Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
96. Tidak perlu ditutupi


__ADS_3

"Astaga!!! Kamarnya kenapa gelap begini."


Yolan segera menyentuh dinding sebelahnya dan menemukan saklar.


Seketika ruangan itu terang deh.


Yolan berdecak sambil geleng-geleng kepala.


...🌱🌱🌱...


"Astaga, nih anak manusia atau anak apa sih?"


Tidurnya sungguh seperti cacing kepanasan.


Bantal berserakan di lantai, jaket dan bajunya. selimutnya di sebagian badan. Lagi, dia gak pake baju atasan. Dengan celanan pendek hitam. Sangat Terlihat karena sebelah tubunya tidak kena selimut.


Kepalaya udah gak di tempat seharusnya. Terbalik bisa dibilang begitu.


Mata Yolan berhenti saat menatap foto di atas nakas.


Senyum cantik saudara kandungnya.


"Hem." Yolan sangat ingat pertama kali ia bertemu gita saat masih belum pulih. Ingat bagaiman Kevin sangat cinta sekali dengan Gita.


Ah tiba tiba Yolan jadi rindu Gita.


Tatapan Yolan segera berpindah untuk menjelajahi pandangannya pada ruangan itu. Pantasan aja udah pagi masih gelap jendela kamar tertutup rapat. Desain kamar itu hitam semua. Seram apalagi stiker yang mengerikan di pojok ujung.


"Ini kamar manusia, atau kamar hantu ?" Yolan bergelidik ngeri. Entahlah dia tiba tiba merinding.


Yolan dengan cepat berlari ke arah gorden. Menyibak gorden tebal itu. Membuka jendela kaca panjang itu. Dan akhirnya matahari lolos memasuki ruangan.


Yolan kembali dan mematikan saklar lampu.


Merapikan rambutnya dengan telen dia menjepitnya hingga leher jenjang itu terpampang.


Membereskan benda benda yang berserakan yang sangat merusak pandangannya.


Ah, sudah serasa jadi isteri benaran deh.


Setelah ia rasa sudah rapi. Dia menggoyangkan tubuh Kevin.


"Bangun vin. Kevin.. bangun udah pagi!"


"Bibi, aku masih ngantuk. " Ucap Kevin malah mengeliat menarik selimut. Dan menutup tubuhnya.


"Apa! bibi? Dia pikir aku apa?"


"Woi, bangun!" Ucap Yolan mengoyang hoyangkan tubuh kevin.


Namun tak kunjung anak itu bangun.


"Kebo amat ya!" Yolan menarik nafas, untung hati baiknya masih ada kalau gak udah lebih dulu kakinya bereaksi.


Yolan menarik selimut kevin dengan kasar.


"Kebakaran kebakaran bangun woi bangun ada kebakaran!! Api api!" Teriak Yolan.


"Ah, kebakaran! Dengan asal kevin langsung bangun dan berteriak.


"Api, dimana dimana apinya. Siram Oi!!" Teriak kevin yang seketika tampak semangat 45.


"Uahhahahahha." Ketawa Yolan yang melihat pergerakan Kevin yang sungguh lucu.


Seketika Kevin terdiam dan menatap ke arah sumber suara.


" Apinya dalam mimpi bang!" Ucap Yolan kembali tertawa.


"Gila!" Umpat Kevin kesal dan malu sendiri. Sikapnya tadi benaran seperti bencong cap ayam.


Kevin menarik selimutnya dari tangan Yolan namun Yolan yang masih tertawa refleks merasakan tarikan yang spontan dan akhirnya dia ikut tertarik dan jutuh pada tubuh Kevin.


Deg, keduanya saling tatap tatapan.

__ADS_1


Serasa ada alunan lagunya di sela sela tatapan yang manis. Yuhu mantep tuh.


Kevin menilai wajah Yolan yang nyaris hampir sempurna begitu juga dengan Yolan.


Yang seketika diam tak berkutik.


"Apa lucu?" Ucap Kevin yang seketika membuyarkan lamunan Yolan dan dengan cepat berdiri dari tubuh Kevin.


