
Kedua bocah laki-laki yang berseragam TK kini berjalan di koridor seolah menuju di mana kelas mereka berada.
"Brian nanti adek Sheila main ke rumah lagi gak" tanya Marvel.
"Iya dia kan gak punya teman di rumah" ucap Brian.
"Terus gimana dong kalau om Leo sama tante Sisi beliin mainan masak-masak baru" ucap Marvel.
"Kamu sih pakai bilang gitu kemarin" ucap Brian.
"Ya maaf aku kan gak sengaja" ucap Marvel.
Keduanya masuk ke dalam kelas, terlihat sahabat mereka Rasya sudah datang lebih awal dan menyapa keduanya.
"Brian, Marvel kalian baru datang ya" tanya Rasya.
"Iya kita baru datang" ucap Marvel.
Sedangkan di sebelah meja mereka sedang rame, kedua gadis yang seumuran mereka pernah membuat masalah kini sedang tertawa terbahak, membuat ketiga bocah laki-laki itu melihat ke arah meja mereka.
"Iya dong aku kan yang lebih pintar di sini" ucap salah murid perempuan yang pernah mendorong Marvel.
"Ish, sombong banget sih kamu" ucap Marvel.
__ADS_1
"Suka-suka aku dong, mulut kan mulut-mulut aku" ucap murid itu lagi.
"Udah gak usah di ladenin, biarin aja di" ucap Rasya.
Brian dan Marvel pun duduk di kursi mereka, tiba-tiba hujan deras turun membuat mereka tak bisa baris berbaris di luar.
Tak lama kemudian bunda Aira datang membawa buku untuk mengajar murid-murid nya.
"Assalamualaikum anak-anak" ucap bunda Aira.
"Waalaiakumsalam bundaaa" ucap mereka semua.
"Sebelum belajar kita baca doa dulu ya, Brian maju untuk memimpin doa" ucap bunda Aira.
Selesai memimpin doa, Brian kembali duduk di kursi miliknya yang ada di dekat Marvel, bunda Aira mulai menulis di papan tulis.
"Ada yang masih ingat ini huruf apa" tanya bunda Aira.
"Huruf D bundaa" ucap Brian.
"Wah Brian pintar" puji bunda Aira.
Sedangkan murid perempuan yang tak jauh dari meja Brian memandang bocah laki-laki itu dengan kesal.
__ADS_1
☘☘☘☘
Wajah binar gadis kecil yang sedang mengandeng tangan sang mama kini baru saja masuk ke dalam mobil, saat ini keduanya baru selesai berbelanja mainan bersama sang mama.
"Atit ainan yaa atu adi ayat de(asik mainan nya aku jadi banyak deh)" ucap Sheila antusias.
Ia mengambil lima mainan masak-masak tadi pada saat berada di toko mainan, karena semalam ia mengadu pada sang papa kalau mainan nya kemarin hilang di rumah Brian dan meminta di belikan mainan masak-masak yang baru.
Leo yang tau siapa dalang dari mainan sang putri hilang pun sudah pasti mengarah pada dua bocah nakal itu, Leo pun hanya bisa memenuhi keinginan sang putra untuk membeli kan mainan yang baru.
"Ma, anti ela awa atu agi ya te uma omy Isa(ma nanti Sheila bawa satu lagi ya ke rumah rumah mommy Nisa)" ucap Sheila.
"Iya sayang susah nya di simpan ya" ucap Mama Sisi.
"Ia mama" jawab Sheila.
Rencananya nanti siang mereka akan ke rumah mom Nisa lagi, dan pas di jam Brian dan Marvel pulang sekolah, apa lagi cuaca lagi hujan gini mobil yang di naikin Sisi dan sang putri pun membelah jalan raya.
Bersambung....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya setelah baca...
Mampir juga ke cerita si kembar yang tak kalah lucunya guys***.
__ADS_1