Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
59. Kembali


__ADS_3

"Dasar brengsek! Lepaskan dia! "


Ucap Kevin sembarin memegang perutnya. Dan menunjuk arah preman itu.


"Ini tidak ada urusannya dengan mu! Pergi sana, atau aku akan menghabisi mu sekarang! Lihat lah dirimu sudah di ujung tanduk!" preman itu terus memaksa kasar wanita itu untuk ikut dengannya.


"Tolong, tolong aku! Kumohon cari bantuan!"Teriaknya sambil mencoba melepaskan cekraman preman.


"Lepaskan dia. Jika tidak, kau akan mati!"


Masih memegang perutnya.


"Apa tidak terbalik? Lihat dirimu, tidak berdaya masih saja sok jadi jagoan! Ayo! Ikut aku!" Tarik preman itu pada wanita sembari memberontak dan berteriak.


"Aku sudah memperingatkanmu!" seringai kevin dan berjalan mendekat, Buk!! Satu bongeman tepat pada pipi preman itu.


Kevin menarik tangan wanita itu. kebelakang tubuhnya.


"Pergilah! Aku akan menyelesaikan ini!" Ucap Kevin sedikit melirik ke arah belakang.


"Tidak, sebaiknya kita pergi bersama. Lihat dirimu! Itu tidak mungkin." Wanita itu mencoba menarik tangan Kevin pergi. Namun di tahan.


"Ha! Kau pikir dengan satu pukulan aku menyerah? Tidak!" Buk!! Tepat pada pipi kevin hingga tersungkur. Kevin yang tidak siap sedia menerima pukulan dadakan bertambah lemas hingga seraya oyong di atas rerumputan kecil itu.


Preman itu mendekat menarik kera baju kevin dan hendak memukul.


Namun wanita itu segera memukul nya dari belakang menggunakan batang kayu besar. Hingga preman itu terjatuh tak sadarkan diri.


"Kau tidak apa apa?" Tanya Kevin dengan suara lemas saat wanita itu mendekat ke arahnya.


"Astaga! Seharusnya aku yang menanyakan itu!"


"Aku tidak papah!" Ucap Kevin hendak berdiri.


"Tidak papah Gimana? Lihat dirimu! Ayo, aku akan membantu mu!" Wanita itu memapah Kevin tanpa penolakan, jelas saja dia saja tidak mampu lagi. Introduction dari Kevin mereka menuju mobil.


Wanita itu memapa Kevin di kursi penumpang.


"Kenapa disini? Tempat ku di depan!" Kevin hendak mengarahkan tubuhnya.


"Lihatlah dirimu. Tidak mungkin kau menyetir dengan kondisi seperti ini. Aku akan membantu, tenang saja aku bukan orang jahat."


Wanita itu segera membuka pintu.


"Tunggu disini. Aku akan Segera kembali!" Setelah membantu Kevin berbaring pada badan tempat duduk mobil wanita itu menutup pintu dan berlari ke arah dimana dia dipaksakan oleh preman. Mencari tas nya dan menemukannya.


"Preman Gila!" Ucapnya saat ingin berbalik menuju mobil.


Namun terlihat preman itu tersadar.


"Kemana kau! wanita, kurang ajar!!"


Wanita itu berbalik badan melihat preman yang sudah sadar, dengan cepat lari menuju mobil.


Membuka kursi kemudi melemparkan tas nya ke kursi di sampingnya dan segera melajukan mobil itu.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kevin lemas merasakan sakit si tubuhnya.


Tak ada jawaban wanita itu terus melaju dan sesekali melirik kaca spion luar mobil yang mengarah ke preman itu. Setelah tak terlihat Wanita itu menormalkan kecepatannya.


"Apa kau baik baik saja?" Tanya Wanita itu menatap spion di depan atas nya.


"Kau ingin membunuhku? Apa kau tidak lihat aku luka luka? Kau malah melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Apa kau seorang Pembalap? "


"Maafkan aku, tadi preman itu megejar lagi!"


Wanita itu meminggirkan mobilnya. Turun dari mobil dan membuka pintu belakang.


"Apa yang akan kau lakukan lagi? "


Kevin menaikkan kedua alisnya seolah bertannya tanya?


"Aku akan mengobati lukamu!"


"Aku bisa Sendiri! Sebaiknya kau pergi saja! Preman itu juga tidak ada lagi!"


"Tidak mungkin aku pergi meninggalkan mu luka seperti ini!"


Wanita itu membuka tas nya mengeluarkan barang barang medis, sepertinya itu barang milik dokter.


"Dari mana kau mendapatkan itu?"


"Ini milik ku!"


Wanita itu segera membersihkan luka di pipi Kevin yang tadi tidak bersih dengan baik dan juga bogeman oleh preman tadi.


"Aish, pelankan sedikit!"Kevin merasa peri saat wanita itu menempelkan kapas yang lembab pada luka itu.


"Kenapa lukanya banyak sekali apa kau habis berantam?"


Kevin menatap wanita di depannya, Kenapa banyak bicara? Cara bicara saja seperti orang dekat. Tidak sopan pikir Kevin.


