Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
38. Mengigau


__ADS_3

Jasson menghela nafas..


" Kita akan pergi bersama!"


Jasson mensejajarkan jalannya dengan Gita.


Gita semakin jantungan aja di buatnya.


Gita menutup pintu itu.


" Kita lewat mana suamiku..


Life atau tangga?"tanya Gita karena saat ini Gita yang menuntun jalan.


"Life!"


Gita menganguk dan berjalan ke arah pintu life.


Didalam life semakin dingin saja rasanya, tidak ada pembicaraan, padahal tangan gita sedikit gemetar dibawah sana.


Ting


Pintu terbuka.


Jasson masih tetap berjalan di samping Gita, tumben sekali biasanya dia akan berjalan di depan.


"Selamat malam kakak ku yang paling tampan sedunia!!" Teriak Morisa saat Jasson menarik kursinya.


"Malam morisa!" Ucapnya tersenyum singkat.


"Ih, kakak gada gemas gemasnya..


Pangil adek sayang kek, morisa cantik kek!


Puji balik lah kak!!" Ucapnya memajukan bibirnya.


"Morisa!" Ucap Janes.


" Baiklah Papaku sayang..."


Morisa sudah tau bangat, papanya selalu begitu kalau sudah berada di meja makan tidak boleh ada suara.


Akhirnya makan malam pun berlangsung tidak ada pembicaraan selama makan hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring berlapis emas itu.


" Bagaimana dengan perusahaanmu Jasson?" Tanya Janes. Saat ini mereka sedang berada di ruang santai mengambil kegiatan masing masing.


Morisa duduk di kursi gantung yang berbentuk sangkar burung sambil memainkan handphonenya, Monik menonton televisi sedangkan Gita langsung kembali ke kamar.


" Kurang baik Pa." Ucap Jasson sambil membaringkan punggung nya di badan sofa.


" Saran papa, lebih baik kamu bergabung dengan Papa, Jas! Satu bulan lebih kamu tidak menagani Bisnis mu, pasti banyak yang berubah Jas!"


"Tidak pa, hanya rugi sedikit saja.


Lagian Jasson punya banyak Asisten yang menangani. Papa tau sendiri orang orang yang bekerja dengan Jasson bukan orang sembarangan. Tanpa aku mereka juga bisa mengurusnya Pa."


Akan tetapi pemasukan standar. Dan selama Jasson koma hanya beberapa orang saja yang membuat rugi. Dan yang jelas mereka semua yang buat rugi pasti sudah di singkirkan oleh Jasson.


" Jas, papa tau kerugianmu tidak sedikit. Coba kamu pertimbangkan saran Papa. "


" Terimakasih Pa, tapi Jasson masih mau bangun usaha Jasson, tidak masalah jatuh, karena kesuksesan itu harus melalui bagaimana rasanya di titik sulit."


Tidak ada orang yang lahir langsung sukses. Semua butuh pengorbanan dan perjuangan.


Janes menepuk pelan punggung Jasson.


" Papa akan selalu menunggumu! Pintu Perusahaan selalu terbuka untuk mu." Janes segera pergi mendekat ke arah Monik yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Jasaon hanya diam saja, memperhatikan keromantisan pasangan di depan matanya.


Sungguh membuat mata itu sakit.


" Tidak tau tempat!" Ucap Jasson dan langsung berlalu dari tempat itu.


"Kakak, mau kemana!!" Teriak Morisa melihat Jasson yang berlalu dari hadapannya.


" Tidur.."


" Masih jam segini udah mau tidur aja! Ayo temani aku keluar kak! Aku udah rindu negara ini!" Morisa berdiri dan berjalan mendekat.


" Kau tidak mungkin kan mengajak kakak keliling negar ini?" tanya Jasson saat Morisa sudah berada di hadapannya.


Morisa cengingisan.


"Tidak, tenang saja! Aku hanya ingin jalan jalan ke taman kota . Aku lihat di medsos taman itu baru buka! Pasti ramai dan menyenangkan.

__ADS_1


Kak temani aku ya!"


Ucap Morisa menggelut di lengan kanan Jasson.


"Kakak ...


Temani aku please...."


" Kau tau kan kakak baruh pulih. Besok saja okeh!"


"Iya juga sih, nanti kalau kakak pingsan aku mana kuat untuk mengendong!" Morisa menghentikan goyangannya pada lengan Jasson.


" Udah, kakak mau ke atas,


Ini tangan kamu..." Jasson menepuk tangan Morisa yang bergelantung di lenggangnya


"Ih judes..


Tapi kakak janji ya, besok temani aku!" Morisa melepaskan pelukannya.


"Hem.."


"Yaudah, biar Morisa antar kakak ke kamar, siapa tau kan nanti kakak jatuh di tengah jalan. Dan akhirnya besok gak bisa jalan jalan."


"Tidak perlu, kakak bisa sendiri!"


"Tidak! Morisa akan antar kakak titik. Gak boleh ngebantah." Morisa memeluk lengan itu kuat dan sedikit menarik agar mereka melangkahkan kaki.


Jasson menghela nafas lagi. Sudah hapal bangat dengan sikap adiknya itu.


..


"Oke sampai..


Apa aku perlu buka pintu untuk kakak yang paling tampan ini?"


" Tidak perlu. Lebih baik kau cepat cepat pergi!" Jasson memegang kedua bahu morisa dan membalikkan nya.


"Sekarang pergilah.. Jangan menggagu lagi!"


