pertama atau undangan awal perusahaan J di perusahaan kita. Jadi kita harus buat yang terbaik agar tidak mempermalukan diri sendiri. So, ini adalah kesempatan emas. Jangan disia-siakan. Okeh sekarang semua boleh kembali ke tempat masing masing!" Ucap Efendi mengumumkan di ruang rapat.
Setelah ucapan terakhir itu semua karyawan serta staf pegawai keluar dan melakukan tugas masing masing.
"Ah, ini adalah kesempatan untuk cari perhatian sama CEO muda itu. Kalian tau kan dia sangat tampan?"
"Maksud mu, Jasson Lakeswara itu?"
"Ya, aku mengaguminya lewat media dan hari ini kita akan bertemu dengan orangnya secara langsung aku tidak sabar lagi!"
"Si tampan itu. Tapi dari yang tersebar dia itu pria kejam, angkuh dan dingin. Kalian tau? Dia itu tidak punya hati. Lebih baik mengagumi Tuan Kevin.. Udah tampan ramah baik lagi"
"Tapi walaupun kejam. Jangan salahkan bukan kah dia lebih tampan dari kevin?"
.....
bla bla bla
....
Hingga perbincangan itu sampai di telinga Gita karena di sebelah ruangannya juga ada yang membicarakan suaminya itu. Ada yang suka ada juga yang sebaliknya.
Tentu Gita tidak ambil pusing lebih baik dia mengerjakan pekerjaan nya daripada ikut bergosip.
____.
Kini anggota dari perusahan S sudah tiba di Perusahan J.Tentu melihat perusahaan besar itu sedikit gimana gitu.
Satpam yang memang bertugas mengarahkan rombongan Gita ke tempat acara itu.
Satu kata indah. Dan lagi besar.
Saat memasuki tempat itu masih kosong. Jadi mereka memilih diam tenang dengan pantauan Efandi tentunya agar tidak terkesan norak.
"Gita, nanti kamu akan persentasi tentang kantor kita kan? Kamu udha siap?"
"Siap pak!" Ucap Gita terseyum.
"Lakukan yang terbaik. Jangan sampai mengecewakan!" Gita hanya mengangguk dan tersenyum.
Tak lama ruangan itu akhirnya diisi oleh beberapa orang yang sangat tampan dan berwibawa dengan setelan jas yang wao, dan Beberapa wanita dengan pakaian mewah. Memang benar benar jelas mereka adalah pengusaha teratas.
Disaat mereka mengambil tempat duduk tentu mata Gita dan Jasson beberapa detik saling bertatapan.
Karena sepertinya langsung hap dapat. Gak perlu lirik kiri kanan. Saat memandang ke arah staf itu Jasson langsung bisa melihat apalagi Gita juga sedari tadi memperhatikan Jasaon. Dan tentu wanita yang selalu menempel di dekat suaminya itu. Sangat cantik itulah yang ada di pikiran Gita.
Setelah tatapan itu putus. Seorang memulai acaranya dengan sambutan serta penjelasan terperinci itu dengan baik.
Tiba tiba saat ingin persentase efandi memegang tangan Gita sebelum pergi dan berbisik di telinga nya karena memang Gita dan efandi duduk bersebelahan.
padahal jelas diujung sana Jasson yang masih pada wajah datarnya tambah datar melihat pemandangan yang begitu membutakan mata. tangan Jasson sudah mengepal. tahan dan jangan emosi. satu itu sudah ia tancapkan sebelum masuk ruangan itu sebenarnya.
"Saat presentasi tetap tersenyum, dan pandangan ke semua orang. Bawa santai aja jangan pikirkan hal negatif. " Bisik efandi. Gita yang canggung langsung tersenyum ke arah efandi tulus dan menggaguk mengiyakan. Saat setelah di persilahkan gita langsung berdiri dari duduknya. Dan saat itu juga mata nya dan Jasson kembali bertemu beberapa saat. Gita melontarkan senyum lalu berjalan mendekat ke arah depan tempat ia presentasi. Walau perutnya sedikit buncit namun karena pakaian yang ia sengaja besar jadi tidak ketara.
