Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Part (Brian & Marvel) Kecil


__ADS_3

Setelah menunggu selama hampir setengah jam, ketiga bocah kecil itu sudah merasa bosan berada di dalam ruangan reman-remang itu.


"Blian, Alvel apan ita ulan, atu osan di tini(Brian, Marvel kapan kita pulang, aku bosan di sini)" ucap Raffa.


"Ia atu uga(iya aku juga)" ucap Marvel.


"Alian abal ya, ita eldoa emoga ita epat ulang(kalian sabar ya, kita berdoa semoga kita cepat pulang)" ucap Brian menasehati kedua sahabatnya.


Tak lama kemudian kedua preman itu masuk untuk menemui ketiga bocah kecil itu, Brian yang sedang asik mengobrol dengan kedua sohibnya langsung melihat kearah si preman.


"Om apan ita ulan(om kapan kita pulang)" ucap Brian.


"Kalian tunggu dulu ya" ucap salah satu preman.


"Ct, ali adi om ilan ungu ulu elus(Ck, dari tadi om bilang tunggu dulu terus)" ucap Brian.


"Ia ita tan dah ocan di tini om(iya kita kan sudah bosan di sini om)" ucap Marvel juga yang mendapat anggukan kepala dari ke dua sahabatnya.


"Loh telpon si bos deh, bilangin gimana rencana kita" ucap preman yang satu.


"Gue gak punya pulsa" ucap salah satu preman.

__ADS_1


"Om ga odal anet ci ulsa aja ga unya (om gak modal banget sih pulsa aja gak punya)" ucap si kecil Brian.


"Emang enak di ledekin sama bocah" ucap preman yang satu meledek temannya.


"Diam loh, emang loh punya pulsa" ucap preman.


"Gak ada juga" ucap yang satunya.


"Om alian ama aja(om kalian sama aja)" ucap Brian.


Marvel dan Raffa menertawakan kedua preman itu, karena sudah di ledekin oleh kedua teman mereka.


"Acian deh alian om(kasian deh kalian om)" ucap Marvel.


"Blian imana amu da unya encana ga, amu tan dah atan dah isa ikil don(Brian gimana kamu udah punya rencana gak, kamu kan udah makan udah bisa mikir dong)" ucap Marvel.


"Tu ia atu ga isa **** alo ayam dolen yaa ditit, adi tan alian iat diri ayam dolen ya ita agi iga(tuh dia aku gak bisa mikir kalau ayam goreng nya dikit, tadi kan kalian liat sendiri ayam goreng nya kita bagi tiga)' ucap Brian panjang lebar.


"Ish, amu ini(ish, kamu ini)" ucap Marvel.


☘☘☘☘

__ADS_1


Sedangkan saat ini Nicko, Leo dan juga Erik sedang berada dalam perjalanan menuju rumah yang menyekap ketiga bocah kecil itu. Nicko juga sudah mengatakan pada kedua orang tua Raffa kalau anak mereka di culik bersama Brian dan Marvel dan hal itu membuat kedua orang tua Raffa marah.


"Leo, benar ini alamatnya" tanya Nicko.


"Benar bos, mobil yang membawa mereka lewat jalan ini" ucap Leo.


Hampir satu jam menempuh perjalanan akhirnya mereka mobil yang di kendarai oleh Leo tiba di sebuah rumah tua.


Ketiga pria itu turun dari mobil dan melihat suasana rumah tua itu, kosong seperti tak berpenghuni, Nicko melihat salah satu jendela terbuka dengan pelan ia mendekat kearah jendela itu dan melihat.


Bertapa kagetnya Nicko melihat putra, keponakan dan juga teman mereka sedang berbaring di lantai beralaskan kardus, sehabis makan ketiga bocah kecil itu merasa ngantuk dan tertidur di atas kardus.


"Mereka ada di dalam" ucap Nicko mendekati Leo dan Erik.


"Ayo kita masuk, tapi pelan-pelan takutnya preman yang menculik mereka ada di dalam" ucap Nicko.


Ketiga pria itu masuk dengan hati-hati agar tidak di ketahui oleh preman itu, dan benar saja kedua preman sedang tertidur pules di atas kursi rotan yang ada di ruang depan, Leo memberi kode untuk tidak berisik.


"Kau masuk ke dalam biar kami berjaga di sini" ucap Erik berbisik yang mendapat anggukan dari Nicko.


Nicko masuk kedalam ruangan di mana ketiga bocah kecil itu di sekap, tiba di dalam Nicko melihat beberapa bungkus makanan yang berserah kan yang tak jauh dari tiga bocah itu, Brian menggeliat karena di gigit oleh semut.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya...


__ADS_2