Jasson sedikit mendorong tubuh Morisa...


"Iih kakak.."


"Dasar anak, bikin pusing!" Jasson memegang pelepisnya. Kini matanya menatap Wajah Gita dari kejauhan.


Gadis itu sudah tidur lelap di sofa menggunakan selimut sampai ke leher.


Cepat sekali!


Bahkan dia tidak menungguku tidur? Apa dia sudah lupa dengan peraturan yang kubuat! Jasson berjalan mendekat hingga kini berdiri di depan Gita.


Jasson berjongkok. Menatap wajah gadis itu lekat. Baru saja dia akan membangunkannya dengan kasar namun suara itu menghentikan aksinya.


" Anda tega sekali! Bahkan anda menuduh saya yang tidak tidak!"


Jasson menaikkan kedua alisnya dan menarik tangganya kembali saat ingin menguncang Gita.


"Dasar pria Gila! Bahkan wajahnya mirip hantu. Pantas saja dia menikahiku, itu karena dia tidak laku." Gita mengigau sambil sedikit tersenyum.


Apa! Apa yang dia katakan. Dasar Gadis gila, bisa bisanya dia mengigau seperti ini.


" Mama Monik benar sekali." Gita menghentikan ucapannya sebentar.


" Apa! apa yang dikatakan mama monik?" Tanya Jasson yang melihat Gita sudah terdiam dan tidur tenang.


" Pria itu bengkok. Dia tidak menyukai wanita...


Lucu sekali. Bahkan untuk menyentuh saja aku dilarang. Dasar pria gila."


"Kau.."


Jasson hendak membangunkan Gita tapi..


" Jika dia pria normal, dari awal seharusnya dia sudah tertarik padaku. Aku tidak jelek jelek amat, bahkan banyak pria yang menyukaiku."Gita terseyum senyum.


Apa? Dia berani membicarakan hal semacam ini?


"Kevinku saja pria luar biasa, Dia jatuh hati padaku, tapi kenapa seorang pria yang mirip hantu tidak tertarik padaku?"


Dia benar benar sudah tidak waras!


" Kevin..


Maafkan aku.." ucap Gita sedikit terisak.

__ADS_1


Jasson menaikkan kedua alisnya.


Dasar gadis aneh, kenapa sifatnya berubah ubah?


Ini sudah tidak lucu lagi pikir Jasson.


"Hei gadis bodoh!!


Bangun!!" Jasaon berdiri dan mengguncang badan Gita.


"Aaaaa... Tolong tolong!!" Teriak Gita langsung terbangun, terduduk dan menyilangkan tanggan di dada dia pikir ada orang yang menyakitinya.


secara badannya tergoyang lumayan kuat.


"Dasar gadis gila!!"


Ucap Jasson. Suara itu sukses membuat Gita terkejut lagi.


"Aaah" Gita mengeser tubuhnya saat menyadari Jasson sudah berdiri di sampingnya.


" Apa yang kau katakan!! Kau berani menghinaku lagi?"


Jasson berjongkok menatap Gita lekat.


Apa maksudnya kenapa dia tiba tiba ada disini?


" Kenapa? Kau heran kenapa aku ada disini?


Kenapa kau tidur duluan? Sudah berani ?"


" Uh, maafkan aku tadi aku ketiduran."


" Berapa banyak laki laki yang menyukaimu?"


"Maksud anda?"


" Apa kau lupa? Kau mengigau barusan! Kau menjelekkan ku! Bahkan kau menyebut Nama Kekasihmu!"


" Astaga!! Apa itu benar, aku tidak pernah mengigau! Kenapa bisa. Apa yang aku katakan tadi! Habislah aku!" Dari mana Gita tau? mengingo itu adalah perasaan tidak sadar mana ada orang mengigau tau apa yang mereka katakan.


" Tolong anda melupakan nya Tuan. Aku pasti asal saja!"


" Sudah berapa banyak laki laki yang tidur denganmu?"


Tidak mungkin kan aku mengigau megatakan aku tidur dengan laki laki! Aku tidak pernah melakukannya.


"Maksud anda?"


"Tadi kau mengatakan banyak laki laki yang menyukaimu! Kau itu sangat jelek mana mungkin ada laki laki normal meyukaimu! Pasti pria tidak punya otak yang menyukai mu."


" Tidak, aku tidak pernah tidur dengan siapapun!"


"Bagaimana dengan kekasihmu? Kau sudah pernah?" tanya Jasson lagi.


"Tidak, dia pria baik baik!"


"Oh, ya. Apa kau mencintai nya?"


Gita diam.


"Tidak, mana mungkin aku berani! Aku sudah menikah." Sakit sekali mengatakan itu pikir gita.


"Benarkah? Apa kau mencintaiku!" Tatap jasson tersenyum menakutkan


"Tidak!! Mana mungkin aku berani!" Gita dengan cepat menggeleng.


Ada rasa aneh pada hati Jasson setelah mendengar itu tapi dia tetap mencoba santai.


" Tidurlah!!"


Jasson langsung berdiri dan berjalan mengarah Kasur itu.


Tiba tiba saja sangat malas menatap wajah Gita.


Dia kenapa lagi? Kenapa dia tiba tiba bersikap seperti itu?


Uh, aku tidak peduli. Yang penting dia tidak melakukan apapun padaku.


...


To be continued


...❤️❤️❤️...


🍁 Jangan lupa untuk like and vote ya Beste 🍁

__ADS_1


__ADS_2