Ekhem, yolan berdehem untuk mencairkan suasana.


"Makanya bangun cepat. Dan kalau udah dibangunin langsung bangun apa susahnya!" Ucap Yolan sembari menatap Kevin dan matanya terjatuh pada tubuh kevin yang indah sobekan roti yang unyu.


"Apa?" Kevin dengan cepat menutup tubuhnya dengan selimut.


"Matanya di jaga! Lagian salah sendiri kenapa masuk ke kamar orang sembarangan. Gak malu lagi udah liat orang telanjang!" Ucap Kevin menepis tatapannya.


"Huh, tubuh begitu aja di tutupi. Gak ada apa apanya juga. Diluar sana jauh lebih bagus!" Ucap Yolan asal.


"Gila ya!" Tubuh bagus gini dibilang gak ada pa apanya?


"Gak malu apa? Biasanya tuh wanita liat laki telanjang dada langsung tutup mata kalau gak langsung pergi. Ini malah di liatin. Dan malah bilang gak ada apa apanya lagi!"


" Untuk apa juga aku malu udah biasa kali!" Ucap Yolan.


Aneh yah rasanya baru kemarin mereka diam diaman dan merasa Canggung eh balik lagi lempar ucapan bla ble blu.


" Apa? Jangan jangan selama ini sering ngintipin aku yah! Ngaku kamu!" Ucap Kevin semakin menutupi tubuhnya.


"Gila ya, pikiran kamu jorok nya! Kurang kerjaan aja Untuk ngintip-in yang gak berfaedah!"


"Jadi apa maksud ucapan kamu barusan!"


"Hello? Aku seorang dokter udah sering kali liat yang begituan. Udah gak wao lagi! Lagian pasien aku banyak mantan atlet tubuh nya aduhai.." ucap Yolan sembari memperagakan dan itu sangat geli.


"Udah! Kamu cepatan mandi lalu turun kebawah udah ditungguin sama tante Gresya!" Yolan segera berlalu namun sebelum ia menutup pintu ia menatap Kembali ke arah kamar Kevin.


"Tubuh kamu gak ada apa apanya jadi gak perlu di tutupi juga bangbang!" Yolan menutup pintu dan cengingisan.


Ah, sebenarnya yolan hanya ngada ngada aja! Hi hihi biar dia gak besar kepala jika di puji pikir yolan.


"Dasar mata keranjang! Wanita apa coba udah sering liat tubuh laki laki! Katanya aja seorang dokter matanya pasti menjalar kemana mana!" Kevin berdecak tak terima di Katai tubuhnya gak ada apa apanya.


Tubuh sempurna begini juga!


...


"Gimana Yol udah bangun?"


"Udah tan, lagi mandi!"


Ucap Yolan kembali duduk.


"Tan, nanti aku kembali ke mansion ya?" Gres mengerutkan keningnya.


"Eh,maksud yolan aku ingin ketemu Gita ke mansion. Kemarin kan gak jadi tan."


"Em, iya sayang. Nanti kita perginya barangan sekalian mau ngelamar kamu! Begitu juga kan mereka sudah seperti keluarga kamu Yol, janes dan Monik udah seperti orang tua kamu. Jadi sudah seharusnya kami minta Izin sama mereka.


Yolan hanya mengangguk walau dalam hati ia merasa sesak. Bagaimana ia tahan akan pandangan morisa nanti. Dia sangat tau morisa sangat mengidamkan Kevin.


Yolan menatap Gresya yang asik membaca majalah.


"Tan?"


"Iyah yol?"


"Tante benaran serius mau jodohin Yolan sama Kevin. Gak mungkin kan kalian jodohin kami umur aku lebih tua dari kevin. Apa mungkin Dulu Gita yang di jodohin?"


"Enggak Yol tapi kamu! Dulu kamu dan Kevin itu sangat kompak. Sedangkan Kevin ama Gita sering berantam. Dulu itu mama kamu bilang kamu sama Kevin itu serasi bangat"


Tapi sekarang kan kebalik dia ama Kevin yang gak kompak sedangkan ama Gita serasi. Pikir Yolan.


