
Nicko dan keluarga kecilnya kini sudah pindah ke rumah yang sudah di siapkan oleh Nicko, Bu Tika juga ikut bersama mereka.
Mommy Tania merasa sedih karena harus berpisah lagi dengan sang cucu yang baru sebentar bertemu tapi Nicko memberi pengertian pada Mommy nya kalau ia dan keluarga kecilnya ingin mandiri dan mom Tania mengerti maksud sang putra.
Saat ini mereka semua sedang sarapan bersama, terdengar celotehan sang putri yang terdengar sangat bahagia.
"Mom, dad, apa kita gak akan kembali lagi ya ke rumah kontrakan" ucap Ambar
"Gak sayang kan kamu udah punya rumah baru" ucap Nicko memberi tau putri nya.
Mendengar apa kata daddy nya gadis kecil itu menunduk sedih hal itu sontak membuat Nicko, Nisa dan bu Tika saling pandang.
Nisa bangkit berdiri dari duduk nya mendekati sang putri.
"Sayang kenapa hemmm" ucap Nisa mengangkat dagu sang putri
Dan Nisa dapat melihat cairan bening mengalir di pipi putrinya Nisa sontak menjadi kaget dan melihat pada sang suami, Nicko berdiri mendekati putri nya juga.
"Putri daddy kenapa nangis" ucap Nicko
"Hiks.. Nanti kalau teman Ambar nyariin Ambar terus Ambar gak ada gimana" ucap gadis kecil itu sesenggukan
Nisa dan Nicko saling pandang lalu menenangkan sang putri.
"Dia pasti nyariin Ambar ko kalau udah balik ke sini" ucap Nisa yang sudah mengetahui siapa teman yang di maksud putrinya itu.
"Udah jangan nangis lagi ya putri mommy" ucap Nisa mengusap kepala putrinya
"Iya my" jawab Ambar
"Ayo habisin sarapan nya ya" ucap Nicko
"Iya daddy" kata Ambar
Selesai sarapan Nicko pamit pada sang istri untuk mengantar putri mereka ke sekolah lalu pergi ke kantor.
*******
Di lain tempat...
Carolin sedang bersiap-siap untuk menemui seorang preman yang akan melaksanakan suruhan nya.
Carolin keluar dari unit apartemen nya dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan rendah menuju sebuah kafe.
Mobil Carolin tiba di parkiran sebuah kafe, sebelum turun ia merapikan penampilan nya terlebih dahulu.
Carolin turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam kafe dengan gaya anggun nya.
Carolin melihat seorang preman yang sedang duduk di salah satu meja yang ada di dalam kafe itu. Carolin duduk di hadapan preman itu.
__ADS_1
"Langsung saja saya tidak bisa berlama-lama" ucap Carolin
"Tugas kamu adalah untuk menculik anak yang ada di dalam foto itu" ucap Carolin menyodorkan sebuah foto anak kecil yang berseragam SD.
Preman itu melihat foto yang di berikan oleh bos nya itu.
"Culik anak itu dan bawa ke hadapan ku" ucap Carolin lagi
"Baik bos" ucap preman itu
Carolin mengeluarkan satu buah amplop coklat dari dalam tas branded nya lalu menyerahkan pada preman itu.
"Itu bayaran kamu, sisa nya nanti saya transfer" ucap Carolin
"Baik bos, kalau gitu saya pamit" ucap preman itu melangkah keluar dari kafe itu.
Sedangkan Carolin menyesap jus lemon nya sambil tersenyum penuh arti.
"Kita liat saja Nicko, kemarin-kemarin aku gagal buat dapatin kamu tapi kali ini aku akan mengunakan anak mu sebagai umpan nya" ucap Carolin dalam hatinya.
******
Nicko tiba di kantor setelah mengantarkan sang putri ke sekolah. Ia melangkah di lobi kantor dengan semua mata para karyawan menatap kagum padanya, malahan ada beberapa karyawan wanita yang terang-terangan menyukai bos mereka itu tapi Nicko tak ambil pusing.
