
"Gitta!!" Panggil Jeni berlari ke arah Gita.
"Kau kenapa?"
"Ayo ikut denganku keruangan pak Efendi, dia pasti akan senang melihat mu!"
Jeni menarik Gita memasuki ruangan Efendi.
"Astaga Jen, tidak usah seperti ini!" Ucap Gita masih dalam langkah sedikit berlari.
"Jen, apa kau yakin aku masih di butuhkan disini?" Ucap Gita menahan Jeni yang hendak membuka daun pintu.
"Percaya padaku!" Ucap Jeni menggoyangkan kepalanya dan segera membuka pintu.
"Selamat siang pak Efendi." Hormat Jeni menunduk kepala.
"Brigitta?" Heran Efendi dan segera berdiri dari kursinya. Tidak nyangka saja seorang yang diharapkan nya tiba tiba ada di depan matanya.
"Silahkan duduk, kenapa masih berdiri di sana?" Efendi menunjukkan dua kursi di hadapan nya.
Segera Gita dan Jeni duduk.
"Apa jeni yang.." tunjuk Efendi menunjuk Jeni.
"Ya,Pak. Jeni meminta saya untuk gabung lagi. Apa bapak membutuhkan saya?" Ucap Gita hati hati.
"Jika kamu tidak keberatan, kamu bersedia bergabung kembali? Tempat ini selalu terbuka untuk menyambut mu!" Kata kata ini sedikit berlebihan buat gita namun buat beberapa orang malahan kurang puas.
Sebab kerja Gita yang sungguh luar biasa.
"Dengan senang hati saya mau bergabung lagi Pak!" Ya jelas saja ini adalah mimpinya. Sudah ia perjuang selama 4 tahun, di caci maki dan dibuly dia berusaha menerima kenyataan itu demi mimpi yang sejak dulu ia inginkan.
Efandi terseyum.
"Selamat bergabung Gita mulai hari ini kau sudah boleh gabung! Apa hari ini kau bisa bantu untuk pertemuan?"
"Hari ini? "
"Ya, apa kau bisa!"
"Aku bisa, tapi materinya?"
"Tenang saja sudah selsai mungkin kau hanya menambahi sedikit nanti! Jeni berikan Materi pertemuan nanti. Supaya Gita bisa mempelajari nya!"
"Baik Pak! Kalau begitu apa kami bisa pergi sekarang?" Tanya Jeni berdiri.
"Kau boleh, tapi Gita, aku ingin bicara dengannya sebentar!" Jeni menatap Gita.
"Tak apa, kau duluan saja!" Ucap Gita terseyum.
Setelah Jeni sudah keluar Efandi memulai pembicaraannya.
"Bagaimana kabarmu selama ini, apa kau baik baik saja?" Gita mengerutkan keningnya.
aneh saja pikirnya.
"Saya baik pak!"
"Kenapa kau tiba tiba riset dari kantor? Dan alasan mu menikah. Apa benar kau sudah menikah?" Karena Efandi tidak tau siapa yang menikah dengan Gita. Dia saja tidak di undang menemui pesta pernikahan pengusaha besar itu.
"Apa bapak hanya ingin membahas ini? Jika soal ini saya tidak bisa jawab Pak! Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan tentang pekerjaan, saya permisi."
Aneh sekali kenapa malah membicarakan masalah pribadi di kantor?
Gita hendak berjalan namun tarikan kuat dari efandi membuatnya tidak sengaja harus memegang bahu itu dan merasakan tubuh itu hampir menyentuh tubuh Efandi.
Dengan cepat Gita melepas!
"Seharusnya tindakan seperti ini tidak harus! Tolong jaga sikap bapak! Aku hanya ingin bekerja. Tolong hargai saya, saya sudah menikah, tidak pantas jika bapak membicarakan hal pribadi dan menyentuh saya seperti tadi. Maaf jika kata kata saya menggagu Pak, Permisi!"
Gita dengan cepat berlalu menutup pintu itu.
Sebenarnya efandi tidak bermaksud, namun Gita sangat sensitif.
__ADS_1
"Uh, aku tidak nyaman seperti ini!" Gita pergi menuju ruangan yang pernah ia tempatkan sebelumnya.
Dia tidak menyadari sedari tadi ada seorang yang mematainya hingga ia masuk kedalam ruangannya.
