
Seminggu Jasson dan Gita berada di kota tetangga. Kini mereka akan pulang ke kota tempat tinggal mereka.
Karena besok adalah hari paling penting untuk Yolanda dan Kevin. Mereka akan mengadakan pesta pernikahan yang sudah di Nantikan para tamu. Apa cuman tamu? apa Yolan dan kevin juga menantikannya?
...
"Kamu mau ke RS juga Yol?"
"Ia tan. Soalnya ada operasi dadakan."
"Bukannya kamu udah izin. Besok kan acara pernikahanmu Yol. Santai aja dulu."
"Sebenarnya mau sih tan. Tapi ini kan menyangkut nyawa seseorang. Gak mungkin Yolan biarin."
"Emang hanya kamu Dokter disana? Kan banyak Yol!"
"Gak papah tan. Selama Yolan masih kuat, kenapa tidak?"
"Ah, baiklah. Yang penting kamu berbuat baik . Tapi ingat nanti pulang cepat. Kita ada acara makan malam bersama sama keluarga Lakeswara."
"Iya tan. Sudah tiga kali loh tante bilang."
"Biar kamu gak lupa."
"Yaudah, Yolan berangkat tan."
"Gak diantar sama kevin? Dia dimana?"
Yolan menggeleng.
"Pasti masih tidur. Dia kan gak kerja hari ini. Anak itu! Bentar tante Panggilkan."
"Ah, gak usah tan. Biar saja kan semalam juga dia lembur pasti juga kan masih capek."
Semalam Kevin tidak menjemput Yolan seperti biasa yang ia lakukan, karena calon suaminya lembur.
"Pengertian sekali. Baiklah diantar sama pak Tono aja( supir pribadi)"
"Iya tan." Senyum Yolan.
Setelah menyalim Gres. Yolan akhirnya pergi menuju RS.
Sampai di RS orang pertama yang menyapanya ialah Dokter Yosua.
"Pagi Dokter Yolan."
"Pagi Dok." Balas Yolan terseyum.
"Baru datang juga?" Tanya Yolan.
"Iyah, tadi liat dokter Yolan. Jadi ditunggu deh, biar bareng."
Yolan terseyum.
"Mari dok." Dengan senang hati Yosua berjalan beriringan.
"Bagaimana keadaan pasien yang akan di operasi nanti dok?" Tanya Yolan.
"Drop. Pasien mengalami gagal jantung. Sepertinya nanti kita akan melakukan transplantasi deh."
"Dokter sudah pernah sebelumnya menangani kasus seperti ini?"
"Pernah tapi-"
"Kenapa dok?"
"Gak, sedikit khawatir saja."
"Oh, semangat dok. Sampai ketemu di ruang operasi." Ucap Yolan dan masuk ke ruangannya.
Dia menyalakan monitor. Dan menampakkan gambar organ dalam itu.
Seperti nya tidak hanya pembengkakan tapi ada bocoran kecil disana.
Dan yang pasti harus transplantasi organ.
Yang paling menakutkan saat transplantasi adalah penerimaan dari tubuh tersebut. Terkadang tubuh menolak dan akibatnya jantung tidak dapat berfungsi. Dan hal itu sangat menakkutkan. Pencangkokan juga sangat sulit untuk dilakukan.
Harus dokter yang benar benar ahli lah yang bisa.
Operasi dimulai jam sembilan pagi.
Dan diperkirakan harus bisa mencapai waktu tiga jam jika lebih akan ada masalah yang terjadi. Jadi harus bisa sebelum atau pas pada waktu nya.
...
Jasson dan Gita tiba di mansion pukul 09.30
Gita yang memang menikmati perjalanan pagi itu merasa puas sesampai di mansion.
"Ada yang baru pulang honeymoon." Sindir Morisa yang tadinya ingin keluar mengelilingi mansion.
"Kak Gi. Aku merindukan mu!" peluk Morisa. yang langsung di balas oleh Gita.
"kakak juga merindukan mu.."
akhirnya pelukan itu terlepas.
"Oleh oleh mana?" Morisa
Memajukan tangganya.
"Di mobil." Ucap Jasson.
"Benaran ada ka? Padahal hanya bercanda." Morisa Tertawa renyah.
"Iya ada. Ambil aja!"
",Yey, thanks kak!" Morisa mengecup pipi Jasson dan berlalu.
"Perasaan tadi kita gak beli apa apa yang." Gita menatap Jasson.
Jasson hanya tersenyum devil.
"Nanti kamu akan tau sendiri. Lebih baik kita bersih bersih. Yuk!" Jasson merangkul Gita untuk berjalan menuju lift.
Belum lagi lift tertutup
"Kak Jassonnn!!!!!" Teriak morisa kencang dan akhirnya lift tertutup.
"Tadi morisa teriak sayang. Dia kenapa?" Tanya Gita khwatir.
"Gak kenapa napa." Senyum Jasson lagi.
__ADS_1
"Kamu? Sayang turun ayo. Kita liat moris!"
"Tidak usah! Biarkan saja."
"Kamu? Kenapa?"