" Tapi kan Gita sama kevin saling cinta. Juga mereka kan hanya berantam kecil itukan rasa sayang tan!"

__ADS_1


"Kamu tau? Hubungan Kevin dan Gita?"


"Iya, aku tau tan, dan kevin sangat sangat mencintai Gita!"


"Tapikan kamu tau sendiri, Gita sudah menikah dan sesuai janji tante sama mama kamu tante akan nikahin kalian berdua. Seandainya juga gita belum nikah. Tetap yang jadi nikah adalah kalian berdua. Kamu tau selama mereka pacaran Om kamu gak pernah restui hubungan mereka!"


"Tapi Tan-" ssst udah jangan bahas lagi!


...πŸ’—πŸ’—πŸ’—...


"Good morning.." sapa Gita saat hendak duduk di meja makan besar itu.


"Morning kak Gi!"


"Morning sayang!" Ucap Mama Monik.


"Tumben, bahagia bangat kamu Gita." Ucap papa Janes.


"Eh, iya papa. Soalnya serasa damai bangat! Mama Monik udah sembuh, Morisa baik bangat, dan kak Yolan. Em dia juga udah sembuh!" Ucap Gita pelan di akhir ucapannya.


"Kenapa sayang?" Tanya Jasson.


"Aku merindukan kak Yolan."


"Nanti mereka datang kesini Gi!" Ucap Janes.


"Mereka?" Tanya Gita.


"Iya sama keluarga baru kita!" Ucapnya terseyum.


Ekmm. Morisa sengaja berdehem.


"Kita gak jadi makan nih! Keburu dingin." Supaya obrolan segera berhenti.


Gita yang masih bingung. Mengaguk saja dan segera duduk.


Seperti biasa meja itu hening.


Hingga akhirnya mereka menyudahi sarapan mereka.


"Pa, Moris izin keluar ya! Mau ketemuan sama teman Morisa!"


"Nanti kita kedatangan tamu Mor!" Justru itu pa aku gak bisa liat acara yang tambah buat hatiku hancur.


"Pa, plese Iziinin yah! Morisa janji akan pulang cepat!"


"Pa, izinin aja, namanya juga anak mudah!" Ucap Monik memegag bahu suaminya itu.


"Baiklah, tapi hati hati. Jika ada apa apa langsung hubungi kami!" Ucap Janes. Yang masih ragu dan bimbang melepas moris.


"Siap pa! Terimakasih."


Morisa berjalan dan meyalim tangan kedua orangtuanya.


"Kak Jas, kak Gi. Aku duluan ya." Morisa terseyum dan melambai-lambai kan tangannya. Gita dan Jas hanya menganguk saja.


Monika dan Janes lebih dulu meninggalkan meja makan Monika sudah bisa jalan sendiri wajah nya terlihat jauh lebih segar.


Emang benar ya, kita tidak tau rencana Tuhan. Kadang semua manusia bahkan dunia mengatakan umur Monika udah gak jauh lagi. Apa lagi dengan kondisi yang begitu memprihatinkan dengan sakit yang ia rasa sudah cukup lama hinga bertahun tahun.


Namun besar dan ajaib kuasaya, siapa yang tidak heran melihat kesembuhan Monika.


Bahkan monik terus berucap pasti gak sempat liat cucunya. Tapi sekarang dia sangat sehat. Bahkan sehat walles.


Mereka tidak lupa untuk mensyukuri itu. Nikmatnya kuasa Tuhan yang dirasakan keluarga itu.


Tetap percaya, dan andalkan yang maha kuasa maka hidupmu akan jauh lebih indah.~Monika Lakeswara


...


To be continued 🌷


πŸ€œπŸ€›

__ADS_1


Satu kalimat aja; Tolong beri dukungan untuk Author dengan meninggalkan Jejak, terimakasih πŸ™


See you tomorrow Beste❀️


__ADS_2