Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
114. Nasi Manis


__ADS_3

"Kamu mau ngapain sayang?" Jasson mengerutkan keningnya. Melihat Tubuh mel ok isterinya yang ter ekspor jelas di matanya.


"Itu, a aku. Aku ingin ke luar bentar! he he" Gita tertawa garing dan hendak ingin kabur sungguh malu kepergok suami sendiri bahkan wajah nya sudah seperti pencuri malam yang di kepung oleh warga.


Namun belum sempat ia kabur Jasson dengan cepat menarik badannya hingga terjatuh pada dada bidang itu.


Jasaon membalikkan tubuh gita hingga kini ia di atas tubuh Isteri nya.


Walau tidak terlalu menekan ia takut baby nya kenapa napa.


"Kau berhasil menggodaku sayang."


Tatap Jasson menahan nafas yang sudah memburu jujur saja sedari tadi ia sudah menahan ini semua tapi sentuhan Gita sungguh memabukkan seorang Jasaon yang tak mampu menahan has rat ini.


"Maafkan aku suamiku, ini semua godaan baby kita. Ia, dia yang nyuruh aku! Tolong maafkan aku." Gita pura pura menangis dan malah menuduh baby yang tidak bersalah.


"Jangan membawa bawa dia sayang. Aku dengar tadi kau menginginkaku." Seringai Jasson.


"Apa? Jadi ta tadi ka kau" Gagap.


"Mh, aku tidak tidur. Aku hanya ingin tau seberapa jago isteriku meng goda suaminya. Jasaon mengelus rambut Gita.


"Kau akan dapat hukuman sayang." Elusnya pada pipi Gita.


"Aaa, jangan hukum aku. Maafkan aku."


"Tapi kau sudah membangungkan nya, lihatlah pakaian mu ini sungguh.."


"Aa mmmp"


Jasson mem- bengkap mulut,. Awalnya Gita syok tapi saat Gerakan Jasson yang lembut itu membuat dia tidak ingin menolak. Sebenarnya dia juga ingin ini sedari tadi tapi suaminya selalu mengulur waktu.


Setelah beberapa rou nde mereka melakukannya akhirnya kedua insan kini ber peluk an di dalam selimut itu. Apalagi dengan susana pegunungan begini. Udara malam sangat dingin dengan pelukan hangat membuat keduanya tak ingin melepaskan pe lukan itu.


Jasaon juga tak ingin membuat peny+atuan itu sampai subuh seperti sebelum sebelumnya. Jelas karena Sekarang ada dedek bayi di dalam sana. Jangan sampai ada masalah akhirnya ia menyudahi saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit. Wkwkwk lama juga Jas, astaga.


...


Pagi ini matahari lebih bersinar terang burung berkicau di ranting pohon. Namun dua sejoli masih adem dalam posisinya akibat udara pagi yang masih terasa dingin. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 09.11.


"Sayang bangun.. Aku lapar.." ucap Gita menepuk nepuk pipi Jasson.

__ADS_1


"iya, bentar lagi sayang. masih ngantuk lagi dingin bangat."


"iiih, nyebalin kemarin katanya mau buat sarapan dasar pendusta!!" Gita menabok bahu Jasson.


"Bangun!!!! Aku lapar!! Baby kita juga. kamu mau terjadi se-"


" Tidak! Ia sayang ia aku bangun.." Selanya langsung mengambil posisi duduk.


"Udah cepat sayang.. lapar.."


"Mandi dulu Gi!,"


"Ya udah, mandi barang yok! Gendong!" perintah Gita memunyungkan bibirnya gemas.


Dengan strong nya Jasson mengangkat tubuh Gita dan langsung memasuki Bathroom.


Jangan kira akan terjadi Mandi biasa jangan salah Jasson itu kalau sudah berurusan dengan Gita pikirannya selalu buas.


Jika ada orang sekeliling pasti mereka akan berlari ke arah kamar Gita untuk memastikan apa baik baik saja. karena suara desah dan teriakan Gita yang melengking dari pantulan bathroom itu.


.


"Nyebalin!" Gita mengeringkan rambutnya sambil menatap Jasson yang sedang menggunakan pakaian.


"Sudah! cepat sana masakin sarapak aku ingin makan!" wkwkw Coba jika bukan Gita yang memerintah di pastikan orang itu tidak akan merasakan indahnya mengirup O2 dan melepaskan CO2.


Setelah mengecup pipi Gita Jasaon keluar kamar untuk melakukan kegiatan masak memasak.


sedangkan Gita setelah selsai mengerikan rambut dia bersantai di teras balkon menikmati indahnya pemandangan di pagi hari yang menjelang siang itu.


"Sayang.. sarapan nya udah jadi nih...." Teriak Jasaon dari dapur yang mengarah ke lantai atas.


Gita yang mendengar teriakkan itu langsung turun kebawah.


"umm, wangi apa ini?" te,eus berjalan hingga duduk di ruang makan itu.


"Masakan ala Shef Jasson." tersenyum sembari meletakkan piring dengan isi telur ceplok yang hampir gosong dan juga nasingoreng dengan warna kekuningan.


"wah nasi goreng? kamu bisa masak nasi goreng?" Gita mengendus endus bau nasi goreng yang sangat wangi itu.


"makan sayang. Ini adalah masakan pertamaku. Dan masakan pertama ini Isteri ku yang mencicipinya." seperti sebuah penghargaan ya?

__ADS_1


"Wah, benarkan? Aku semakin tak sabar. Aku makan ya!" Setelah panjatkan doa dia langsung memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


"Aneh.." Ucap Gita sembari mengunyah makanan itu.


"Aneh? kenapa? Gak enak?"


"emm, Gimana ya. Apa kamu gak masukin garam kesini?"


"Aku masukkan kok. Semua bumbu nasi goreng aku masukkan. Ada Kunyit, bawang merah bawang putih, cabai, garam, dan irisan daun seledri." Senyum Jasson.


"Kamu benaran taruh garam, bukan gula?"


"iya aku taruh garam. Bentar ya!" Jasson beranjak ke dapur dan mengambil stoples kecil yang berisikan garam menurut Jasson.


"Ini, lihatlah!" Gita menggga what?


"Coba deh, kamu rasain!" Gita mengambil sedikit gula dan menyerahkan kepada Jasson. Jasson hanya membuka mulutnya.


"Gimana?"


"Manis.. Jadi ini!!"


"Ya, gula sayang.. Bukan garam." ucap Gita yang akhirnya tertawa.


"Garam sama Gula aja kamu gak tau? Astaga!!!"


Gita geleng geleng kepala.


"Jadi gimana ini?" Jasson menunjuk Piring isi nasi goreng.


"Kamu belajar masak dari siapa?"


"YouTube."


"Padahal aku udah lapar Yang. Tapi nasi goreng ini kemanisan. rasanya jadi aneh!"


"Maafkan aku. Gimana makan roti dan minum susu ya.."


Gita hanya menganguk dia sudah sangat kelaparan.


To be continued 🌷

__ADS_1


ah malas banget gak bisa nyalur 21+ guys. maaf gak hot karena emang peraturan dari sananya 🙏


__ADS_2