Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
105. Ngayal Jadi Isteri


__ADS_3

🌟❀️🌟


"Gita!!!!" Teriak Jeni dan berlari langsung memeluk Gita.


"Aku merindukan mu!"


"Aaa, jen. Aku juga merindukan mu!"


Sambil melepaskan pelukannya.


"Kau tau aku sangat syokk saat berita kehilanganmu! Sebenarnya ada apa Gi, kenapa bisa?"


"Hu, kau tau ini sudah jam delapan jika aku bercerita sekarang itu tidak akan mungkin karena ceritanya bisa satu malam dua hari jen! Ayo! Sekarang aku mau keruanganku. Aku sangat merindukannya!"


"Tapi janji ya, kamu harus cerita! Aku udah kepo habis!"


"Ah, ya!" Gita merangkul pundak Jeni sembari berjalan memasuki ruangan nya.


.


"Ah, aku merindukan aroma ini." Gita mengirup udara dalam dalam.


Sejuk dan segar.


Tok tok tok.


Ketukan pintu membuat dua insan yang di dalam menatap ke arah yang sama.


"Ada apa?" Tanya Gita mengerutkan keningnya.


"Ibu Gita dipanggil pak Efendi ke ruangannya sekarang!"


"Ha? Masalah apA?" Tanya Gita.


"Ya pasti karena kamu baru masuk lah gi!" Ucap Jeni menepuk pundak nya.


"Ah baiklah aku akan segera kesana."


___


"Selamat pagi pak! Ada yang bisa saya Bantu?" Ucap Gita sopan.


"Duduklah!"


"Baik!" Gita duduk dan kini posisi berhadapan dengan Efendi dengan meja besar yang menjadi pembatas di antara mereka.


"Aku pikir kamu tidak bekerja lagi. Tapi baguslah! Karena kamu sudah hadir kembali, ada program besar yang harus kita ikuti 3 hari kedepan. Program sebelumnya berjalan dengan lancar. Dan aku em kita semua akan lebih senang jika kamu yang jadi juru bicaranya nanti. Kamu bisa kan?"


Gita terdiam sejenak.


"Bapak tidak bercanda kan? Bapak serius? Bapak percayakan program ini pada saya?"


"Tentu saja!"


"Ah, trimakasih pak terimakasih!" Ucap Gita sambil berdiri dan mengatupkan kedua tangan.


"Sans aja Gi! Tidak perlu berlebihan,


kamu memang pantas mendapatkannya. Dan ini. Ini semua materi yang perlu kamu pelajari dalam dua hari ini. Saya harap kamu tidak akan mengecewakan!"


"Tentu. Saya akan memberikan yang paling terbaik. Kalau begitu saya pamit pak. Sekali lagi terimakasih. Atas kepercayaannya."


____


Sore ini Gita pulang lebih Sorean karena menghabiskan sedikit waktu nya untuk makan bersama Jeni dan sembari bercerita.


"Selamat sore Nyonya..". Sambut para pelayan mansion saat Gita sudah tiba di pintu masuk.


"Selamat Sore juga." Ucap Gita terseyum ramah.


"Bik, suami saya sudah pulang?" Tanya Gita. Pada seorang pelayan yang menemaninya berjalan ke arah kamar.


"Belum Nyonya."


Gita hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar nya. Dan tentu saja di sana tidak ada manusia.


Selsai dari aktivitas kamar nya Gita turun dengan keadaan fresh menuruni anak tangga. Lumayanlah buat olahraga.


"Malam ma, malam mor!" Sapa Gita dan ikut bergabung di sofa besar itu.


"Kelihatannya kamu bahagia sekali sayang?"


"Iya kak? Ada apa?"


"Gak kenapa napa. Kan gak salah kalau bahagia. Jika kita bahagia hidup itu jauh lebih indah dan serasa berwarna." Ucap Gita terseyum lebar.


"Kan aneh aja kak. Orang itu bahagia pasti ada sesuatu. Iya kan ma?"


"Iya gi, cerita aja!"


"Gini ma, jadi 3 hari lagi gita akan ada program ke perusahaan besar.Gita Di pilih dari perusahaan Gita. Aku di percaya untuk mempersentasikan nanti ma. Ini adalah mimpi gita sedari dulu dan aku sangat senang." Ucap Gita berbinar.