Saat presentasi sesuai ucapan Efandi Gita tersenyum dan sangat santai penjelasan nya membuat semua bungkam dan ingin mendengar lebih banyak lagi. Karena penjelasan yang begitu detail pas pada poin penting nya.
Setelah ucapan terakhir gita tersenyum lebar dan segera tepuk tangan meriah mengisi ruangan itu.
Gita berjalan kembali ke tempat duduknya.
"Kamu hebat." Senyum Efandi sambil menepuk punggung Gita yang sudah duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Terimakasih pak!" Ucap Gita terseyum hangat. Begitu juga dengan karyawan lain yang mengagumi nya. Dan tentu tidak lepas dengan staf laki laki yang sangat ngefans pada Gita.
Kini waktu sudah di penghujung acara. Mereka akan makan bersama.
Dan Gita masih pada tempatnya.
Ingin sekali Jasson mengajak Gita agar duduk disebelah nya. Apalagi dengan para pria rekannya seperti tertarik pada istrinya itu membuat ia tidak tahan ingin melayangkan Bogeman agar mereka tidak menatap Gita begitu dalam.
Ting.
Pesan masuk pada ponsel Gita.
Gita meletakkan sendok nya dan membuka ponselnya.
Suami
Presentasi mu sangat bagus. Aku tidak sangka kau berbakat!
^^^Isteri ku❤️^^^
^^^Isteri siapa? ^^^
Istri Jasson Lakeswara, dan setelah ini sepertinya kau akan naik jabatan!"
^^^Maksud mu?^^^
Kemarilah, kita makan disini.
^^^Apa maksud ucapan mu tadi?^^^
Kau akan tau nanti, kemarilah!
______________________________________________
Gita menatap ke arah Jasson dimana disana dia duduk bersama para orang orang penting tentu saja Gita tidak akan mau. Apa kata dunia jika ia sampai kesana?
^^^Isteri ku❤️^^^
^^^Tidak, aku disini saja sayang. Lagian disini kita kan hanya rekan saja. Mereka juga tidak tau aku isteri mu.^^^
Suami
Apa perlu aku umumkan?
^^^Tidak! Jangan lakukan itu aku akan marah! Mereka akan berpikir aneh aneh dan membicarakan ku nanti!^^^
Kenapa? Jika mereka melakukan hal buruk aku kan ada?
^^^Tidak. Kamu tidak boleh umumkan. Aku disini dan sebagai rekan saja.^^^
Baiklah terserah mu. Yang penting jaga sikapmu. Kau tau banyak mata yang memandang ngimu. Bisahkah kau tidak tebar tebar senyuman?
^^^Maksud mu?^^^
Pikir saja sendiri!
^^^Kau cemburu?^^^
_______________________________________________
Gita kembali menatap ke arah Jasson yang tidak lagi membalas pesannya dan malah berbicara dengan perempuan cantik.
Dasar! Katanya jaga sikap. Dia saja sangat akrab dengan wanita itu. Mana sangat cantik lagi!
Tidak sadar gita menekan kuat sendok di tangannya.
"Hei Gi, ada apa?"
Tanya efandi.
"Gi!" Panggil nya sekarang dengan tepukan di bahu.
"Ah, pak? Ada apa?"
"Kamu kenapa? Terlihat murung begitu, lihat makanmu juga sudah jatuh sebagian."
"Ah, ma maaf maaf pak, tidak sengaja!"
Gita segera membersihkan bekas tumpahan makanan itu dengan tisu.
"Kau baik baik saja kan?"
"Aku baik pak!"
_____
To be continued 🌷
Jangan lupa like dulu setelah itu lanjut part nya lagi😟
__ADS_1
okeh author lemas bangat karena kurang makan like dan komen jadi beri komen banyak banyak spam aja gak papah😂
Bye bye Beste ❤️