
Mobil yang membawa ketiga bocah kecil itu melewati sebuah kedai es krim, kedua mata kecil Brian berbinar melihat gambar es krim yang terpampang dengan sangat jelas di sebuah kaca.
"Om lenti om lenti(om berhenti om berhenti)" ucap si kecil Brian, membuat kedua pria preman itu menghentikan mobilnya.
"Ada apa" tanya salah satu pria itu.
"Om ita au atan es tim om, tu es tim yaa(om kita mau makan es krim om, tuh es krim nya)" ucap Brian sambil menunjuk kedai es krim dari dalam mobil.
Kedua pria itu melihat kearah yang di tunjung oleh Brian, lalu keduanya melihat ke arah tiga bocah kecil itu.
"Memangnya kalian punya uang" tanya salah satu pria.
"Ita ga unya uan, om aja yan liin (kita gak punya uang, om aja yang beliin)" ucap Brian.
"Loh beliin deh sana biar mereka pada diam" ucap salah satu pria itu.
Tampa banyak bicara pria yang satunya turun dari mobil berjalan masuk ke dalam kedai es krim, sedangkan ketiga bocah kecil itu senangnya bukan main karena akan mendapatkan es krim.
Tak lama kemudian preman yang tadi pergi beli es krim saat ini sudah kembali dengan membawa tas yang berisi es krim.
"Nih es krimnya bagi satu-satu jangan rebutan" ucap preman itu.
"Ia om maaci ya om(iya om makasih ya om)" ucap Marvel.
Mobil pun kembali berjalan, ketiga bocah kecil yang duduk di kursi belakang kini tengah asik memakan es krim yang di belikan oleh salah satu preman itu.
__ADS_1
"Es tim yaa enat anet ya(es krim nya enak banget ya)" ucap Marvel.
"Ia enat anet(iya enak banget)" ucap Brian juga.
Kedua preman itu asik melihat ketiga bocah kecil itu memakan es krim, bahkan terlihat belepotan oleh coklat es krim.
☘☘☘☘
Sementara itu di rumah saat ini semuanya sedang di landa panik, karena kedua bocah kecil itu tak kunjung kembali saat mengambil mainan yang berada di atas trotoar.
"Sayang adek kalian pergi kemana" tanya Nisa mulai panik.
"Tadi mereka cuma main di depan my" ucap Ambar.
Nisa sudah mengabari sang suami tentang hilangnya kedua anak nya, saat ini Nicko sudah berada dalam perjalanan pulang ke rumah begitu pun dengan Erik dan Nara.
Tak lama kemudian mobil milik Nicko memasuki gerbang rumah besar itu, Nisa dengan cepat menghampiri sang suami dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Mas" panggil Nisa.
"Sayang kamu tenang dulu ya, ayo kita periksa cctv dulu" ucap Nicko.
Mereka semua masuk untuk memeriksa rekaman cctv yang ada di depan gerbang masuk, karena di sana ada beberapa cctv yang terpasang tidak hanya di depan gerbang masuk.
☘☘☘☘
__ADS_1
Mobil yang di kendarai oleh preman itu tiba di salah satu rumah tua yang tak berpenghuni di pinggiran jalan, mata ketiga bocah kecil itu melihat-lihat sekitar yang sangat seram.
"Om ni uma yaa iapa (om ini rumah nya siapa)" tanya Brian.
"Sudah jangan banyak tanya ayo turun" ajak du preman itu.
Ketiganya pun menurut ikut turun, tapi ketiga nya tak henti-hentinya menelisik suasana.
"Elam anet ci(seram banget sih)" ucap Marvel.
"Ni uma om ya(ini rumah om ya)" tanya Brian.
"Iya ni rumah om" ucap salah satu preman itu.
"To otol anet cih(kok kotor banget sih)" ucap Brian.
"Ia otol ama olot agi(iya kotor sama jorok lagi)" ucap Marvel juga.
"Sudah jangan banyak tanya ayo ikut masuk" aja preman itu.
Ketiga bocah kecil itu pun ikut masuk ke dalam, di dalam pun tak kalah kotornya karena banyak saran lebah-lebah yang berada sana sini membuat ke tiga bocah kecil itu saling bergandengan tangan.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....
__ADS_1