"Wah selamat sayang." Ucap Monik sambil memeluk Gita.


"Selamat kakak ku, jarang jarang loh ada orang seperti kakak. Udah banyak duit malah kerja semangat. Suami udah sekaya itu pula. Hem, aku termotivasi kak! Aku bangga atas kegigihan kakak." Morisa ikut masuk kepelukan itu.


"Em, ngomong ngomong. Sedari tadi aku tidak melihat Jasson dan papa. Mereka belum pulang juga ya ma? Mor?"


Serempak Monik dan Morisa menggeleng.


"Kalau papa katanya lembur kalau jasson mama gak tau!"


"Emangnya kak gita gak dihubungi?"


"Ah, aku gak cek hp sedari tadi ponselku mati. Sejak siang tadi dan aku baru cas. Kalau gitu aku cek dulu ya ma. Mungkin ada sesuatu!"


Hem. Angguk monik.


.


Gita melepaskan ponselnya dari cassan.


Menghidupkan ponselnya sembari duduk dipinggiran tempat tidur.

__ADS_1


"What, banyak sekali! Astaga... Aku harap dia tidak marah!"


Gita yang melihat panggilan tak terjawab dari jasson segera menghubungi nya kembali.


"Halo, maaf sayang tadi ponsel ku mati!"


"Yah, aku tau. Kamu langsung istirahat ya. Jangan menunggu ku sepertinya aku akan lembur. Ingat jangan sampai kau begadang. Langsung tidur. Aku tau kamu tadi pulang telat kan! Astaga jika terjadi sesuatu pada calon bayi kita? dan mama nya juga kalau kelelahan gimana?"


"Maafkan aku, aku baik baik saja sayang kamu tidak perlu khawatir. Tapi kau baik baik saja kan? Kau sudah makan?" Tanya Gita.


"Sebentar lagi!"


"Kamu harus jaga kesehatan juga dong! Apa aku masakin aja buat kamu. Nanti aku antar makanannya, mau?"


"Tidak, tidak. Kamu harus istirahat jangan mempersulit dirimu. Aku akan pesan makan. Kamu istirahat lah. Jangan menunggu ku."


"Baiklah. Bye.."


...


"Dia berlebihan sekali. Padahal aku baik baik saja. Iya kan sayang. Mama kuat karena ada dirimu ya kan?" Gita mengelus elus perutnya itu. Karena dia tadi sudah makan diluar sekarang ia memilih untuk langsung rebahan saja. Tugas kantor bisa besok. Karena tadi siang dia sudah kerjakan sebagian.


πŸ€πŸ€πŸ€


________________WathsApp___________________


Kevin


Kamu pulang jam berapa? Aku akan jemput!


19.10


^^^Yolan^^^


^^^Jam tengah sembilan. Ini aku masih ada beberapa pasien.^^^


^^^ 19.12^^^


Kevin


Bukannya hanya ada satu operasi?


19.12


^^^Yolan^^^


^^^Yah tadi operasi nya hanya dua jam. Dan sekarang aku lagi periksa pasien yang pernah aku Operasi!^^^


^^^19.12^^^


Kevin


Baiklah, kalau begitu hubungi saja nanti aku kalau sudah selsai. Ini perintah mama!


19.13


_______________________________________________


"Perintah mama? Dasar!! Kalau terpaksa ya, gak usah kali!" Ucap Yolan kesal sambil meletakkan ponselnya di atas meja lalu mengambil berkas yang tertumpuk dan berjalan keluar ruangannya.


.


"Kondisi ibu sudah jauh membaik. PH nya sudah normal, tekanan darahnya juga. Besok ya bu. Ibu boleh pulang besok. Kalau begitu saya permisi ya Bu. Tetap jaga kesehatan ibu, jangan banyak memikirkan yang berat berat ya Bu.


" Bauk, Terimakasih Dok!"


"Sama sama Bu!"


Yolan berjalan menuju ruangan sebelahnya. Pasien ini belum bisa dikatakan membaik. Karena jelas makan saja tidak melalui mulut tapi ada selang yang tertancap dari hidungnya.


