
Nicko dan Nisa sedang mencari keberadaan sang putra, sudah mencari di kamar bocah kecil itu tapi tak ada di sana.
"Mas, adek kemana ya ko gak ada di kamarnya" ucap Nisa.
"Coba kita liat di kamar kaka sayang" ucap Nicko mengajak sang istri.
Nicko dan Nisa pergi ke kamar putri mereka. Nisa mengetuk pintu terlebih dahulu lalu masuk ke dalam.
"Sayang apa adek sama kamu" tanya Nisa melihat putrinya sedang belajar
Ambar melihat daddy dan mommy nya, lalu menunjuk ke arah tempat tidur miliknya, Nicko dan Nisa melihat ke arah yang di tunjuk putrinya, dan benar saja bocah kecil yang membuat rusuh seharian di kantor sekarang sedang meringkuk di atas kasur yang bergambar Barbie.
Nisa dan Nicko saling pandang, putra kecil mereka sedang tertidur pules sambil memeluk boneka kelinci kecil milik kaka nya.
"Mas, liat adek tidurnya lucu banget ya" ucap Nisa.
"Iya sayang, coba aja seharian tadi gini di kantor, gak bikin mas kuatir terus" ucap Nicko mengingat putranya itu sering kabur diam-diam.
Nisa naik ke atas ranjang putrinya, untuk membangunkan putra kecilnya.
__ADS_1
"Adek bangun yuk, pindah ke kamar adek" ucap Nisa mengelus kepala sang putra.
"Adeh, ga au myy, adeh au idur tamal tata(adek gak mau myy, adek mau tidur sama kaka)" ucap Brian dengan mata terpejam.
Nisa melihat suaminya, lalu melihat sang putri. Ambar yang mengerti arti tatapan mommy nya pun langsung berkata.
"Gak papa myy, adek tidur sama kaka aja" ucap Ambar.
"Tapi adek belum pakai popok sayang" ucap Nisa.
"Biar mas, ambilin popok nya adek sayang" ucap Nicko berjalan keluar kamar putrinya.
Tak lama kemudian Nicko kembali dengan satu buah popok di genggamannya, Nicko memberikan popoknya pada sang istri. Nisa pun langsung memakaikan popoknya pada sang putra.
"dedeh, ela" ucap Brian mengigau.
Ambar melihat ke arah sang adik yang masi setia dengan tidurnya memeluk boneka kelinci kecil.
Setelah menyelesaikan PR nya, Ambar membereskan buku-buku nya lalu memasukan ke dalam tasnya. Gadis kecil itu naik ke atas tempat tidur lalu berbaring di samping sang adik, baru beberapa menit Ambar tertidur tuba-tiba ada tangan kecil yang menggoyangkan lengannya.
__ADS_1
"Tata, tata anun tata, (kaka, kaka bangun kaka)" ucap Brian membangunkan kaka nya.
"Tata anun (kaka bangun)" ucap Brian lagi.
"Eemm, kenapa si dek" ucap Ambar membuka ke dua matanya.
"Tata, adeh au pipit tata(kaka, adek mau pipis kaka)" ucap Brian.
"Yo epetan tata uga ga ahan ni(ayok cepatan kaka, uda gak tahan ni)" ucap Brian berjalan turun dari tempat tidur berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Gadis kecil itu mengerang kesal karena tingkah sang adik, beginilah Brian kalau terbangun rasa pipis pasti bangunin orang yang ada di dekatnya.
Ambar turun dari tempat tidur untuk melihat adiknya, brian masi kesusahan membukakan popoknya kalau sudah kebelet banget.
"Tata, epat tata, adeh uga au pipit(kaka cepat kaka, adek udah mau pipis)" keluh Brian karen kakaknya lama sekali.
Ambar membantu Brian melepas celana dan juga popoknya, dengan cepat agar tidak terkena ompol. Setelah itu Ambar keluar terlebih dahulu karena Brian gak mau ada orang yang melihatnya sedang pipis.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan, lupa Like, Komen sama Vote nya yah guys. Terimakasih๐๐๐๐
Cerita Ambar, Bab 9 sementara review ya๐