"Nanti kamu akan tau sendiri sayang."
Ting..
Pintu lift terbuka.
"Benar an morisa gak masalh itu dibawah?"
"Iya Gita sayang!
"hem, baiklah aku percaya padamu."
Pintu kamar dibuka. Gita dengan cepat berlari ke arah kasur dan merebahkan diri disana.
"Aaahh aku merindukan kamar ini." Ucapnya seperti berenang di kasur dengan keadaan terlentang.
"Sayang.. Hati hati ada bayi disini." Jasson mengelus perut Gita dan ikut berbaring.
Dia memeluk tubuh Gita dan mencium pipi itu.
"Kamu mandi duluan. Aku masih mau rebahan yang!"
"Bentar aku juga masih capek. Mau rebahan juga." Jasson menelungkup di leher gita.
"Sayang. Risih aku gak nyaman seperti ini."
"Bentar aja."
"Sepuluh menit ya!"
"Hem."
Gita memejamkan matanya sesekali ia mengelus perutnya yang buncit.
Aku bahagia.
Bisa mengandung dirimu sayang. Dan itu semua juga berkat papamu yang selalu menjaga mama sampai kini mama selalu merasa bahagia. Walau terkadang kamu bertingkah disana tapi keberadaan papamu. Sangat membantu mama menahan itu. Aku bersyukur pada sang pencipta sudah memberikan semua ini padaku.
"Sayang.."
"Hem?"
"Kamu mikirin apa? Kenapa bengong?"
Gita menatap Jasson.
"Huh? Kupikir kamu tidur. Kenapa?"
"Jawab sayang jangan nanya balik!"
"Tidak, aku hanya merasa bahagia saja bisa bersama dirimu."
"Terimakasih. Sudah merasa bahagia ada bersama ku!"
"Aku juga terimakasih karena sudah menjagaku dan selalu berada di hidupku."
Entahlah siapa yang memulai tapi dua sejoli itu kini sudah berciuman disana.
Hingga ciuman itu berubah jadi ciuman hot.
...
"Bukan aku. Tapi kita semua sangat hebat." Bertepuk tangan bersama.
Akhirnya operasi itu berjalan dengan lancar dokter Yolan dokter utamanya dan tangan kanan nya tadi dokter Yosua.
Setelah pasien diantar ketempat khusus Yolan membersihkan dirinya. Karena jam makan siang hari ini dia akan bertemu dengan Kevin.
Sebenarnya selama seminggu ini Yolan sudah mulai nyaman bersama Kevin.
Dan merasa senang tidak tau karena apa.
...
"Dokter Yol. Selamat kamu luar biasa." tiba tiba Dokter Yosua menghampiri Yolan yang baru saja keluar dari ruang pribadi itu.
"Kita semua." Ucap Yolan tersenyum menanggapi sambil merapikan rambutnya.
Yosua hanya menganguk angguk sambil tersenyum.
"Dokter yol mau pulang?" Yosua menatap Yolan yang sudah menggunakan pakaian yang rapi tanpa jas dokternya.
"Iya dok. Soalnya kan tadinya sudah izin tapi karena operasi dadakan jadi harus wajib datang."
"Dokter yol memang mau kemana? Maaf jika lancang!"
"Aku ada urusan pribadi sama mau makan diluar. Kalau dokter jadwalnya sampai kapan?"
" Aku sampai jam tujuh malam dok!"
Yolan menggaguk.
"Kalau begitu Aku duluan dok Yosua. Semangat terus!"
"Pasti. Apalagi jika dokter Yolan yang cantik menyemangati!"
"Ha ha dokter Yosua bisa aja bercanda nya awas nanti ada yang cemburu dok. Nanti aku juga yang dalam bahaya."
"Tidak akan ada kok soalnya aku masih-"
Dret dret..
Dering ponsel Yolan.
"Ah, aku pulang duluan Dok. Soalnya udah di tunggu."
"Sama si-"
"Aku pergi dulu dok. Bye.." dengan cepat Yolan pergi meninggalkan Yosua yang selalu tanggung dalam bicara.
"Apa itu pacar Dokter Yol?" Pikir Yosua yang masih bisa menatap punggung Yolan dan yang akhirnya tak terlihat karena sudah berbelok ke arah keluar.
"Tapi tidak mungkin. seminggu yang lalu Yolan mengatakan bahwa ia tidak memiliki pacar kan?" Batin Yosua.
.
"Kenapa lama sekali?" Gerutu Kevin yang berdiri bersandar di badan mobil.
__ADS_1
"Ih, baru aja selsai operasi Vin. Kamu kalau bicara romantis dikit kek!" Ucap Yolan terseyum. Yang akhirnya masuk ke dalam mobil yang dibukakan oleh Kevin.
Setelah keduanya masuk akhirnya mereka melaju ke restauran.
Tapi belum lagi mereka sampai ponsel Yolan berbunyi.
Menampilkan nama Dokter Yosua.
"Kamu berhubungan dengan dia?" Tanya Kevin acuh saat melihat nama itu.
"Sudah aku bilang dia partner kerja aku! Udah diam ya. Aku mau angkat!"
