
"Mor, hari ini kamu sibuk gak?" Tanya Gita saat morisa asik menonton Tv di ruang santai.
"Tidak, kenapa kak?"
"Temani kakak Jalan jalan Yuk, kakak bosan disini terus!"
Tumben pukir Morisa biasanya Gita sangat nyaman walau hanya berdiam di mansion besar itu.
"Sekarang kak?" Tanya Morisa.
Gita mengaguk dengan senang hati.
__
"Kak Gi, kak Gi, yang ini cantik nih."panggil Morisa menunjuk nunjuk dress blue.
"Ambil aja,"
"Aku ambil dua ya, biar kita cuple kak.
Yang ini, sepatu nya bagus ni. Kita ambil samaan juga ya kak, biar kaya saudara kembar gitu." Ucap Morisa manis.
"Terserah kamu Mor, yang penting senang senang aja, lagian kamu akan pergi kan gak enak bangat sih. Kenapa gak lanjut disini aja sih Mor?"
"Belajar mandiri kak!" Ucap Morisa asal dan berlalu ke arah lain.
"Dasar ya, bilang aja mau bebas!" Gita mengeleng gelengankan kepalanya.
Dia tidak tau aja apa tujuan Morisa harus milih pergi.
"Udah mor, belanjaan kita udah banyak nih, bisa bisa bangkrut suami aku kita buat!"
"Kak kak, mana mungkin, kak Jasson bangkrut dengan belanjaan segini doang."
"Segini doang? Gila ya, kakak adek sama aja sombong nya kalau masalah duit!"
Padahal semua yang mereka borong barang brendid yang harganya jutaan.
"Ini semua belanjaan langsung kirim ke alamat ini ya mbak!" Ucap Morisa sembari memberikan alamat mansion.
Gita menyodorkan kartu atam yang diberikan Jasson padanya yang sama sekali belum pernah ia gunakan.
Marah gak ya jika dia tau aku belanja semanyak ini pikir gita.
Namun sejurus kemudian, ah masa bodo dia udah biat aku gak kerja hari ini. Pikir Gita lagi.
"Mor yok, kita perawatan gimana?"
"Kakak yang bayar lagi nih?" Tanya Morisa menaik turunkan alisnya.
" Yes, lagian ini kartu tanpa batas kok. Kamu bilang juga suami aku gak bakal bangkrut kan?" Ucap Gita sembari menarik tangan Morisa keluar dari moll besar itu.
Dan Jasson yang sedang rapat harus dengan sabar mendengar dering notifikasi pada ponselnya yang dia tidak tau pesan apa .
Tapi dalam hati ia sudah mengumpat siapapun yang udah mengangu konsentrasi nya akan dapat hadiah yang sungguh istimewa.
"Lic,matiin ponselnya!" Ucap Jasson tegas.
Brisik umpat nya.
____
"Ma, Kevin gak bisa ikutan makan malam kali ini, soalnya ada pekerjaan mendadak." Ucap Kevin sembari dengan coolnya mengenakan kacamata hitam nya.
"Mau kemana Vin?"
"Biasa ma, ada anak gila di ujung sana yang mau mati!"
",Jaga ucapan Vin, kesambet baru tau!"
Ucap Gres sembari meletakkan kacamata baca nya dan berjalan mendekat pada Kevin.
" Lagian memang malam ini gak jadi kok, Yolan gak bisa hadir karena ada operasi mendadak. Jadi maklum aja dia kan seorang dokter."
"Bagus dong, jadi gak perlu sering sering ketemu!" Ucap Kevin sembari berlalu meninggalkan Gres.
"Anak ini!! Kevin!" Panggil Gresya mengikuti langkah anaknya itu.
"Apalagi mama?"
"Gak sopan! Pergi aja gak pamit! Udah lupa namanya ya?"
__ADS_1
"Eh, lupa. Kevin pergi dulu ya mama cantik." Ucap Kevin semanis mungkin sambil menyalim tangan mamaya.
