
Baru saja mereka sampai di dalam anak anak panti yang mengenal Kevin langsung berlari dan memeluk Kevin cepat.
"Bang kevin...." Teriak mereka.
"Aku merindukan bang tampan." Ucap anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa
"Aku juga." Ucap anak perempuan yang mungkin masih duduk di bangku SMP
"Aku lebih rindu." Ucap pria keribu sebaya mereka
"Aku lebih lebih lebih merindukan babang jagoan." Ucap si anak pria yang tubuhnya lebih besar
Dan yang lainnya juga sama mereka secara rebut rebutan untuk memeluk Kevin.
"Anak anak , jangan seperti itu. Kalian bisa nyiksa abang kevin nya Loh!"
Melihat Kevin yang memang seperti dikeroyok akhirnya mereka melepaskannya.
"Maafkan kami abang kevin." Ucap mereka serempak sambil cengingisan.
Kevin tersenyum.dia sangat ingat dulu dia meninggalkan anak anak ini saat duduk di bangku TK dan SD sekarang semuanya sudah remaja.
" abang kevin jauh lebih merindukan kalian juga." Ucap Kevin merentangkan tangannya.
Mereka tersenyum.
"Kalian tau, Abang punya hadiah untuk kalian. Kalian mau gak?" Tanya Kevin.
"Mau mau mau...." Teriak mereka.
Yolan mengerutkan keningnya aneh perasaan saat mereka pergi kevin tidak membawa apapun selain paperbag itu.
.
Akhirnya kevin mengajak anak anak keluar. Bahkan anak anak yang tadi bermain di halaman depan juga ikut untuk menerima hadiah walau mereka tak mengenal Kevin. Mungkin dulu mereka belum ada saat kevin kesini.
Kevin membuka Jok belakang mobil. Lalu mengeluarkan bungkusan hadiah. Dan membagikannya satu persatu pada anak anak panti.
Setelah semua terbagi mereka mengucapkan terimakasih.
"Sudah, kalian lanjut bermain okeh? Abang kevin mau kedalam dulu."
"Baik bang kevin. Terimakasih banyak." Ucap mereka tersenyum.
Kevin bahagia tentu. Dia sangat menyukai anak anak. Jangan salahkan walau dia kejam dan di cap sebagai ketua mafia yang kejam itu tak bisa membuat kevin dicap sebagain orang yang jahat dong. Dia itu sangat sayang pada anak anak.
Kevin kembali masuk ke dalam panti di sofa ruang tamu itu Yolan asik ngobrol dengan ibu indah. Selaku kepala pengurus panti itu.
Sangat mudah akrab ya, jelas saja karena memang Yolan sangat mudah akrab dengan orang orang sekitar, hanya Kevin, ya. Manusia dingin itu yang selalu menghindar darinya walau Yolan udah berusaha bersikap akrab.
Kevin ikut duduk di sofa dua dudukan itu berhadapan dengan sofa tiga dudukan yang Yolan duduki bersama ibu indah.
" Sudah berapa lama kalian menikah Vin? Jadi kamu nikahan di luar Toh?"
Secara jika disini kan gak mungkin Kevin gak umbar di media dan panti?
Kevin mengerutkan keningnya.
"Belum Bu, kami belum nikah. Seminggu lagi. Kedatangan kami kesini juga sala satunya mau mengundang ibu untuk menghadiri acara pernikahan kami. Minggu depan." Ucap Kevin terseyum.
"Oh, gitu. Kalian memang pasangan yang serasi. Semoga saja semua persiapan di luruskan ya, hingga acara H nanti!"
__ADS_1
"Amin.." Ucap Kevin tersenyum sedangkan Yolan diam saja.
Tak berapa lama seorang wanita cantik datang membawa nampan yang berisi Minuman serta cemilan.
"Ini minumannya bang Vin, Ibu dan mbak." Ucapnya terseyum.
Kevin mengerutkan keningnya.
Dia lupa siapa wanita ini.
"Nak, kevin. Masih ingat kan dengan Nana?"
"Nana? Jadi kamu Nana?" Tanya kevin yang mulai menyinggung kan senyuman.
"Ia bang." Ucap Nana akhirnya tersenyum saat mengetahui bahwa pria yang ia idolakan ternyata masih mengingatnya.
"Bang vin, Nana merindukan abang Kevin." Ucap Nana langsung menghampiri lebih dekat. Kevin pun memeluk tubuh Nana.
Yolan dan Ibu indah hanya menatap dengan ekspresi wajah yang berbeda. Ibu indah tersenyum hangat sedangkan Yolan entahlah. Tidak bisa di jelaskan.
"Kamu sudah besar sekarang ya. Sini duduk." Ucap Kevin setelah melepaskan pelukannya. Menggeser tubuhnya supaya Nana bisa duduk di sampingnya.
"Gak mungkin kan, Nana kecil terus." Ucap Nana terseyum.
Nana adalah anak panti yang paling besar dulu saat masa itu. Dia anak yang duduk di bangku kelas dua SMP. Sedangkan dulu Kevin terakhir kali datang kesini saat duduk di bangku kelas tiga SMA.
Jadi wajar sudah berapa lama mereka tidak ketemu kevin jadi lupa. Bahkan Nana sekarang Tumbuh tinggi dan cantik. Sangat jauh berbeda saat dulu masih sekolah menengah pertama dia bertubuh pendek dan sedikit gemuk.