Nicko memasuki lift khusus CEO, tiba di lantai di mana ruangan nya Nicko langsung masuk ke dalam ruangannya, tak lama kemudian pintu ruangan Nicko terbuka lalu masuklah Leo sang asisten.
"Pagi bos" ucap Leo dengan wajah berbinar nya.
"Gak apa-apa bos" ucap Leo lalu duduk di kursi depan sang Bos
Nicko memandang asisten nya itu dengan curiga pasti ada yang gak beres gak biasa nya Leo sebahagia itu.
"Apa jadwal saya hari ini" ucap Nicko membuyarkan lamunan Leo
Leo lalu membacakan jadwal-jadwal sang bos hari ini, selesai itu Leo kembali ke ruangan nya lagi dengan perasaan yang berbunga-bunga.
Bagaimana tidak, sebelum ke kantor sang kekasih Sisi membuat kan sarapan untuk nya dan tak lupa juga Sisi menyiapkan semua keperluan Leo untuk berangkat ke kantor.
"Enak kali ya ternyata kalau udah punya istri" ucap Leo seorang diri
Leo mengambil ponsel nya lalu mengirim pesan untuk sang kekasih, selesai mengirim pesan Leo kembali memeriksa berkas-berkas yang ada di atas meja kerja nya.
Di seberang sana Sisi tersenyum geli melihat isi pesan yang di kirim oleh sang kekasih Leo.
******
Ccrrinng... Ccriinngg...
Suara bel pulang kini mengemang di telinga para murid-murid SD Garuda...
__ADS_1
"Horeee pulangg" seru Maura dan Ambar bersama
"Maura aku gak sabar cepat-cepat pulang mau menunjukan hasil gambar ku pada mommy dan daddy ku" ucap Ambar dengan wajah gembira nya.
"Sama aku juga" ucap Maura tak mau kala
"Ayo anak-anak sebelum pulang kita berdoa dulu ya" ucap Bu Guru
"Iya Bu Guru" ucap Murid-murid bersama.
Selesai berDoa semua nya keluar dari kelas masing-masing, Ambar berjalan beriringan dengan Maura sepupunya.
"Ambar aku kebelet ni aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Maura memegang perut nya
"Mau aku temani gak" ucap Ambar
"Gak usah aku sendiri saja kamu tunggu di depan nanti paman nyariin lagi" ucap Maura
"Ya udah" ucap Ambar lalu ia melanjutkan langkah nya ke depan
Ambar menunggu daddy nya di halaman sekolah yang masi banyak murid-murid yang berlalu lalang.
Tiba-tiba ada seorang pria bertubuh kekar datang menghampiri nya.
"Dek ayo pak Nicko meminta saya untuk menjemput kamu" ucap preman itu
"Paman siapa" ucap Ambar melihat pria itu
"Saya pak rudi anak buah pak Nicko yang di minta pak Nicko untuk menjemput kamu" ucap preman itu.
"Daddy ke mana ko gak ******" ucap Ambar
"Pak Nicko lagi rapat jadi gak bisa jemput kamu" ucap pria itu
"Ayo" ajak pria itu sambil menuntun menuju mobil
"Tunggu paman Maura masi di kamar mandi" ucap Ambar
"Udah gak usah nunggu dia kita pulang dulu saja" ucap preman itu
Tampa menunggu ucapan Ambar lagi preman itu langsung menarik paksa tangan Ambar untuk ikut dengan nya lalu masuk ke dalam mobil.
Preman itu mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi dan hal itu membuat Ambar ketakutan.
"Paman pelang kan mobilnya, aku takut" ucap Ambar mulai menangis
"Diam jangan berisik" ucap preman itu membentak Ambar
Ambar menunduk takut, karena pria yang sedang mengemudi membentak nya dengan keras, Mobil itu berhenti di sebuah parkiran apartemen.
__ADS_1
Bersambung...