"Jangan asal ngomong lagi Vin, gak baik. Nanti malam ingat pulang. Jangan ngibap di luar mulu. Ingat diri bentar lagi nikah.
Nanti kalau Yolan udah selsai ama kerjanya jemput!!"
"Kalau Kevin gak lupa ya ma!" Ucap kevin dan langsung lari meninggalkan mamanya itu yang sudah mengeluarkan unek-uneknya.
___
Jasson baru saja tiba di mansion yang mendapat sambutan dari pelayannya seperti biasa.
Namun anehnya sampai di kamar isteri yang biasa menyambut nya tidak di temukan disana.
" Bi, Istri saya dimana?" Tanya Jasson yang saat membuka pintu kamar melihat pelayang yang lalu lalang.
"Oh, itu Tuan nyonya Gita dan nyonya Morisa pergi jalan jalan." Ucap pelayan sembari menunduk yang pasti takut.
"Jalan jalan? Kenapa tidak izin dulu?" Ucap Jasson yang mulai mengeraskan rahangnya.
"Sudah pergi sana!" Ucap Jasson yang tiba tibah kumat.
Jasson masuk kembali ke kamar dan menyalakan ponselnya yang sejak pagi tadi mati.
Ya jelas saja dia tidak dapat info ponsel aja mati.
Setelah menyalakan ponselnya banyak sekali pesan dan panggilan dari suruhannya dan juga notifikasi pengeluaran dari atmnya.
"Sebanyak ini? Ngapain aja?" Pikir Jasson aneh, karena selama ini Gita belum pernah menggunakan ATM yang ia berikan.
Dia segera menyambar jaketnya dan ingin menghampiri kedua manusia itu.
___
"Hahah kak Gi, tau gak lebih lucu lagi saat kak Jasson nangis!"
"Nagis? Benaran, kapan? Aku gak pernah liat dia nangis mor."
"Iya, dulu saat kak jas mau lanjut kuliah dia nangis peluk aku kak. Bayangin aja gimna wajah kak Jas. Soalnya aku sama kak Jasson gak pernah pisah sama sama terus. Kak jasson itu sebenarnya anaknya lembut kak. Sikap nya aja terlihat dingin ke orang orang. Entahlah karena apa mungkin karena udah biasa kali!" Ucap Morisa.
"Kakak gak bisa bayangin, kakak cuman bisa liat wajah kesal, marah dan dinginnya dia. " Ucap Gita sembari mengunyah makanannya.
Kini mereka tengah makan malam di sala satu restauran terbesar di kota itu.
"Jujur ya Mor, baru kali ini kakak dandan se wao ini untuk makan malam bareng kamu. Direstauran mewah pula. Gak pernah mimpi."
"Hahah biasa aja kali kak, Morisa udah sering. Apalagi liat deh kak sekeliling kita banyak mata yang natapin. Kakak sih cantik bangat!" Ucap Morisa geleng geleng.
"Kamu juga cantik kali Mor.
Masalahnya aneh aja, kakak lebih sering makan di pinggiran jalan atau restauran kecil. Itu juga pake pakaian biasa doang. Jadi serasa janggal aja diliatin kayak gini."
"Benarkah, besok besok kita coba versi kakak ya. Mumpung Moris masih disini."
Ucap Morisa santai.
Saat tengah asik makan sambil bergosip tiba tiba.
"Kak Jas?!" Morisa menelan salivanya susah payah saat melihat kakaknya tengan berdiri di belakang Gita dengan tatapan membunuh nya.
"Ha? Kamu tadi mangil siapa?" Tanya Gita karena restauran itu sedikit brisik karena rame.
"Kamu kenapa tegang begitu Mor."
"Tuh." Morisa menunjuk Jasaon menggunakan gerakan kepala karena tiba tiba aja mulutnya seperti di lem saat menatap tatapan Jasson.
Gita dengan cepat menatap ke belakang.
"Sa sayang? Kau disini? Sejak kapan?" Tanya Gita dengan santai nya.