"Dok, bagaimana dengan kondisi mama saya? Sedari tadi mama saya banyak bicara tidak jelas. Badannya juga panas."


"Jangan khawatir, ibu saudara baik baik saja


itu hal yang normal. Karena cairan infus dan selang makanan yang bereaksi. Yang meningkatkan tekanan naik, sehingga ibu anda bicara tidak jelas. Nanti saya akan berikan resep untuk menurunkan Panasnya. Jika ada apa apa langsung panggil perawat yang bertugas ya Pak!" Ucap Yolan dan langsung berlalu setelah mendengar ucapan terimakasih dari penjaga pasien itu."


Begitu lah seterusnya dia hanya memeriksa kondisi dan perkembangan pasiennya.


Hingga kini sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Saat ia memasuki ruangan nya. Ia terkejut mendapati sosok pria yang tengah berbaring di atas kasur nya.


"Kevin?" Pikirnya sambil berjalan mendekat.


katanya hubungi, ini kenapa malah langsung datang dan masuk sembarangan??


"Vin, kenapa tidur disini?"


Yolan menepuk lengan Kevin. Yang dijadikan kevin untuk menutupi setengah wajahnya dengan lipatan lengan kirinya.


"Woi, bangun! "


Kevin mengeliat dan membuka matanya.


"Lama bangat sih! Sampai ketiduran kan! Ayo pulang!" Ucap Kevin yang masih setengah sadar yang langsung turun dari tempat tidur.


"Sadar dulu! Nanti kalau kejedot baru tau ras-"


Buk...


"Au... Siapa sih yang naru tembok disini! " Kevin memukul tembok rata di depannya sambil mengelus keningnya.


"Uhaha hahahah hahaha baru juga dibilangin!"


Kevin berbalik dan menatap Yolan.


"Apa? Lucu?"


"Ya emang lucu! Makanya sadar dulu baru jalan."


"Ah lama. Ayo cepat an!"


"Iya iyah, sabar." Ucap Yolan. Segera melepaskan pakaian putih dokternya serta masker yang melekat itu. Iya juga melepaskan ikatan rambutnya dan merapikan kemeja biru muda bintik-bintik itu. Mengambil tas nya dan langsung berjalan mendekat ke arah kevin.


Satu kata 'Cantik'

__ADS_1


", Ayo, kenapa malah bengong? Udah sadar kan? Atau mau tidur lagi?"


Kevin yang tadinya diam memperhatikan Gerakan yolan langsung tersadar. Sadar oi sadar teriak batinnya.


"Cepat!!" Ucap kevin mendahului langkah Yolan.


.


.


"Udah makan?" Tanya Kevin pelan yang masih fokus dengan kemudinya.


"Apa?"


"Budek bangat! Udah makan atau belum?"


"Udah!!" Jangan ngegas kali, san aja.


"Gak usah gas balik oon."


"Siapa yang oon. Ah sudahlah kumohon jangan berdebat. Kita sudah janji akan berteman." Ucap Yolan dan menyandarkan kepalanya pada tempat duduk itu.


Memejamkan matanya karena memang sudah sangat lelah.


"Ah, jika bukan karena mama aku pasti sudah tiduran di atas kasur. Kenapa tidak bisa pulang sendiri sih? Manja bangat!"


Ucap Kevin matanya masih fokus kedepan yang terlihat rata dan longgar. tidak macet sama sekali.


"Kenapa sih kamu mau kerja jadi dokter? Pasti sangat lelah! Melihat orang orang yang mondar mandir di RS saja mataku sudah lelah!" Kevin merasa di kacangngin.


"Jika kau nanti jadi isteri, bisa bisa aku yang bakalan jadi ibu rumah tangga. Oh astaga aku tidak rela." Kevin seketika membayangkan dirinya memasak, mencuci piring lalu mengendong bayi. Disaat dia sudah seperti ibu ibu. Yolan datang dari RS sengan pakaian dokternya duduk manis di sofa dan memerintahkan nya untuk membuat teh hangat lalu memijat punggung yolan.


