Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Gak Mau Pulang


__ADS_3

"Babababa..." celotehan bayi kecil itu membuat, bocah kecil yang duduk di karpet bulu tersenyum gemes, bagaimana tidak gadis kecilnya mengedipkan ke dua mata mungilnya dengan begitu lucunya.


"Myy, adeh ele ucu aget myy(Myy, adek Sheila lucu banget myy)" ucap Bocah kecil itu girang.


"Myy, iat myy, adeh ela enyum-enyum myy(Myy, liat myy, adek Sheila senyum-senyum myy)" ucap Bocah kecil itu dengan heboh nya, membuat ke dua wanita dewasa itu tersenyum geli melihatnya.


Nisa melihat jam yang menggantung di ruang keluarga sahabatnya itu, sudah menunjukan pukul 11 siang, Nisa beralih melihat putra kecilnya yang asik bermain dengan bayi kecil itu. Sudah bisa Nisa pastikan pasti putranya itu tidak mau di ajak pulang.


"Sayang, kita pulang yuk, udah mau sore nak" ajak Nisa pada putra kecilnya.


Bocah kecil itu melihat mommy nya yang duduk bersama Tante Sisi, lalu beralih melihat bayi kecil nan lucu itu mengerahkan seluruh badannya dengan lincah.


"Adeh, asi au di cini myy(Adek, masi mau di sini myy)" ucap Brian dengan wajah cemberut membuat Nisa tidak tega melihatnya.


Akhirnya wanita muda itu memili mengalah pada putra kecilnya itu, membiarkan nya bermain dengan bayi kecil itu dengan puas.

__ADS_1


Brian yang mendengar mommy nya mengulur waktu pulang mereka pun tersenyum girang, dia kembali bercerita dengan bayi kecil itu, entah apa yang mereka bicarakan Nisa dan Sisi pun tidak mengerti.


******


"Ra, kita mau kemana sih" tanya Ambar pada sepupunya itu.


"Udah ikut aja, aku tadi liat kak Jo jalan ke belakang sini" ucap Maura.


Ambar pun hanya mengikuti kemana gadis itu membawanya, langkah ke dua gadis itu berhenti di lorong sekolah yang lumayan sepi.


Samar-samar telinga ke dua gadis itu mendengar suara Jo yang sedang memarahi seseorang, ke dua gadis itu dengan kepo melihat dari balik tembok dan benar saja di balik pohon besar Jovian sedang memarahi seorang perempuan yang berseragam sekolah sama seperti mereka.


"Aku gak suka kamu dekat-dekat dengan gadis itu" ucap Vita dengan suara tak kalah kerasnya.


"Kamu tuh benar-benar gak punya hati tau gak, sama saja seperti orang tua kamu egois" ucap Jo lalu melangkah pergi meninggalkan gadis itu sendiri.

__ADS_1


"Liat aja aku akan bikin perhitungan dengan gadis itu" ucap Vita dengan tatapan penuh benci pada tembok belakang sekolah.


Ambar dengan cepat menarik tangan Maura pergi dari situ, sebelum gadis yang bernama Vita itu melihat mereka.


"Maura, Ambar.." panggil Jo dari kejauhan setelah melihat dua gadis kecil itu berjalan berdampingan.


"Kak Jo" sapa ke dua gadis itu.


"Ke kantin sama kaka yuk" ajak Jo yang di anggukan oleh ke dua gadis itu.


Mereka bertiga pergi ke kantin, untuk mengisi perut mereka dengan semangkuk bakso, ke tiganya bercanda ria sambil tertawa lepas, tampa mereka bertiga sadari ada mata yang menendang mereka dengan benci dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Kamu lebih milih mereka dari pada aku Jo" ucap Vita dengan tatapan marah.


Vita lebih memili pergi, dari pada harus melihat mereka bertiga itu tertawa bersama, membuat hatinya semakin tidak suka melihatnya.

__ADS_1


Bersambung...


Like, Komen sama Vote ya guys. Terimakasih😊🙏🙏


__ADS_2