Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
116. Resmi


__ADS_3

Sembari berjalan mereka terus bicara mengenai pasien tadi hingga pintu terbuka.


"Kevin?" Ucap Yolan.


"Kamu ngapain disini?" Tanyanya.


"Menunggumu. Kenapa sangat lama?" Ucapnya santai dan masih duduk di kursi kebesaran Yolan.


"Dokter Yol, Dia siapa? Kenapa ada diruangan mu?"


"Dia-" belum sempat Yolan bicara.


"Oh, dia supir yang menjemput mu waktu itu yah! Astaga tidak sopan sekali! Kenapa dia duduk di kursi mu?"


Yosua berjalan mendekat ke arah Kevin.


"Dokter Yosua dia bukan-"


"Dokter Yol, bisakah kamu ambil catatan nya? Karena aku masih ada jadwal. Dan kamu kenapa masih duduk disini? Astaga supir zaman sekarang gayanya seperti raja. Sangat melunjak."


Yolan khwatir saat ini jangan sampai kevin marah dan malah melakukan kekerasan disini.


"Dokter Yosua dia bukan supir saya!" Yolan berjalan mendekat ke arah kevin.


Kevin yang sedari tadi menahan emosi hampir saja akan marah tapi untung nya yolan dengan cepat memegang lengannya.


"Kenalin ini kevin. Dia calon suamiku. Aku lupa mengundangmu, besok adalah Pernikahan kami. Aku mengundang dokter Yosua secara khusus untuk menghadiri pesta kami." Ucap Yolan terseyum


"Apa? Ca- calon suami?"


Kevin yang tadinya murung seketika terseyum seraya meledek Yosua dengan senyum seringainya.


"Tapi dokter yolan bilang anda itu tidak memiliki pacar."


"Ya, saya memang tidak memiliki pacar. Kami tidak pacaran." Ucap Yolan jujur.


"Apa tugas mu sudah selsai? Apa sekarang kita boleh pergi? Aku bosan disini!" Ucap Kevin malas sambil berdiri.


Astaga malunya jadi Yosua.


"Dan untuk anda jangan pernah bicara sebelum tau kebenarannya. Bisa saja anda akan jatuh! Jika bukan karena saya baik saya pastikan anda sudah keluar sekarang juga dari RS ini! Dan ya, mungkin Yolan mengundang anda tapi saya tidak mengundang anda. Sayang, ayo!" Kevin menarik tangan Yolan.


"Yosua, maaf. Catatanya akan kuberikan Minggu depan!" Ucap Yolan sedikit berteriak karena tubuhnya sudah ditarik oleh Kevin keluar dari Ruangannya. Sedangkan Yosua diam membeku.


"Tidak pacaran tapi calon suami? Apa maksud nya? Besok menikah? Panggilan sayang?"


Baru saja Yosua mendapatkan pujaan hati tapi langsung di hempas begitu saja. Seperti dibohongi padahal tidak. Kenapa ? Yolan bicara jujur.


..


"Vin lepasin sakit!"


"Kenapa? Kau ingin menemuinya lagi? Pria yang tidak sopan seperti nya tidak cocok jadi dokter!"


"Dia kan tidak tau Vin. Ya wajar saja. Kau juga masuk sembarangan dan duduk disana."


"Kenapa? Jadi kau membelanya? Jadi maksud mu aku salah dan dia benar."


"Bukan begitu. Sudahlah jangan perpanjangan masalah, ini di Rumah sakit jangan membuat keributan. Ayo, bukankah kita akan makan? Aku sudah lapar."


Yolan dengan cepat mencari topik.


"Tidak selera!"


"Yasudah jika tidak. Aku bisa pergi sendiri!"


Yolan berjalan keluar meninggalkan Kevin.


Kevin merasa aneh. Ah, kenapa sih? Pikirnya pada diri sendiri.


Akhirnya dia berlari mengejar yolan dan menggemgam tangan itu.


"Kenapa? Tadi katanya gak selera?" Tanya Yolan tanpa berniat melepaskan genggaman kevin.


Sedangkan kevin diam saja. Dia juga tidak mengerti dengan jiwanya.


Setelah akhirnya mereka berangkat menuju Restauran. Di perjalanan juga Henning hingga akhirnya.


"Pasien tadi baik baik saja kan?" Tanya Kevin.


"Iya. Hanya efek dari tranplantasi saja!"


