
Dengan cepat Gita menutup pintu lemari nya mengambil berkas dan buku harian. Berlari keluar dari kamar menuju mobil.
Mengetuk jendela kaca supir.
Dengan ligat dapat perintah supir itu masuk kedalam kontrakan menenteng kantongan besar yang berisi pakaian setelah semua tersangkat dan dimasukkan ke begasi mobil Gita menutup Semua pintu hingga pintu luar kontrakan.
"Pak Kita Ke RS J sekarang!!"
........
Aku yakin sekarang pasti kak Yolan adalah kakak kandung ku. Aku yakin! Ini adalah syall Bunda rajut dengan tangan sendiri dengan motif dan desain yang tidak ada di luaran.
"Ya Tuhan semoga saja Kak Yol bisa mengingatku! Aku harap itubenar. Permudah semua jalanku semoga saja kak yol bisa sembuh Tuhanku, Aku ingin dia kembali seperti dulu yang selalu menyayangi ku!"
๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
Yolanda terjaga saat merasakan cairan masuk yang lumayan peri kedalam tubuhnya.
Menatap jarum infus yang melekat, menatap Perawat yang bertugas mengantikan cairan infus dan menyuntikan cairan tepat pada kabel yang melekat di tangannya.
"Dokter Yolan. Maaf jika menggagu istirahatnya." Tersenyum.
"Tidak, hanya sedikit perih saja."
Yolan menatap ke samping kanan, menatap lenggangnya seperti berat.
Jelas saja ternyata Jasson memegang tangganya dan tertidur disana.
"Sejak kapan dia disini?" Tanya Yolan yang didengar oleh perawat.
"Sejak semalam Dok!"
"Em, wanita sebelumnya dimana?"
"Dia sudah pulang duluan. Dan pasien yang anda periksa terakhir juga sudah pulang!"
Yolan hanya mengangguk jujur saja dia mencoba supaya tidak mengingat kejadian semalam agar tidak menggangu otaknya untuk mengingat.
Setelah kepergian perawat itu Jasson akhirnya tersadar karena Gerakan Yolan seperti tidak nyaman.
"Kau sudah bangun? Kenapa tidak memberitahuku?" Tanya Jasson sambil dengan santainya mengucek mata dan merapikan rambutnya.
"Hem, kamu sangat nyenyak aku tidak enak untuk membangunkan mu. Padahal tanganku sudah keram karena gengamanmu."
"Ah, aku tidak sengaja tertidur disini. Bagaimana? Apa yang kau rasakan sekarang?"
"Sudah jauh lebih baik. Aku lebih baik tidak ingat selamanya Jas. Sepertinya aku ingin terbunuh jika mencoba mengingat siapa diriku."
"Hei, jangan ngomong seperti itu!" Ucap Jasson secara halus.
"Kamu pasti akan ingat semuanya. Keluarga mu akan datang. Kau harus yakin kau pasti bisa bertemu dengan mereka. Jangan langsung putus harapan. Kau seperti bukan Yolan yang kukenal jika merengek seperti ini!"
__ADS_1
"Jas ini sudah sepuluh tahun. Apa ini bukan lagi namanya Amnesia total? Amnesia permanen? Aku sudah berobat selama 5 tahun dengan bantuan mu. Aku sudah menyusahkan keluargamu dengan keberadaan ku. Dan hasilnya aku bahkan tidak tau jati diriku!"
"Suttt....
Kau tidak boleh bicara seperti itu. Kamu sudah jadi keluarga ku semenjak kamu datang di hadapanku. Aku sangat menyayangimu seperti saudara kandung. Kami sekeluarga mengagapmu sebagai keluarga. Kami tidak pernah berpikir yang lain dan mengasingkanmu. So, jangan pernah merasa seperti parasit. Kamu adalah harta yang mungkin dititipkan Tuhan Untuk mama dan Papa begitu juga denganku dan Morisa."
"Tapi, selama ini aku menyusahkan kalian."
"Tidak, tidak ada kata menyusahkan. Kau malahan jadi penolong dalam keluarga kami. Ingat saat dulu Papa kecelakaan dan dinyatakan sudah di ujung. Tapi bantuanmu dan keahlianmu menyelamatkan papa Janes sungguh hal yang sangat luar biasa. Jadi jangan merasa dirimu mengecewakan. Coba pikirkan lagi berapa banyak orang selama ini yang kau tangani dan bantu obati. kamu sangat membantu dan hidupmu tidak menyusahkan orang lain melainkan penolong untuk orang lain."
"Tapi itu semua bukan rancanganku melainkan rancangan yang di atas Jas, AKu bukan Tuhan yang mampu menghidupkan yang mati, tapi bantuannya aku bisa melakukan yang terbaik."
"Nah, itu kau paham. Itu semua juga karena kekuatan mu tanpa adanya kemampuan sepertinya yang diatas juga tidak bisa membantu lebih. Tapi karen semangat dan kegigihan mu maka kau penuh berkatnya."
"Jas, sekarang bagaimana? Kemarin aku bertemu dengan orang yang mengenal keluarga ku. Apa aku harus percaya? Atau mengabaikannya saja?"
"Pelan pelan aja Yol, Kamu pasti Bisa. Aku akan cari tau lebih detail mengenai ini semua. Jadi jangan terlalu dipaksakan okeh?"
"Hem, aku percaya padamu."
Yolan menggaguk dan terseyum.
๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
"Sayang kamu ngapain kesini?" Jasson yang baru keluar dari Ruang inap Yolan terkejut akan kedatangan Gita yang ngosngosan melihat jam tangan yang masih subu.
"Ah, itu emm, aku mau jenguk kak, kak yolan.."
Gita mengatur nafas dan terseyum.
"Kak Yolan udah bangun kan?" Gita mulai normal dan memegang tangan Jasson yang masih mengatup di wajahnya.
"Sudah, kamu belum jawab, kenapa harus sampai begini? Kalau mau jenguk nanti siang juga bisa sayang."
"Aku gak tau cara jelasinnya bagaimana." Gita menarik tangan Jasson agar terlepas dari kedua pipinya.
Gita mengambil sikap serius.
Jasson menatap intes kedua mata coklat itu.
Apa Gita sudah tau kalau Yolan saudara kandungnya? Tapi dari mana dia tau?
Ah, mungkin feeling ku saja.
"Sayang, kamu masih ingat gak syall yang pernah kamu tunjukin sama aku. Yang ada dikotak. Kamu nyuruh aku nyari di gudang saat itu."
"Hem, masih memang kenapa? "
"Syall itu untuk siapa? Untuk kak Yolan kan? Itu milik kak yolan kan?"
"Ya, kamu tau dari mana?"
__ADS_1
"Ada tulisannya. Dan kamu tau sayang kamu bilang itu bukan syall sembarangan kan di rajut sendiri, dan kamu tau siapa yang rajut?"
"Tentu saja aku gak tau? Emang kamu tau?"
"Bunda."
Jasson melototkan matanya.
"Ma maksud kamu? Bu bunda? Maksudnya?"Jasson mulai gugup. apa Gita?
"Orangtua kami. Bunda Yelsin."
"Aku belum mengerti maksud kamu." Pura pura Jasson.
Hem, akhirnya Gita tau sendiri kalau dia saudaranya Yolan.
"Kakak Yolanda itu adalah Saudara ku sayang."
"Kamu tau dari mana kalau Syall itu bunda kamu yang rajut? Dan kamu bilang apa tadi saudara?"
Gita membuka tasnya dan mengeluarkan syall yang sama seperti milik Yolanda.
"Ini, Bunda merajut 3 syall untukku, untuk kak Yolan dan untuk kak Bisma." Gita menunjukkan tulisan namanya.
Jasson tak bisa berucap lagi.
"Apa kamu yakin?" tanya Jasson sekali lagi.
"Kamu gak percaya? ini buktinya. Jika peelu kami juga punya liontin yang sama. tapi sayangnya punyaku sudah hilang." kata Gita memelan.
"Kamu harus percaya Sayang, kak Yolan saudara ku. Kak Yolan kembaran Kak Bisma.
Nama kak Yolan Biska Yolanda dan kak Bisma, Bisma Yeriko. Kamu harus percaya!"
"Kenapa kamu baru sadar jika Yolan saudara mu Gita? Selama ini bahkan Yolan tinggal di sekeliling mu kamu tidak mengenalinya? Kamu dari mana selama ini? Kenapa kamu gak cari tau tentang Yolan?"
"Aku terpisah dengan kak Yol sejak kecelakaan waktu itu. 3 tahun aku berobat di luar negeri dan alhasil setelah balik ternyata kak Yol tinggal bersama Oma dan oppa. Dan sejak itu juga kak Bisma tidak pernah sayang lagi sama aku. Dia selalu berpikir karena aku dia terpisah dengan saudara kembarnya."
Tanpa terasa air mata itu lolos dari pipi Gita.
"Dan setelah kak Yol lulus Sekolah Menengah Atas dia berencana pulang ke tempat kami. Aku bahagia dan sangat senang sangat mendengar berita kepulangannya. Selama dia tinggal di rumah Oma, kami tak pernah saling kontakan aku sangat merindukannya. Aku berpikir dengan kepulangan kak Yol bisa mengubah sifat kak Bisma padaku. Namun Tuhan berkendak lain. Kau tau Pesawat yang ditumpangi kak Yol mengalami kerusakan dan terjatuh ke laut luas dan yang paling membuat histeris tidak ada penumpang selamat. Bahkan beberapa korban dinyatakan menghilang dan sala satunya kak Yolan. Kami sudah mencari kak Yolan Sampai 2 tahun berturut terus masih berjalan. Karena selama itu tidak ada tanda tanda akhirnya pencarian dihentikan.
Kak Bisma pergi melanjutkan sekolahnya keluar negri tak pernah berhubungan dengan ku. Tiap tahun pulang tapi serasa tidak keluarga bertegur sapa saja dia serasa jijik denganku. Aku gak tau aku salah apa. Dan sekarang harapan ku hanya pada Tuhan dan kak Yolan. Aku harap Tuhan mengizinkan agar keluarga kami bisa bersama lagi dengan kerukunan dan semoga Tuhan membantu pemulihan kak Yolanda. Aku Sangat berharap Kak Yolan bisa mengingatku."
Jasson mendekat dan menarik Gita dalam pelukannya memeluk erat tubuh itu. Mencium puncak kepala dengan lembut.
"Kamu harus yakin Sayang. Kamu harus kuat. Aku tau bagaimana sakitnya yang kau rasa, aku akan selalu ada untuk mu aku akan membantu mu untuk ini."
"Terimakasih.."
Gita menutup mata menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang yang hangat itu.
__ADS_1
To be continued ๐ท
maaf guys telat๐ฅบ๐