"Tidak tidak tidak. Aku tidak mau! Itu namanya dunia sudah terbalik! Bagaimana setelah menikah kau berhenti jadi Dokter?"


Ucap Kevin seketika. Namun tetap saja tidak ada jawaban.


"Oi dengar gak sih. Sedari tadi aku ngomong?" Ucap kevin dan segera menatap ke samping.


"Buset dah! Sedari tadi ngomong sendiri. Gila dong!!" Ucap Kevin sambil mengacak rambutnya tak lama mereka sampai di mansion.


"Bangun! Udah sampai!"


Tidak ada respon.


Kasian juga sih liatnya.


Kelihatan bangat dia kecapean.


Kevin akhirnya mengurungkan niatnya untuk membangun kan lagi.


Dia keluar dan langsung beranjak membuka pintu samping Yolan.


Membuka seat belt dan merapikan rambut yolan yang menutupi wajahnya. Jujur cantik tapi Kevin mencoba bersikap biasa saja. Mengangkat tubuh itu dengan lembut.


"Ma-" baru saja para pelayan ingin menyambut(menyapa) nya langsung dihentikan oleh Kevin dengan gerakan kepala.


Untung saja kamar Yolan di lantai satu, jadi tidak jauh juga Kevin harus memopong tubuh itu.


Setelah meletakkan Yolan, kevin segera menyelimuti tubuh itu. Hingga di atas Perut yolan.


"Ah merepotkan!" Ucap Kevin.


Menatap calon istrinya itu yang tidak sedikit pun terganggu.


"Sangat ceroboh. Bagaimana bisa dia tidur senyenyak ini dan di mobil? Tidak takut apa? Bagaimana jika aku laki laki yang tidak baik baik. Bisa hancur. Tidur nyenyak begini. Dasar kebo!" Ucap kevin dan langsung berlalu keluar kamar.


_


"Astaga mama! Mengagetkan saja!"


"Kamu ngapain dari kamar Yolan?" Tanya Gresya berdecak pinggang.


"Kapan pulangnya? Kenapa tidak bilang kalau sudah sampai? Jam berapa sekarang?"


Kevin geleng geleng astaga bisa tidak menanyakan nya pelan pelan?


Pikir Kevin.


"Satu satu ma!"


"Ngapain dari kamar Yolan. Belum sah loh Vin. Jangan macam macam!"


"Astaga ma, mama pikir apaan? Aku hanya mengantarkan Yolan saja. Dia tadi ketiduran di mobil. Udah dibangunin tapi dianya gak bangun bangun jadi kevin gendong deh sampai kamarnya. Liat aja sendiri ma lagi tidur di dalam. Ini juga aku mau bilang sama mama. Kalau kami udah nyampe. Tadi Yolan banyak kerjaan, selsai aja jam sembilan wajar lah ma kami sampai jam segini. Udah kan ma. Sudah jelas? Kevin mau ke atas! Kevin juga udah capek mau tidur!" Terang Kevin cepat.


"Baiklah mama percaya." Ucap Gresya menggaguk. Namun saat kevin melangkah.


"Vin, bentar. Kening kamu kenapa? Kok biru gitu?" Greaya menunjuk kening Kevin yang sedikit memar.


"Ah ini tadi, gak sengaja kejendot."


"Dasar bocah! Jalan aja gak bisa, udah itu kamu kasih salep biar gak tambah parah."


"Kevin udah gede gak bocah lagi ma. Yang namanya gak sengaja ya gimana ma? Udah kevin duluan. Good night ma."


Yolan hanya menggeleng gelengan kepala dan sebelum pergi ia membuka pintu Yolan sedikit dan benar saja Yolan tidur pulas. Dan hati Gresya pun aman.


__


To be continued 🌷


Halo Selamat malam semuanya πŸ™‚


Gimana perasaan kalian hari ini, sudah bahagia belum? udah mengucap syukur? atau lagi ngapain nih?


_______________


Jangan hanya dibaca ya Beste ❀️


Like dan spam komen yang banyak oke?


spam love juga gak paph deh, biar tanbah semangat, siapa tau kehabisan kata kata ya kan?


okeh sekian, Bye byeπŸ‘‹

__ADS_1


🌟


__ADS_2