"Gita, ini materi untuk nanti! Aku harap kau bisa membawa keberuntungan! Aku juga menginginkan perusahan kita makin berkembang! Siapa tau aja sebentar lagi kau naik jabatan!" Ucap Jeni terseyum.
"Kau bicara apa, kau tau aku baru saja datang mana mungkin aku langsung naik jabatan!"
"Kita lihat setelah pertemuan okeh! Aku yakin kau bisa!" Senyum jeni dan berlalu pergi.
..
"Tuan, pertemuan untuk pengumuman yang tertunda akan dilangsungkan satu jam lagi."
Hem. Jasaon hanya berdehem dan melanjutkan pekerjaannya yang tengah duduk mengetik disana.
Pengumumana hasil rapat Beberapa hari yang lalu di undur karena ketua pengurus nya mengalami kecelakaan
tanpa adanya dia, pengumuman hasil meeteng tidak dapat di bagikan.
"Selamat siang semua. Maaf atas pengunduran waktu nya. Saya tidak bisa mengumumkan karena masalah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Baiklah tak perlu berlama lagi saya akan bacakan terkait mengenai meeeting kemarin."
Ketua itu pun membacakan hasil meeting dari mulai ke unggulan hingga ke salahan yang terjadi.
"Baiklah setelah saya baca. Mungkin kalian sudah tau siapa yang akan bekerja sama dengan Perusahaan kami. Dan kami memilih Lakeswara Group. Kami sangat senang dan merasa puas atas presentasi dari kedua pihak, namun saya lebih menyukai presentasi Tuan Jasson. Sunggu memotivasi."
"Selamat Tuan Janes dan Tuan Jasson! Mungkin di Grup ini kalian memimpin namun saya akan berusaha di group lain." Ucap Aditya terseyum.
"Saya senang mendengar kegigihan anda. Teruslah berusaha karena saya sungguh tambah semangat mendengar ucapan anda!" Ucap Janes Tersenyum juga.
Jasson hanya diam datar menatap Kevin sekilas yang segera berlalu pergi.
..
"Hebat Jas! Kau dengar tadi. Ketua Ni sangat menyukai presentasi mu!"
Jasson hanya tersenyum.
"Pa, jika tidak ada yang dibahas lagi, jasson akan pergi ke kamar!"
Ucap Jasson menatap pintu kamarnya.
"Ya, istirahatlah besok kita akan p lanjut bekerja lagi. Kau tau masih ada beberapa perusahan di kota ini yang harus kita Jalani! Papa harap kita bisa mendapatkan semuanya!"
Jasson hanya mengangguk dan sedikit tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya.
Sungguh lelah hinga ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar dan tak sadar terlelap menggunaka pakaian kerjanya.
..
"Kevin..
Siapkan dirimu untuk meeting besok. Papa tidak ingin kita gagal. Papa minta tolong, seriuslah jangan menggap sepele."
Tak biasanya Aditya lembut seperti ini biasanya dia akan marah marah karena Kevin membuat kesalahan.
"Jika mau marah marah saja Pa! Kevin terima, jangan memendamnya."
"Tidak, Papa ingin kau berusaha dengan baik. Tanpa penekanan. Istirahat lah kau pasti sudah lelah seharian bekerja. Papa harap kau bisa membanggakan papa besok!"
Kevin hanya diam dan menatap Aditya biasa.
"Hah, Baiklah aku harus bisa! Jika aku bisa aku juga akan lebih cepat kembali ke negara asal. Aku merindukan Gita." Ucap Kevin terseyum. Mengeluarkan ponsel dari saku celana.
Menatap Foto Gita yang sangat cantik menurut Kevin.
"Kau pantas di perjuangkan, selama dia dan kamu belum mencintai aku masih berharap ada jalan untuk kita bisa bersama!"
Hanya menginginkan satu wanita, tidak pernah melirik wanita lain kecuali Gita, namun kenapa sangat sulit untuk mendapatkan cinta itu. Apa takdir mempermainkan cintanya? Atau jodohnya yang salah?
Entahlah Kevin selalu berharap takdir nya baik dan berjodoh dengan Wanita yang dia cintai.
..
__ADS_1
"Kerja bagus Gita! Aku bangga padamu!" Ucap derektur dalam bidang itu yang ikut menghadiri rapat.
"Terimakasih Pak!" Ucap Gita.
Dalam perusahaan mereka memanggil atasan dengan sebutan Bapak/Ibu.