Kevin tak menjawab dan diam saja.


"Apa kau seorang dokter? Atau semacam ahli dalam medis?" Tanya Kevin, melihat alat alat yang ada dalam tas itu dan cara wanita itu mengobati sunggu ahli sekali.


Wanita itu diam saja. Dan mulai memperban lengan yang tergores sedikit dalam itu.


" Apa kau tuli?"


"Tidak, aku mendengar mu!"


"Kenapa tidak menjawab?"

__ADS_1


"Kau juga tidak menjawab pertanyaanku!"


"Emangnya kau siapa? sangat tidak sopan!"Kevin memelankan suaranya di ujung Kalimat.


"Kenapa? Aku sopan kok ! Dan kelihatan nya kau yang tidak sopan. Jelas terlihat aku sepertinya lebih tua darimu! Jadi seharusnya kau lebih sopan pada yang lebih tua!"


"Kau?"


"Diamlah! Aku sedang mengobati mu!"


Bisa bisanya seorang yang baru bertemu dengannya bisa bicara dengan seorang kevin dengan lancarnya dan tidak Sopan? Dan malah memerintah seorang Kevin? Pengusaha sukses serta Ketua Mafia?


"Kenapa kau bisa di tarik seperti tadi?" Tanya Kevin menatap Wanita di depannya yang masih fokus mengobati luka di keningnya.


" Entahlah! Aku baru saja tiba di negara ini! Sudah dapat nasib sial! Sungguh tidak keberuntungan kembali ke Negara ini."


Kevin mengerutkan keningnya.


"Aku tidak tinggal disini aku tinggal di negara P." Ucapnya seolah mengerti dari tatapan Kevin.


"Okeh! Sudah."


Ucap wanita itu dan mengemasi barang-barang nya ke dalam tas.


"Terimakasih banyak atas bantuan mu tadi, jika kau tidak ada, mungkin aku tidak tau dimana sekarang!" Ucapnya sambil tersenyum.


Kevin hanya diam seolah tidak peduli.


"Apa kau tidak akan berterimakasih?" Tanyanya.


"Terimakasih." Ucap Kevin dan membenarkan posisi duduknya.


Wanita itu hanya menghela nafas.


"Aku akan mengantar mu! Kau ingin kemana?"


Tanya wanita itu.


"Tidak, sebaiknya kau pulang saja! Aku bisa menelpon Asistenku!"


"Apa kau tidak papah ditinggal sendiri disini?"


"Hem."


Apa aku pergi saja? Lagian aku tidak mengenalnya siapa. Jika dia komplotan orang jahat? Tapi tidak mungkin dia saja menolong ku!


"Kau tidak pergi?"


"Hem? Aku, aku masih takut. Apa aku bisa numpang disini?"


"Tidak akan ada preman lagi! Ini sudah jauh dari tempat tadi."


"Biarkan aku disini!" Kevin diam saja beranggapan terserah saja pikir nya. Merebahkan tubuhnya ke belakang dan menutup mata itu.


Sebenarnya aku tidak perlu disini, aku sudah mengobati nya. Tapi kenapa aku masih tidak tenang meninggalkan kondisinya seperti ini.


Wanita itu diam saja. Dia tidak memperhatikan Ucapn Kevin dan malah terhanyut dalam lamunan namun matanya terus memandangi Kevin yang terlelap.


Kevin membuka mata memastikan apa yang dirasakan nya. Ternyata benar wanita itu melamun sambil menatap dirinya.


"Hei!" Ucap Kevin sedikit menguatkan volume suaranya.


"Hem, iya? Apa ada yang kau katakan?"


Kevin hanya menatap sekilas dan malah menutup matanya lagi.


Wanita menatap mobil itu. Sedari tadi dia tidak sadar bahwa di berada dalam mobil yang super mahal.


"Pantas saja bicaranya merasa tinggi mobil saja dengan harga M" wanita itu berdecis menggoyangkan kepalanya.


Matanya tiba tiba berhenti saat melihat foro Seorang wanita bergantung di bawa kaca itu.


"Cantik!" Ucapnya menatap wanita itu. Refleks Kevin terbangun.


"Tidak mungkin kan kau mengatakan aku cantik?" Tanyanya heran.


"Foto yang gantung. Gadis itu cantik!" Tunjuk nya menggunakan tatapan dan goyangan kepala.


Kevin hanya tersenyum singkat dan mulai lagi deh terbayang Gita.


Kenapa bisa dia hanya mencintai seorang Gita. Yang keberadaannya dan kejelasannya sudah tak terlihat lagi.


"Kupikir seorang brandal sepertimu tidak menyukai wanita!" Ucapnya mengejek. Karena melihat Kevin yang senyum senyum sendiri.


Kevin tidak mendengar dan malah asik pada bayang bayang Gita.


Tok tok tok


Ketukan kaca jendela mobil.


Kevin menurunkan kacanya.


"Masuk!" Ucapnya langsung sebelum orang yang menjabat sebagai supir pribadi Kevin bertannya.