"Pulang!" Satu kata itu puing membuat Gita gak bisa berkata kata saat melihat tatapan Jasson yang begitu menyeramkan.
"I iya, tapi kami masih mau ma-"
"Pulang!!" Ucao Jasaon lagi lebih menaikkan suaranya.
"Iya," ucap gita sambil berdiri.
"Mor, ayok!" Ucap Gita.
"Ah, itu aku naik mobil lain aja, balik sama supir." Ucap Morisa gagap sambil berdiri.
__ADS_1
"Kakak yang bayar ya, morisa duluan." Ucap Morisa menatap Gita dan Jasaon bergantian dan langsung berjalan cepat.
"A- aku ba bayar dulu." Ucap Gita sembari mengoyangkan tangganya.
"Tidak perlu! Aku udah bayar, sekarang pulang!"
"Ah, i iya." Ah kenapa jadi takut gini. Tadi biasa biasa aja. Aaaa wajah nya kenapa seram begitu.
___
Kenapa jadi susah gini sih. Ini pasti tubuh aku gila kenapa jadi gemetaran.
"Bisa gak?" Tanya Jasson saat melihat Gita yang kesukitan mengunakan sabuk pengaman.
"Iya, bi bisa."
"Lama." Ucap Jasson dan segera memasangkan seat belt itu,
"Kamu kenapa marah?" Tanya Gita hati hati.
Jasson yang masih pada posisi dekat menatap Gita yang hanya berjarak 10cm
Jasson menghembuskan nafas yang langsung terasa di wajah gita. Refleks Gita sedikit mundur.
"Ini apa?" Tanya Jasson yang baru memperhatikan wajah Gita yang mengunakan riasan.
Jasson mengusap bibir merah merona itu.
"Mau godain aki aki?" Tanya Jasson.
"Aah??" Gita menatap tak percaya akan pertannyaan suaminya.
"Ngapain kamu dandan begini, rambut disosis begini, ini lagi pake dres pendek kamu mau ngapain Gita sayang?!!" Tanya Jasson penuh penekanan.
"Cuman makan aja sama morisa."
"Anak itu pasti yang ngajarin." Ucap jasson sepelan mungkin.
"Apa? Kamu bicara apa?"
Jasson membuka jaketnya dan mengenakannya pada Gita..
"Gak dingin? Kamu lupa? Kamu lagi ngandung gi, jaga kesehatan. Ini malah keluyuran, suami pulang gak di sambut. Apa sih yang kamu pikirkan kalau ada apa apa gimana tadi?"
"Tapi kan gak ada apa apa. Lagian kan gak baik kalau diam Mulu. Ini lagi. Aku gak kediglnginan, aku pake lengan panjang gini."
Ucap Gita sembari melepas jaket jasson.
Dia memang mengunakann pakaian sopam hanya saja mata Jasson yang buta. Atasannya sampai siku dan bawahnya sampai lutut. Hanya saja kalau duduk agak lewat lutut dikit.
"Gak dingin? Aku aja kedinginan udah pake kemeja begini."
"Kamu pake pakaian kantor?"
Tanya Gita yang menyadari pakaian Jasson.
"Udah pakek. Jangan ngebantah!"
"Ah gak mau Jas! Gerah!" Ucap Gita.
"Apa?"
Tatap Jasson pada Gita.
"Gerah!"
"Tadi kamu manggil aku apa?"
"Aku tadi manggil apa?"
Malah nanya balik.
"Kamu sadar gak sih,ah sudahlah!" Jasson dengan ceoat memakai kan jaket pada Gita dan mengancing nya.
"Jangan lepas, kalau gak aku tinggal!" Jasson segera menyalakan mobilnya tak habis pikir liat Isteri cantik begini malah pamer ke orang orang bukannya ke suami.
_____
To be continued 🌷
Maaf telat post jangan lupa tinggalkan jejak nya Beste ❤️
__ADS_1
Bye bye 😘