
Ambar masuk ke dalam rumah masi mengenakan seragam sekolah lengkap nya.
"Assalamualaikum,," ucap Ambar memberi salam
"Alatum alam tata(waalaikumsalam kaka)" jawab si kecil Brian berlari kecil mendekati sang kaka
"Tata to ucin yaa ga di aci atan cih, tan acian(kaka kok kucing nya gak di kasih makan sih, kan kasihan)" ucap si kecil Brian
"Iya kaka lupa dek tadi pagi" ucap Ambar
Sedangkan si kecil Brian hanya menggeleng kepala melihat sang kaka, Ambar berlari kecil ke halaman belakang di mana kandang kucing berada di ikutin oleh Brian.
"Uda adeh acih atan tata(udah adek kasih makan kaka)" ucap si kecil Brian
"Makasih ya dek" ucap Ambar memeluk adiknya
"Yo ita asut tata(ayo kita masuk kaka)" aja Brian pada sang kaka
Ke dua kaka beradik itu pun masuk ke dalam rumah, untuk mencari keberadaan sang mommy.
☘☘☘☘
Sore harinya, Nicko masuk dengan menenteng tas martabak yang ia beli di perempatan jalan. Nicko ingat kalau ke dua anaknya sangat suka dengan martabak.
Nicko melihat putra kecilnya sedang asik menonton kartun ipin dan upin, Nicko mendekati bocah kecil itu.
"Boy.." panggil Nicko
"Edyy, awa apa(daddy bawa apa)" tanya Brian
__ADS_1
"Daddy beli martabak buat kamu sama kaka" ucap Nicko
Dengan girang bocah kecil itu turun dari atas sofa, lalu berjalan mendekati sang daddy.
"Sekarang panggil kaka ya" ucap Nicko
"Ote dyy(oke dyy)" jawab si kecil Brian, pergi menaiki tangga untuk memanggil sang kaka yang berada di kamar
"Tata,, tata uka intu yaa(kaka,, kaka buka pintu nya)" ucap si kecil Brian
"Ada apa dek" tanya Ambar setelah pintu terbuka
"Tata,, edyy eli taba uat ita yo(kaka, daddy beli martabak sama kita ayo)" ucap Brian mengajak sang kaka karena sudah gak sabaran
Brian dan Ambar menuruni tangga satu persatu, tiba di anak tangga terakhir kaki mungil Brian keseleo dan membuat tubuh kecil itu limbung mengenai pagar tangga.
"Boyyy..." Nicko berteriak melihat putra kecilnya yang sudah mengeluarkan darah dari jidatnya
"Sayang kita bawa adek ke rumah sakit" ucap Nicko panik
"Myy, atit myy(myy, sakit myy)" ucap si kecil Brian dalam gendongan sang daddy
Di dalam mobil menuju rumah sakit, bocah kecil itu terus mengeluh sakit di bagian kepalanya yang terbentur di pagar besi, Nisa tak henti-hentinya menangis melihat keadaan sang putra.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Nicko tiba di lobby rumah sakit, Nicko dengan cepat membawa putranya masuk ke dalam rumah sakit.
Perawat datang membawa brangkar ke arah Nicko, lalu Brian di baringkan dan di bawa ke ruang IGD.
Nisa dan Nicko juga Ambar di minta tunggu di luar oleh dokter Vero, karena Nicko meminta sepupunya itu untuk menangani putranya.
__ADS_1
Nicko memenangkan sang istri yang sedari tadi menangis terus, putranya yang biasa cerewet kini terbaring lemah di dalam sana.
"Daddy, adek gak papa kan" tanya Ambar sedih
"Adek gak papa kok sayang" ucap Nicko, Brian memang cuma luka kecil saja tapi mereka sangat kuatir.
Hampir satu jam dan akhirnya ruangan itu terbuka, Vero keluar dan menghampiri sepupunya.
"Gimana keadaan anak gue" tanya Nicko
"Brian gak papa, cuma luka ringan aja di bagian jidat, tapi udah di perban kok" jawab Vero
Terlihat Nisa dan Nicko bernafas lega karena putra mereka baik-baik saja.
"Untuk malam ini biarkan Brian di rawat di rumah sakit dulu, karena keadaan nya masih lema" ucap Vero lagi
"Iya, kalau gitu aku urus semuanya dulu" ucap Nicko
Beberapa menit kemudian, Brian sudah di pindahkan ke ruang VVIP, Nisa dan Nicko malam ini tidur di rumah sakit untuk menjaga putra mereka.
Sedangkan Ambar ikut pulang bersama Vero, karena tak mungkin gadis itu tidur di rumah sakit, Nicko meminta Vero untuk mengantarkan putrinya ke rumah Nara sang kaka.
Di ruang VVIP, Nisa menatap wajah sang putra yang tertidur lelap. Nisa mengusap jidat sang putra dengan lembut, sedangkan Nicko baru keluar dari kamar mandi habis membersihkan diri, karena sepulang kantor Nicko belum membersihkan diri.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen sama vote ya...
Mampir di cerita si kembar juga ya judulnya, "KEMBAR KEMBAR NAKAL" ceritanya tak kalah seru juga loh.
__ADS_1