"Kalau begitu aku pulang! Istirahat yang banyak, minum air putih dan juga makan buah-buahan yang banyak. Supaya lukamu cepat sembuh. Dan obat ini bisa kau oles." Wanita itu memberi beberapa obat pada Kevin.


"Kau seorang dokter? Untuk apa kau memberi ku obat sebanyak ini?"


"Jika tidak, aku tidak akan berani memberikanmu obat ini!"


Wanita itu hendak turun namun..


"Aku akan mengantar mu! Kasihan juga jika preman itu malah membawamu pergi!" Ucapnya sambil menatap ke arah depan.

__ADS_1


"Tidak, aku akan hati hati."


"Nyalakan mobilnya!" Perintah Kevin dan segeralah mobil itu melaju.


"Apa kau ingin menginap di negara ini? Bertemu keluarga mu? Atau akan diantarkan ke Bandara sekarang."


Menghela nafas dan menatap Kevin.


"Ke jalan ****"


Tak berapa lama mobil itu sampai pada tempat tujuan.


"Ini kan halte?"


"Tempat tujuanku sudah dekat! Terimakasih sudah menolongku, dan buat tumpangannya."


Mobil itu segera berlalu dari sana.


"Baiklah, semangat!"


Wanita itu menaiki ojek hingga sampai ke alamat tujun. Mansion besar dan sangat megah.


"Selamat Sore Nona."


"Sore!" Ucapnya tersenyum sambil berjalan memasuki Mansion.


Membuka kamar yang sungguh membuatnya merasa senang.


"Hi tante.."


"Yolan? Astaga.. kapam kau pulang? Kenapa tidak menghubungi jika kau datang sekarang?"


"Tadinya mau ngasih surprise, tapi karena lelah gak jadi deh tan, lagian Jasaon juga tidak ada dimansionkan?"


"Dia berada di kantor. Tumben sekali kesini duluan, biasanya kau akan menemuinya lebih dulu."


Hem, sebenarnya ia, tapi karena preman sialan itu aku jadi kesini duluan deh.


"Bagaimana dengan kondisi tante? Sudah lebih baik?"


"Sudah sayang.. Lihat selang infus sudah tidak ada lagi." Tunjuk nya.


"Yolan, periksa tante dulu ya! " senyumannya dan mengambil beberapa alat medis dari tas nya.


"Tanganmu Kenapa yol."


memegang pergelangan tangan yang memerah.


"Ini, tidak apa apa tan. Sembuh sendiri kok!"


"Jangan bohong! Tadi sebelum kesini kau ada masalah kan?"


"Sedikit." ucap Yolan seraya mempraktekkan kata sedikit.


"Kan, Dari dulu tante sudah ingatkan, lebih baik kau punya bodyguard pribadi kalau gak belajar bela diri bersama Jasson."


"Dia mana sempat tan! Dia aja sibuknya tak ketulungan."


"Bodyguard Yol!"


"Itu tidak perlu Tan. Em, tante sudah makan?"


"Makanan nya lagi disiapkan sayang!


Kamu makan lah, kamu pasti lapar, dan juga istirahat, kau pasti sudah lelah!"


Yolan hanya mengangguk, mengemasi barang-barang nya dan keluar dari kamar itu.


Jelas saja dia memang sudah kelelahan.


"Kak Yolanda!!" Teriak seorang berlari dan langsung tenggelam dalam pelukan itu.


"Aku merindukan mu kakak...


Kenapa tidak pernah menghubungi ku lagi?"


Yolan masih terdiam mulai menerima pelukan dan mengisap kelapa orang tersebut.


"Kakak kenapa diam saja!" Orang tersebut melepaskan pelukannya dan menatap Ke arah Yolan.


"Kau sudah besar sekarang! Tambah imut lagi. Kelihatannya kau memang lebih cantik dariku!" Ucapnya sembari mengingat di masa lampau mereka selalu berdebat tentang kecantikan.


" Sepertinya sekarang aku mengalah deh kak! lihat dirimu." Menatap dari bawah sampai ujung kepala.


"Sempurna..


Kau sangat cantik kak."Yolan tersenyum.


"Kau bisa mengalah juga? Kupikir kau akan tetap kukuh pada pendirianmu. Bagaimana study mu?"


"Berjalan lancar, ini berkat ajaran kakak dulu!" senyumannya memegang lengan Yolan.


"Bukan, itu karena usaha, dan kerja kerasmu."


"Yang jelas kak Yolan, yang beri aku motivasi dan selalu mengingatkan ku!"


"Hem, Bisakah kau antar kakak ke kamar tamu? kakak Sangat gerah ingin mandi!"


"Kenapa ke kamar tamu? ke kamar ku saja kak! Seperti dulu, itu pasti sangat menyenangkan."


"Tidak, kakak ke kamar tamu saja."


"Hem, baiklah!" mengalah saja, lagian Yolan selalu tetap pada pendiriannya, sangat susah di ajak, atau di rayu untuk pilihan yang lain.

__ADS_1


To be continued 🌷


🍁Jangan lupa like and vote ya Beste 🤩🍁


__ADS_2