Yolan mulai menggeser ikon warna hijau itu.
"Halo dok?"
...
"Apa?"
Kevin melirik Yolan yang berteriak itu.
...
"Baik. Baik aku akan kesana sekarang juga.."
..
"Baik, terimakasih."
Yolan mengakhiri teleponnya.
"Vin, kita balik ke RS sekarang!"
"Kenapa?"
"Cepatlah, putar balik." Yolan memukul pelan lengan Kevin.
"Iya iya sabar.." Akhirnya mobil itu berbalik.
"Ada apa sebenarnya?" Tanya kevin sembari menyetir.
"Orang yang baru aku operasi tiba tiba drop." Yolan menggoyang-goyangkan kaki dan tangganya. Berharap semoga tidak terjadi masalah.
"Tenanglah!"
"Gimana mau tenang jika ini bersangkutan dengan nyawa vin.."
"Kau percaya kan dengan usaha mu? Jika kau percaya semua akan baik baik saja!"
"Masalahnya ini-"
"Oh, ayolah ..
dokter Yolan bukannya dokter hebat?" Ucap Kevin.
"Ah, cepatlah vin."
"Ini sudah di atas normal. Apa kau tidak takut. Sebelumnya kau berteriak disini, karena kecepatan nya di atas normal. Sekarang kau meminta agar lebih cepat?"
"Astaga di saat seperti ini aku lebih takut dengan nyawa pasien!"
"Kau tidak berubah." Ucap Kevin pelan. Dia ingat dimana Yolan menolong Mama Gresya.
Akhirnya tiba di RS. Tanpa basa basi lagi Yolan langsung keluar dari mobil dan berlari masuk RS.
Kevin menghela nafas. Dia sangat percaya bahwa pasien itu akan baik baik saja.
Setelah memarkirkan mobilnya Kevin masuk kedalam RS. Daripada mengacau Kevin masuk ke dalam ruangan Yolan dan duduk di kursi kebesaran itu. Ya ampun sembarangan bangat ya bang. Mentang mentang punya calon istri. Ingat itu bukan RS mu Vin. Tapi milik jasson.
..
"Dok ini pasien yang tadi. Lihat, dari tadi dia seperti sesak dok! kami sangat khawatir. keluarga pasien juga tadi berteriak histeris dan menuduh sembarangan." ucapnya gemetar sambil terburu buru
Yolan menghela nafas dalam. Untung saja saat di luar negri dulu ia sering mendapat khasus seperti ini.
"Syukurlah. Dia tidak apa apa. Ini hanyalah efek dari pencockan dari jantung barunya." setelah memeriksa keseluruhan Yolan meresepkan cairan dan obat yang harus di suntik akhirnya pasien kembali tenang.
"Huh, untung ada dokter yolan." Ucap perawat tersebut.
"Tidak, ini hanya masalah biasa yang dialami kok!"
"Dokter yolan!" Panggil Yosua dari ambang pintu dan masuk ke dalam.
"Bagaimana pasiennya?"
Nafas yosua seperti terburu buru.
"Kenapa dok? Pasien baik baik saja."
Yosua langsung mendekat ke arah pasien.
"Huh, syukur deh. Aku pikir ini adalah akhir semuanya." Ucap Yosua.
"Akhir semuanya?"
"Yah, aku pikir tadi kita semua akan di campakkan ke sel. Kalau sampai pasien kita-"
"Tidak akan dok. Percaya semuanya akan baik baik saja. Kalau begitu saya keluar duluan. Sus nanti data pasien antar ke rungan saya!" Ucap Yolan.
"Baik dok!"
Yolan berjalan menuju ruangannya namun langkahnya berhenti saat Yosua datang.
"Kenapa dokter bisa datang? Apa urusan dokter Yolan sudah?"
"Tidak. Kami tidak sempat makan siang. Langsung putar balik kesini." Yolan tiba tiba berhenti.
"Ada apa dok?" Tanya Yosua.
"Dokter bilang tadi pasien drop dan dokter gak tau kenapa terjadi? Menurutku hal ini seharusnya sudah dokter tahu, bukannya dokter pernah bilang bahwa sudah pernah menangani khsus operasi seperti ini?"
"Ya, tapi aku tidak pernah menangani operasi dengan tingkat seperti ini. Operasi tadi adalah operasi tersulit yang pernah saya lihat."
Yolan menggaguk mungkin saja pikirnya.
"Dok, bisah kah aku meminjam buku tentang operasi yang mungkin kamu punya saat di luar negeri dulu? Aku dengar dokter Yolan adalah dokter hebat lulusan luar dan pernah bekerja disana juga."
"Aku punya catatn, mungkin dokter memerlukan nya. Ayo, saya akan ambilkan."
Yolan mengajak Dokter Yosua menuju Ruangan pribadinya.
To be continued 🌷
__ADS_1
Hi, kembali lagi ayo berikan dukungan kalian besti sekalian mau undang kalian untuk ikut ke acara pernikahan Yolan Dan kevin. wkwkwk
kalau mau ikut pantau terus yah beb❤️