Kevin menagguk.


"Terimakasih." Ucap Yolan terseyum


"Untuk?"

__ADS_1


"Sudah percaya padaku. Sepertinya kau lebih percaya padaku di timbanag aku sendiri. Bahkan kau menyimpulkan pasienku baik baik saja. Padahal aku. Aku sangat khwatir terjadi sesuatu."


"Khwatir itu hal yang normal terjadi."


...


💒🤵👰


Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah untuk Yolan dan Kevin.


Tepat hari ini mereka akan mengadakan pesta pernikahan.


Semua keluarga akan pergi ke gereja untuk menyerahkan kedua sejoli ini kepada Tuhan.


Untuk di resmikan secara agama.


Jujur saja bukan hanya yolan yang merasa gerogi kevin juga.


Stelah semua sudah berkumpul. Acara dimulai sang pendeta juga sudah membacakan janji suci pernikahan.


Singkat cerita kini kedua mempelai bertukar cincin.


Kevin segera mengecup kening Yolan dengan bibir hangat itu.


Tak terasa waktu berlalu kini dari gereja mereka menuju acara selanjutnya di gedung besar. Disana tidak hanya ada keluarga namun banyak tamu undangan dan rekan kerja yang diundang dari keluarga Lakeswara serta rekan kerja dan keluarga Aditya serta rekan kerja.


Apalagi pernikahan mereka di lakukan besar besaran hingga ke publik.


"Selamat kak Yolan.. Semoga keluarga baru ini diberkati Tuhan. Dan kalian selalu bersama sampai kematian yang memisahkan. Dan semoga cepat dapat momongan.." Gita memeluk kakak kandungnya itu.


Entah pembicaraan apa yang membuat mereka hingga meneteskan air mata.


Kini Berlanjut saat Gita menatap Kevin.


Sekarang dimatanya bukan tatapan cinta lagi tapi tatapan untuk kakak ipar.


Sebelum menyalam Gita tersenyum dan dibalas senyum oleh Kevin.


"Bisa peluk kan." Ucap Gita pelan.


Yang akhirnya mereka berpelukan.


"Selamat. Mantan, sahabat, dan kakak ipar. Ha ha ha. Takdir memang lucu, kita tidak bisa menentang takdir yang memang sudah tertulis untuk kita. Lihatlah aku menatap di matamu ada cinta untuk kak Yolan. Aku bahagia akhirnya kau bisa melupakanku. Selamat untuk Pernikahan mu." Gita bicara pelan lalu melepaskan pelukan itu. Tidak terasa air mata lolos dari mata keduanya.


"Semoga cepat punya baby ya.. biar sama sama. Biar anak nya nanti bisa main bareng. He he he." Gita terkekeh dengan wajah berair itu.


"Terimakasih Bi."


Kevin menganguk dan baru saja kevin ingin peluk lagi jasson langsung menahan dada Kevin.


"Cukup satu pelukan aku izinkan. Pelukan kedua tidak lagi!"


"Kenapa? Kamu juga peluk Yolan lebih dari satu kali!" Ucap Kevin geram. Karena dari tadi Yolan dan Jasson sangat lengket. Bak anak ayam dan induknya.


"Karena Yolan sudah aku angap sebagai saudara kandung. Kamu? Apa?"


"Gita juga adik ipar ku! Apa bedanya. Sama kan!"


"Beda !"


Jasson segera menarik Gita kepelukan nya.


Kevin hanya menatap jengah dan berdecis.


"Sayang, kau sangat posesif sekali!" Bisik Gita.


"Biarin!"


"Ya, udah kak yol dan kakak ipar baru, kami akan ke tempat lain dulu!" Ucap Gita terkekeh.


"Kakak ipar baru?"


..


Morisa datang juga ke pernikahan Yolan dan Kevin. Tadi dia tidak ikut ke gereja di datang ke gedung diadakannya resepsi dan pesta.


"Kak Yol kak kevin selamat ya, semoga pernikahan ini pernikahan pertama dan terakhir untuk kalian. semoga cepat dapat momongan dan menjadi keluarga yang bahagia yang selalu dalam lindungan Tuhan."


"Amin.." ucap Yolan dan Kevin bersama.


Morisa memeluk Morisa.


"Aku menyayangimu mu kak. Bahagilah.." Morisa menahan air mata itu.


Yolan menepuk punggung Morisa.


