Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
40. Sewajarnya saja


__ADS_3

" Stop, stop, stop!!


Sampai disini saja Pak! "


"Tapi Nyonya,,,"


"Sudah dekat kok Pak! Lihat." Gita menatap arah depannya menunjukkan Makam yang sangat luas itu.


"Baiklah, saya akan ikut dengan Nyonya." Supir itu turun dan langsung membuka pintu untuk Gita.


"Pak, tunggu saja disini! Aku tidak akan kabur!"


Tanpa menunggu jawaban, Gita berjalan ke arah makam itu.


Uh, pria ini pasti sudah tidak waras, aku menyuruhnya untuk menunggu malah ikut juga? Dasar Gila..


Gita berhenti tepat di pintu masuk makam itu.


"Tunggu disini Pak! Tidak perlu sampai ikut ke makam Orangtua saya! Anda bisa melihat saya dari sini saja!"


Gita melanjutkan langkahnya.


Uh, untung saja dia nurut. Jika tidak aku akan benar benar melarikan diri.


"Halo...Ayah Bunda. Gita datang lagi..


Bunda selamat ulang tahun! " Gita memberikan buket bunga yang dia beli di tengah jalan menuju makam ini.


"Dulu Gita masih ingat bangat kalau Bunda ulang tahun, Gita akan buatkan kue buat Bunda walau rasanya kurang enak tapi Bunda selalu mengatakan masakan Gita yang paling enak.."


Seperti biasanya Gita curhat dengan batu nisan itu!


..


" Kakak..." Teriak Morisa sekuat tenaga.


Kak Jasaon mana sih! Katanya mau jalan jalan tapi batang hidungnya saja tidak terlihat! Menyebalkan..


Morisa memasuki Life menuju lantai 2. Dan untungnya Jasaon berada disana. Tepatnya di balkon lantai 2 yang berada lurus dari pintu life.


"Kakak.."


Jasson menatap Morisa!


"Kak kit.." belum sempat Morisa mengatakan kalimatnya..


" Kita akan segera pergi!..."


"Bagus!!" Potong Gita cepat


"Em, tunggu aku ya Kak, aku siap siap dulu!"


"Jangan lama Sa!"


"Okeh pak bos, aku hanya akan menggunakan waktu 2 jam!" Ucapnya sangat santai!


"Jika aku menunggu 2 jam, lebih baik kau pergi sendiri!"


"Uh, tidak. Aku hanya ingin jalan jalan bersama kakak!"


" 30 menit, jika terlambat aku tidak akan pergi!"


"What!! Kakak mau aku mekup ala gembel! Yang benar aja kak? 30 menit bukan waktu yang digunakan!


"Waktu mu tersisa 29menit lagi!"


"Kak!!! Yang benar saja, aku belum ngapa ngapain!


"Waktu terus berputar Sa." Jasson sedikit menggangkat tangganya, menatap Arlojinya.


*Aaaaahh." Dengan berlari Morisa menekan pintu life.


"Apa sekarang dia sudah sampai? Apa dia baik baik saja?" Jasson membalikkan badannya menatap pemandangan yang indah dari atas balkon itu.


Tiba tiba aja Jasson merasa khwatir, dia takut saja kejadian lampu terulang lag pada Gitai.


"Uh, apa aku sudah gila? Kenapa aku memikirkan nya?" Benar benar tidak Jasaon, bisa bisanya dia sampai termenung memikirkan seorang wanita.


..


Brigitta


"Vin, apa kau sedang sibuk?"


^^^Kevin^^^


^^^"Tidak, apa ada yang ingin kau tanyakan?^^^


Brigitta

__ADS_1


"Em, begini kita bertemu di sini aja ya


Alamat xx jam 13.00"


^^^" Baiklah tidak masalah yang penting kamu datang."^^^


"Pak! Anda tidak perlu ikut ke dalam tunggu di mobil saja!'


"Nyonya anda mau ngapain kesini?" Supir itu menatap dari jendela kaca mobil.


Terlihat Gedung besar. Itu adalah Moll.


" Menurut bapak ngapain lagi ke moll!"


"Nyonya saya harus ikut Karen Moll ini sangat luas dan sangat ramai, jika terjadi sesuatu dengan Anda, saya juga yang akan kena imbasnya!


Gita memijat pelipisnya...


Rencana apa yang harus kulakukan?


Oh..


" Jangan ikuti saya Pak! Aku benar Benar ingin sendiri. Lagian saya tidak akan pergi kemana mana, dan. Saya juga bisa bela diri!"


"Nyonya, tapi!!"


"Saya ingin membeli barang privasi apa anda ikut juga? Saya akan membeli pakaian dalam dan lainnya disana? Apa anda ingin masuk juga? "


"Tidak Nyonya. Saya akan jaga di di depan mol saja! Anda bisa hubungi saya jika terjadinya sesuatu. Supir itu tidak bisa berkata kata lagi.


Supir itu memberikan no ponsel nya.


Brigitta terseyum singkat dan dengan cepat masuk ke mol yang sangat besar dan megah.


Dret.. dret..drettt


Mengeluarkan handphone dari tas selempang.


"Halo Vin?"


"************"


"Yah, aku sudah sampai.."


"*************"


"Hitunglah sampai sepuluh, aku akan sampai disana!" Kevin masih celingukan mencari sosok Gita. mulai menghitung namun ia masih mencari sosok itu.


"**********"


"Berhentilah celingukan seperti itu Vin. Tutup matamu aku akan segera sampai!"


"......"


"Menurutlah!!" ucapnya lagi.


Gita berlari dengan cepat.


menarik kursi dengan sangat hati-hati dan duduk disana.


