Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Part (Brian & Marvel) kecil


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Leo berhenti di lobby kantor Wijaya Group, Nicko yang duduk di depan bersama Leo turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu buat ketiga bocah kecil itu.


"Ayo turun pelan-pelan ya" ucap Nicko.


Ketiga bocah kecil itu hanya menganggukkan kepala mereka bersama, kemudian turun bergantian.


Nicko dan Leo menuntun ketiga bocah kecil itu berjalan di lantai dasar, semua mata karyawan tak luput dari pandangan itu.


"Marvel jangan lari-lari" peringat Nicko.


Leo kembali menuntun Marvel masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai tujuan.


"Ais anti ita ain antol-antol ya atu yan adi os nya(gays nanti kita main kantor-kantor ya aku yang akan jadi bos nya)" ucap Brian.


"Lus atu adi apa don(terus aku jadi apa dong)" ucap Raffa.


"Amu adi esten atu, alo Alvel adi opil(kamu jadi asisten aku, kalau Marvel jadi sopir)" ucap Brian.


"To opil ci atu ga au(kok sopir sih aku gak mau)" ucap Marvel protes dengan posisi yang di berikan oleh Brian.

__ADS_1


"Lus amu au yaa apa don(terus kamu maunya apa dong)" tanya Brian.


"Atu au adi os uga, edy atu tan uga os(aku mau jadi bos juga, daddy aku kan juga bos)" ucap Marvel.


Pintu lift terbuka, obrolan ketiga bocah kecil itu terhenti karena harus keluar dari lift, kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan Nicko, sedangkan Leo masuk ke dalam ruangannya.


"Boy kalian di sini ya daddy mau kerja dulu" ucap Nicko pada ketiganya.


"Ia dy ita injam etop ya(iya daddy kita pinjam laptop ya)" ucap Brian.


"Buat apa boy" tanya Nicko bingung.


"Ita au elja uga dy(kita mau kerja juga dy)" ucap Brian.


"Ya ita ga isa ain ate etop ais imana don(yah kita gak bisa main pakai lap top gays gimana dong)" ucap Brian, membuat Nicko di buat geleng kepala melihat tingkah sang putra.


"Ga apa ita ain aja di tini(gak apa-apa kita main aja di sini)" ajak Raffa.


Mau tidak mau ketiganya pun bermain di sofa yang ada di ruangan Nicko, sesekali Brian terlihat menjahili kedua sohibnya sehingga membuat Marvel kesal karena ulah Brian padanya.

__ADS_1


"Blian amu agan ditu don(Brian kamu jangan gitu dong)" ucap Marvel.


"Enapa (kenapa)" tanya Brian.


"Atu eli alo di egang di tini(aku geli kalau di pegang di sini)" ucap Marvel menunjuk pundaknya.


"Tan uma di egang aja(kan cuma di pegang aja)" ucap Brian.


"Da ah yo ita ain di ual aja(udah ah kita main di luar aja)" ucap Marvel.


"Ayo" jawab Brian dan Marvel.


Ketiga bocah kecil itu keluar tampa berkata pada sang daddy yang sedang fokus bekerja, ketiganya keluar dengan cepat dan tampa menimbulkan suara.


"Ita au emana (kita mau ke mana)" tanya Raffa.


"Da amu itut aja(udah kamu ikut aja)" ucap Brian dan Marvel.


Brian dan Marvel dan Raffa berjalan ke arah lift khusus karyawan, pada saat pintu lift itu terbuka, mereka bertiga masuk dan hilang di balik pintu lift saat pintu itu tertutup.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like, komen sama vote ya guys....


__ADS_2