
Skip
Setelah ciuman itu terlepas, Gita terengga-engga untuk menghirup oksigen dengan banyak, Vero mengusap bibir bengkak Gita akibat ulah nya, membuat Gita malu dan menunduk.
"First Kiss" ucap Vero
Gita mengangguk kan kepalanya pelan tapi masi bisa di liat oleh Vero, membuat pria itu tersenyum manis.
"Manis" ucap Vero
Vero memandang Gita dengan tatapan sulit di artikan oleh gadis itu.
"Aku cinta sama kamu" ucap Vero tiba-tiba
Gita memberanikan diri untuk melihat kedua mata milik dokter Vero, mencari kebohongan di sana, tapi Gita tak menemukan itu. Cuma kejujuran yang ia lihat.
"Git" panggil Vero membuat lamunan gadis itu buyar
"Ko bengong, gimana kamu mau gak jadi pacar aku" ucap Vero
Gita menundukkan kepalanya lalu menganggu kan kepalanya pertanyaan ia menerima Vero sebagai pacarnya.
"Aku mau jawaban yang lain, bukan anggukan" ucap Vero lagi
"Iya aku mau" ucap Gita malu-malu
Vero yang mendengar Gita menerima nya sebagai pacar, memeluk Gita dengan erat dan mencium kening gadis yang telah resmi menjadi kekasihnya barusan.
Tok..Tok...
Vero melepas pelukannya dari sang kekasih setelah mendengar suara ketukan pintu, lalu menyuruh nya untuk masuk.
__ADS_1
"Permisi dok, saya cuma mau mengantarkan berkas data-data pasien tadi pagi" ucap seorang perawat
"Iya taru saja di meja" jawab Vero
"Kalau begitu saya permisi dulu dok" ucap perawat itu
Setelah pintu kembali tertutup, Vero kembali memeluk Gita, sakin bahagia nya karena mereka telah resmi pacaran.
"Kak, aku haru kembali bekerja" ucap Gita
"Ntar pulang sama aku ya, gak terima penolakan" ucap Vero tegas
"Iya-iya nanti pulang bareng kaka" ucap Gita
"Ya udah, semangat bekerja ya sayang ku" ucap Vero, yang di angukin oleh Gita
Gita kembali bekerja, ia kembali ke ruangan para perawat dengan perasaan yang berbunga-bunga, Gita benar-benar tak menyangka kalau pergi ke ruangan Vero akan membuat nya dan Vero bisa menjadi dekat.
"Loh kenapa senyum-senyum sendiri" ucap Wulan teman Gita
"Gak papa ko" ucap Gita berusaha biasa saja
Keduanya kembali menjalankan tugas mereka, karena sebentar lagi sif mereka selesai.
******
Gita saat ini melangkah di lobi rumah sakit, tak jauh darinya Vero sudah menunggu di dalam mobil, Gita masuk ke dalam mobil. lalu Vero menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah, Vero menggenggam sebelah tangan sang kekasih.
"Sayang, kita mampir cari makan dulu ya" ucap Vero yang langsung mendapat anggukan dari sang kekasih
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Vero memasuki are parkiran restoran bintang lima.
__ADS_1
"Kak, kita yakin makan di sini" tanya Gita
"Iya sayang, udah jangan banyak mikir ayo turun" Vero mengajak Gita turun dari mobil
Gita cuma bisa mengikuti apa yang Vero katakan, bahkan sampai memasuki restoran. Vero tidak melepas gandengan tangan mereka, membuat Gita malu, karena di pandangi oleh para pengunjung yang ada di dalam, Vero mengajak sang kekasih memasuki ruang VVIP karena Veto tidak mau acara makan malam mereka terganggu oleh pengunjung yang lain.
"Kak, kok makan di ruang VVIP sih" protes Gita
"Aku gak mau acara makan malam kita terganggu sayang, apa lagi hari, hari jadian kita aku maunya cuma ada kita berdua" ucap Vero
Gita cuma diam saja mengikuti kemauan sang kekasih, Vero menarik kursi untu Gita dan ia duduk di kursinya. Para pelayang datang mengantarkan menu-menu makan malam mereka dan mereka menikmati makan malam pertama mereka dengan sangat romantis.
Selesai makan malam, Vero mengantarkan sang kekasih pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Vero kembali mengendarai mobilnya menuju rumah Gita.
Tak lama kemudian mobil Vero tiba di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, tak lama kemudian pintu gerbang itu terbuka.
"Makasih ya udah nganter pulang" ucap Gita
"Iya sayang sama-sama" ucap Vero
"Mimpi yang indah ya" ucap Vero lagi
"Iya kaka juga ya" ucap Gita yang di angukin oleh Vero
"Non Gita" panggil pak Joko, satpam di rumah Gita
"Iya pak Joko" ucap Gita dari dalam mobil
"Ya udah aku masuk ya" ucap Gita
"Iya sayang, Good night" ucap Vero
__ADS_1
Setelah melihat sang kekasih masuk dan menghilang dari balik pintu gerbang itu, Vero kembali menjalankan mobilnya pulang ke rumah, senyum tak pudar dari wajah tampan Vero, Vero ingin cepat-cepat sampai rumah rasa lelah hari ini terbayar oleh rasa bahagia. Karena gadis cerewet yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya.
Bersambung.....