Nana sudah Kevin anggap seperti adek kandungnya. Bahkan dulu Nana sering dibawa jalan jalan sama kevin.
Maka karena itu lah kevin dan Nana sangat dekat dan akrab.
"Gimana sekarang sekolah kamu?"
"Hebat. Gak sia sia dulu abang ajarin kamu dan beli banyak buku."
"Makasih bang. Ini semua bantuan abang dan juga Ibu dan teman teman yang lainnya."
Ucapnya terseyum.
"Udah semester berapa?"
"Masih semester tiga bang."
"Semangat kamunya. Harus bisa banggain kita." Ucap Kevin menyubit hidung mancung Nana.
"Bang Vin, nana bukan anak kecil lagi. Jangan cubit. Sakit tau!"
"Biar mancung ucap kevin." Suka bangat dari dulu dan alasan nya biar mancung.
"Udah mancung juga." balas Nana kesal. tapi dia juga senang.
Ekhemm Yolan berdehem membuat semua mata menuju padanya. Sejak tadi sepertinya hawa panas Mulu. Seperti nyamuk gitu natap dua insang yang sangat dekat itu.
Yolan mengambil minuman itu dengan malasnya tanpa sadar dia tidak meniup langsung meneguk hingga.
"Mbak itu masih pa-"
"Aakh ah ah..panas ssst..hu u aa " Yolan Sontak berdiri dan mengipasi lidahnya.
Nana yang ikut berdiri karena melihat Yolan yang berjalan ke arah yang salah langsung dihentikan kevin.
__ADS_1
"Biar aku saja."
Kevin langsung mengikuti langkah Yolan yang pergi kebelakang tentunya tanpa sadar juga Yolan pergi kebelakang karena dia ingin mencari air dingin untuk merendahkan panasnya.
Kevin menarik tangan Yolan yang ingin membuka pintu kamar. Itu bukan kamar mandi melainkan kamar tidur di bagian dapur.
"Aah, enapa enahan.
Anas... Au inyin-" belum sempat Yolan bicara dengan lidah keluar itu. Kevin menarik tengkuk Yolan dan mengesapnya mungkin dengan cara ini akan lebih cepat redah pikir kevin.
Yolan yang menerima ******* dadakan itu langsung mendorong kevin yang lumayan menekannya agar tidak terlepas.
"Apa yang kau lakukan!" Ucapnya masih menahan nafas Yang tersengal.
"Membantu mu." Ucap Kevin sembari mengusap bibirnya yang basa akan liur antara mereka.
"Bukan begini juga!" Tatap Yolan melototkan matanya.
"Tapi bukankah itu membantu? Bagaimana? Masih panas?" Tidak tau malu emang. Tidak dilihatnya apa Yolan yang sudah merona.
"Masih lah!" Yolan memang sudah lebih baik namun ia tetap berbalik ingin hendak membuka kenop pintu.
"Itu bukan toilet! Toilet nya disana!" Ucap Kevin menunjukkan arah samping yang masih terlihat jauh dari pandangan.
"Dari tadi kek!" Ucap Yolan dan berlari meninggalkan Kevin.
"Manis.." ucap Kevin tersenyum. Sambil merasakan kembali bibirnya yang tadi tampa sadar malah seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan. Apalagi tadi dia menggulung lidah Yolan yang keluar itu. Dan menyesap dalam bibir calon istrinya. Ya. Dia masuk kedalam rayuan setan tadi hingga lupa tujuan awal yang hanya membantu tapi malah menikmati.
Yolan membasuh wajah nya dan terus kumur kumur. Menahan air di dalam mulut merasakan dinginnya air itu.
Lalu mengeluarkannya.
"Aaahh, Gila. Apa yang dia lakukan tadi. Astaga!" Yolan menatap dirinya sambil memegang kedua pipi yang masih panas itu.
Bagimna bersikap nanti itu yang dia pikirkan belum lagi masalah tadi pagi yang merusak mata, ini datang lagi masalah baru.
Setelah dirasa sudah normal Yolan kembali ke ruang tengah menatap tiga orang yang juga menatap dirinya.
"Maaf, tadi aku lancang langsung nyelinap ke balakang." Ucap Yolan hati hati.
"Tidak Papah nak yol." Ucap Ibu indah mengerti.
"Kalau begitu kami pamit pulang Bu." Kevin berdiri dari duduknya.
"Buru buru sekali nak vin?"
"Tidak Bu, ini juga kami masih ada urusan di luar."
"Baiklah, kapan kapan datang lagi kesini."
"Iya, Bu. Sekalian ibu jangan lupa untuk datang ke acara pernikahan kami. Dan juga Nana. Kamu datang juga ya."
Kevin tersenyum ke arah Nana dan Bu indah.
Nana terseyum pahit. Dia sudah mendengar cerita tentang hubungan Kevin dan Yolanda tadi saat Yolan di Toilet. Ya, dia kecewa. Apalagi tadi saat pertama masuk kesana Melihat Kevin tidak datang sendiri tapi bersama wanita. Apalagi saat kevin keluar meladeni anak anak, ibu indah memangil Nana untuk membuatkan minuman. Dia memperkenalkan Yolan lebih dulu dan mengatakan kalau Yolan isteri Kevin.
Sakit hati, ya. Kevin adalah cinta pertama untuk Nana. Semejak kecil dia sudah dekat dengan Kevin.
To be continued π·
...πππ...
__ADS_1
Tinggalkan like untuk lanjut part selanjutnya β€οΈ
Bye bye Bestekuπππ