Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Sisi Hamil


__ADS_3

Sisi membuka ke dua matanya merasakan sesuatu memaksa ingin keluar dari mulutnya, Sisi melepaskan pelukan Leo yang berada di pinggang ramping nya. Dengan cepat Sisi turun dari tempat tidur lalu berlari ke kamar mandi.


Uuoekk.. Uuoekk..


Sisi memuntahkan semua isi perutnya, sambil memegang kepalanya yang terasa berat, Leo yang mendengar suara sang istri dari dalam kamar mandi, dengan cepat menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan melangkah ke kamar mandi. Leo menghampiri sang istri yang terus memuntahkan isi perutnya.


"Sayang" panggil Leo lalu mengurut pundak sang istri


Leo melihat wajah istrinya yang sangat pucat membuatnya Leo sangat kuatir, setelah merasa mual nya hilang, Sisi hendak kembali ke kamar tapi belum sempat Sisi melangkah pandangannya sudah menjadi buram dan tak sadarkan diri. Leo yang berada di dekat sang istri dengan cepat memeluk tubuh sang istri yang hendak jatuh.


"Sayang bangun sayang" ucap Leo menepuk-nepuk pelan pipi sebelah Sisi


Leo memutuskan untuk membawa sang istri ke rumah sakit, ia tak mau terjadi apa-apa dengan istrinya itu, apa lagi melihat wajah pucat sang istri membuat Leo benar-benar kuatir.


Leo mengemudikan mobilnya dengan cepat, karena jalan masi lumayan sepi jadi Leo bisa dengan cepat sampai rumah sakit, jam masi menunjukan pukul 5 pagi.


Mobil yang di kendarai oleh Leo tiba di lobi rumah sakit, Leo turun dan langsung mengendong tubuh sang istri masuk ke dalam dan memanggil perawat yang berjaga.

__ADS_1


2 perawat datang dengan membawa brangkas dan di ikuti oleh dokter laki-laki, Leo menidurkan sang istri lalu di bawa masuk ke ruang IGD, sedangkan Leo di minta menunggu di luar.


Sisi yang masi mengunakan piyama tidur, berbaring masi belum sadar dengan di periksa oleh dokter. selesai memeriksa, Dokter keluar untuk menemui Leo.


Leo yang melihat pintu terbuka, dengan cepat menghampiri doktor yang memeriksa sang istri.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya" tanya Leo dengan nada kuatir


"Istri bapak baik-baik saja, cuma kecapean, untuk memastikan dugaan saya, bapak bisa membawa istrinya ke dokter kandungan" ucap sang dokter


"Apa itu pertanda kalau istri saya hamil dok" tanya Leo dengan wajah bahagianya, yang mendapat anggukan dari dokter


"Bisa pak, kalau begitu saya juga permisi" ucap sang dokter


Leo langsung masuk ke dalam ruangan IGD untuk melihat sang istri yang masi berbaring lemah di sana. Leo melangkah mendekat lalu menggenggam tangan sang istri dan menciumnya.


Leo mengusap pipi sang istri, lalu mencium kening Sisi cukup lama, Sisi yang merasakan basah di keningnya, langsung membuka kedua matanya. Leo yang merasakan pergerakan dari sang istri langsung melihat wajah istrinya yang masi agak pucat.

__ADS_1


"Sayang aku di mana" tanya Sisi saat melihat sekeliling nya bukan kamar mereka


"Kamu di rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan" ucap Leo duduk di kursi dekat sang istri


Sisi memegang pelipisnya yang masi terasa pusing, saat ini jam sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi. Leo menghubungi sang boss untuk memberi tau kalau hari ini ia akan telat ke kantor, karena sedang menemani istrinya di rumah sakit dan Nicko mengerti hal itu.


Leo meninggalkan Sisi sendiri untuk membeli sarapan untuk mereka di kantin rumah sakit, Leo membelikan bubur untuk sang istri.


Tak lama kemudian Leo kembali dengan membawa tas berisi sarapan untuk mereka.


Leo yang hendak menyuapi sang istri, tapi belum sempat suapan itu masuk ke dalam mulut Sisi, Sisi sudah berlari ke kamar mandi, Leo yang melihat itu melepaskan mangkuk yang berisi bubur dan menyusul sang istri, Sisi kembali mual tapi hanya cairan saja yang ia muntah kan, Leo kembali memampang Sisi berbaring di ranjang.


"Aku panggilkan dokter dulu ya sayang" ucap Leo setelah Sisi berbaring


"Iya sayang" jawab Sisi dengan memejamkan matanya, karena kepalanya terasa sangat pusing


Leo keluar untuk memanggil dokter untuk memeriksa kondisi sang istri lagi.

__ADS_1


Bersambung....


Like, Komen, sama Vote nya ya guys...


__ADS_2