"Buka matamu!" Bisik Gita pada Handphone itu.


Dengan sedikit terkejut Kevin menatap Gita dan segera menurunkan tangganya dari pipinya.


"Kenapa aku tidak mendengar langkahmu?"


"karena aku jalan ngendap ngendap he he he."


Kevin menatap Gita aneh.


Entahlah apa yang ada dalam pikirannya.


"Ini untuk ku?" Tanya Gita sembarin memegang gelas yang berisikan Boba di hadapannya.


"Ya, aku baru saja memesannya."


"Kamu masih ingat saja aku menyukai ini!"


"Aku tidak akan pernah melupakan sedikit pun tentang dirimu baik itu penting atau tidak, kecil, atau besar aku akan selalu mengingat mu!"


Gita diam. Seharusnya dia tidak mengatakan itu tadi. Sekarang jadi baper lagi deh!


"Terimakasih Vin, Maafkan aku. Aku sudah mengingkari janji."


Kevin menggeleng dan memegang pipi Gita menggunakan tangan kanannya.


"Kau tidak salah. Kau terpaksa kan? Aku akan membantu mu keluar dari Pernikahan ini! kita bisa jalani hidup bersama lagi nantinya, Kau tidak perlu lagi merasa terkunci. "


" Tapi vin, apa itu mungkin? Ini Pernikahan Vin bukan hubungan berpacaran! Kau tau kan jika seandainya aku berpisah dengannya aku akan menjadi janda muda!"

__ADS_1


Entahlah Kevin sedikit terkekeh mendengar kalimat akhir Gita.


"Vin, kau kenapa? Kamu menertawai aku, Karen janda muda?"


"kamu sedikit lucu saja tadi.


Bi.." Kevin memegang kedua pipi itu.


" Aku mencintaimu apa adanya Bi..


bukan karena status dan keadaanmu!


Aku mencintaimu tulus dari hatiku..


Karena hatiku selalu percaya tentang apa yang kau ceritakan, dan hatiku berkata kau wanita yang sangat baik dan tidak ada wanita seperti dirimu!"


"Aku percaya Vin. Aku tau kau juga pria yang baik. Tapi apa dayaku sekarang."


"Vin, Kau tau sendiri. Aku bukan Brigitta yang dulu lagi. yang selalu ceria di kondisi apapun, tangguh, pemberani, kuat tapi Vin sekarang Brigitta lemah, Mudah ditindas, pecundang dan aku..."


sssttt Kevin menempel jari telunjuk di bibir Gita.


"Kau tidak berubah. Hanya saja sekarang ini kau berada di tempat yang bukan seharusnya kau tempati, dan kau tidak mudah bersosialisasi di tempat baru. itulah yang membuat mu, seperti tidak bisa berbuat apa apa.


Dan, Kamu harus Percaya, Kamu tidak sendirian. Ada Tuhan, dan ada aku Juga."


Kevin membenarkan posisi duduknya.


"Vin aku punya pertanyaan!"


"hem,"


" Kenapa kamu tidak pernah bertanya soal hubunganku dengan Jasson? Kamu tidak pernah bertanya apa yang sudah dia lakukan dan aku lakukan. Apa aku dalam kondisi baik atau tidak. Kamu kenapa tidak pernah bertanya hal itu??"


" Melihat mu, aku sudah bisa tau apa yang kau lakukan. Apa yang kamu rasakan. Dan apa yang sudah di perbuat nya Padamu!"


Gita menatap binggung bagaimana maksud nya?


"Aku sudah cari info lebih dulu Bi. Aku tau pria itu tidak menyukaimu, dia memperlakukan mu selayaknya pelayan. iya kan Bi?"


"Kamu tau dari mana? Aku tidak pernah cerita!"


"Kamu lupa? Untuk mencari tau hal seperti ini sangatlah Muda Bi!


" Bagimu semua hal memang mudah!" Gita berdeciss.


" Jangan menunjukkan sifat gemas Bi! Aku tidak tahan melihatnya!"


"Tidak tahan kenapa?"


"Jantungku!!" Kevin memegang dadanya dan sedikit bersikap berlebihan di depan Gita.


" Mana ada orang suka pada ekspresi wajah kesal!"


"Ada kok. Buktinya aku!" Jasson menunjuk dirinya sendiri.


"Hanya kamu! yang lain mana ada Vin!" dengus kesal Gita.


"Bi.. sini deh!" Kevin memainkan jari telunjuk menyuruh Gita mendekat!


"kenapa? " dengan santainya Gitan mendekat. dan Cup..


satu kecupan pada kening yang hampir Mengenai rambut.


"Vin? apa yang kau lakukan?" Gita membenarkan posisi duduknya. dan celingak-celingukan. Merasa tidak aman.


"Kamu kenapa Bi?"


"iih.. Kamu yang kenapa? Kenapa tiba tiba sih! Kamu gak pernah berubah!!"


" Kamu masih malu?"


" Aku ini istri orang Vin, jika ada yang lihat bagaimana?"


" Kamu mau aku cium di tempat sepi kalau ada setan Gimana?"


" Bukan itu maksud ku!


Seharusnya kamu tidak perlu melakukan kontak fisik denganku! Itu dosa Vin. Aku sudah menikah!"


" Baiklah, seharusnya aku lebih cepat bertindak. Agar aku bisa menikahi mu!" Ucap Kevin terseyum.


Entahlah, tapi Gita tidak senang mendengar ucapan kevin. Seharusnya dia senang menikah dengan orang yang dia cintai. Tapi entahlah perasaannya tiba tiba aneh sekarang.


To be continued


....❤️❤️❤️...


🍁 Jangan lupa like dan vote 🍁

__ADS_1


__ADS_2