"Sepertinya Efandi salah menempatkan jabatan padamu! Mulai hari ini kau bukan karyawan lagi!"
"Maksud bapak, aku di pecat?"
Beberapa karyawan dan orang yang mendengarnya sedikit tersenyum.
Mana mungkin Gita seorang yang diandalkan di pecat! Apa kata ....
"Tidak kau Akan diangkat menjadi Manajer. Kau akan sering ikut meeting besar. Kau bisa kan!"
Gita berpikir, sebenarnya dia sudah sunggu senang sekali apalagi bisa menghadiri meeting penting dan besar. Itu yang dia inginkan selama ini.
Tapi apa dia bisa? Mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan! Apa dia harus merelakan mimpinya lagi dan menolak jabatan ini?
Atau dia akan bicara baik baik pada Jasson agar Jasson tidak marah? Jika sampai ia marah bukan hanya Gita yang kena namun perusahaan ini akan tidak aman.
Bagaimana ini, Gita sungguh harus memanaskan otak nya ya beku agar segera mencair.
"Bagaimana Brigittaita! Apa kau senang, tanya Jeni berbisik.
" Terimakasih Pak, sudah mempercayai saya. Saya bisa! Saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan."
"Saya yakin kau bisa!" Ucap Direktur itu dan berlalu pergi. Gita tersenyum menatap Jeni sambil menggoyangkan kepalanya mengisyaratkan aku akan usahakan.
"Selamat ya Brigitta. Aku menyukai presentasi mu. Kau sungguh hebat, kau pantas mendapatkan jabatan itu." Ucap Efandi mendekat. namun aneh Gita sepertinya masih mempermasalahkan masalah siang tadi.
"Em, maafkan aku masalah yang tadi, tolong jangan di masukkan dalam hati. Aku tidak ingin ada dendam, atau perselisihan di antara rekan kerja. Tadi aku benae benar tidak sengaja." Ucap Efandi mencairkan susana yang seperti di batasi oleh tembok besar.
Gita terseyum. "Terimakasih sudah mau mengerti! Saya akan lakukan yang terbaik Pak! Tolong bingbingannya!" Ucap Gita sedikit menunduk.
Efendi lega, akhirnya Gita mau memaafkan nya. Melihat Gita bersikap seperti ini rasanya Gita sudah kembali.
"Bagaimana jika kita merayakan ini!" Jeni sedikit berteriak mengagakat tangan.
"Ide yang bagus!" Ucap Efandi.
"Maaf bangat, aku tidak bisa ikut, kalian saja ya!"
"Gita! Kita merayakan karena kau naik jabatan jika kami yang pergi, kami merayakan apa?"
"Kalian juga hebat! Meeting tadi berjalan lancar dan membuahkan hasil yang baik karena usaha kalian juga!"
"Itu, karena bantuanmu Gi!"
"Tidak, kalian yang nyusun materi. Aku hanya presentasi dan menambahi sedikit. Maaf ya, aku benar benar tidak bisa ikut!"
Lagian ini sudah jam 20.11 Morisa pasti mencarinya pikir Gita. Dia tak tau saja jika morisa sendari tadi mengawasinya.
"Aku duluan ya, terimakasih atas kerjasamanya. Kalian semua sangat baik!" Ucap Gita dan berlalu pergi.
"Nyonya, kenapa anda lama sekali? Anda dari mana saja?" tanya pelayan yang melihat Gita baru saja keluar dari mobil hitam itu.
"Ah, tadi aku ada pekerjaan di luar!" Ucap Gita tanpa basa basi dan langsung berjalan cepat masuk lift menuju kamarnya.
"Uh, melelahkan!" Gita merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Tak bisa terbayangkan akhirnya dia sudah mulai melangkah, dia melupakan pikiran negatif saat ini. berpikir positif bahwa semua akan baik baik saja!
Aku bisa ku yakin aku bisa. Tuhan ku sungguh hebat! Dia akan menolong ku! Apapun keadaannya. Aku akan selalu berharap padanya.
To be continued🌷
Jangan menaruh harapan lebih pada manusia. Mereka tidak bisa selamanya memberikanmu hal baik.
Namun berharap lah kepada Tuhan, Karena selamanya ia akan bersamamu, Baik susah maupun senang ☺️
🍁 Jangan lupa tinggalkan jejak nya Besti 🍁
__ADS_1