"Terimakasih adik kakak yang paling cantik. Semoga kau juga segera menyusul."

__ADS_1


Morisa melepaskan pelukannya.


"ha ha kakak bisa saja."


Morisa menatap Kevin dan terseyum.


"Kau tidak papah kan?" tanya Yolan.


"tidak, Aku bahagia jika kakak bahagia."


.


"Mor!!" panggil Gita.


"ha?" Morisa berbalik dan menatap Gita.


"kemari. kita foto barang.."


Soalnya saat di gereja Morisa tidak ikut.


"Ah, baiklah.." ucap Morisa tidak mau menolak. permintaan bumil harus di turuti.


"Bagaimana jika bersama Pengantin nya." ucap Gita lagi.


"Tentu.." ucap Yolan semangat.


yang akhirnya Morisa berdiri diantara Yolan Dan gita sedangkan Kevin berdiri di samping Yolan dan Jasson.


hingga akhirnya mereka berfoto bersama keluarga.


ha ha ha keluarga yang bahagia.


"Aku akan berusaha, walau sulit tapi inilah takdir. kita tidak bisa menentang nya.."


🤺🤺🤺


Acara pernikahan itu pun akhirnya berakhir pukul sebelas malam. Di gedung itu tinggallah keluarga kedua mempelai. Mereka membicarakan tentang pernikahan dan rencana selanjutnya.


Hingga akhirnya Gita dan Jasson memutuskan pulang duluan karena tidak baik bumil begadang.


Setelah pembicaraan selsai Janes dan Monika juga pulang.


Jika morisa dia sudah lebih dulu pulang sebelum Gita dan Jasson.


Kini tinggal Keluarga Kevin lah yang ada disana.


"Untuk malam ini sebaiknya kalian nginap di mansion. Besok pagi baru kalian pindah." Ucap Aditya.


"Baik Pa." Ucap Kevin. Karena Kevin sudah merencanakan itu dua minggu yang lalu setelah menikah mereka ingin tinggal terpisah dengan Orangtuanya. Agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan juga biar lebih dekat dengan Yolan.


Sesampainya di mansion. Mama Gresya menghentikan langkah Yolan.


"Mau kemana Yol?" Tanya Gresya yang memang Meraka berjalan bersama sedangkan para suami sudah duluan masuk.


"Mau ke kamar ma. Apa ada yang mama ingin katakan?" Ucap Yolan yang sudah memanggil mertuanya dengan sebutan mama.


"Ke atas Yol. Kamu lupa? Sekarang udah nikah. Jadi kamar kamu satu dengan suami kamu. Udah sekarang kamu naik ke atas! Jangan sampai di kamar itu ya!" Tunjuk Gresya pada kamar tempat Yolan biasa tidur.


"Apa harus ya ma." Ucap Yolan gagap. Jujur saja dia tidak ingin sekarang. Bagaimana jika kevin mengusir nya dan tidak menerimanya disana. Lihat sekarang aja dia ditinggal. Jika memang ia harusnya kan kevin menunggu dan mengajak nya ke kamar atas.


"Ya harus dong sayang. Udah sekarang kamu ke atas. Jangan sampai mama tau kamu tidur terpisah dengan kevin. Ya, udah mama duluan. Ingat jangan di situ tapi di atas." Gresya akhirnya berlalu menuju kamarnya.


" Pergi atau gak?" Yolan menggigit bibir bawahnya.


"Ah, gak peduli aku kan Istrinya jika dia marah. Aku berhak marah juga kan?" Okeh Yolan Semangat kita ke atas sekarang.


Tok tok tok..


Yolan mengetuk pintu bayangan pertama yang muncul adalah kejadian silam saat ia melihat CD Kevin. Ah, memalukan sekali. Kenapa saat saat begini malah bayangan bodoh itu yang muncul.


Tidak ada jawaban.


"Tidak mungkin kan dia sudah tidur."


Tok tok tok.


"Vin, ini aku Yolan. Buka pintunya.."


Tok tok t-


Tangan Yolan masih mau mengetuk tapi pintu itu sudah terbuka.


"Ada apa?" suara ketus dan dingin Kevin.


"Ih, judes. Mau masuk lah!" Yolan langsung masuk tanpa disuruh.


"Kamu?"

__ADS_1


To be continued 🌷


Tinggalkan like ya beste👰🤵


__ADS_2