
Tingg....
Pintu lift kembali terbuka, ketiga bocah kecil itu melangkah keluar bersama dengan gaya cool mereka jangan lupakan kacamata hitam yang mengandung di hidung mancung mereka.
Ketiga bocah kecil itu berjalan di lorong yang ada di lantai 10, Brian, Marvel dan Raffa melihat para karyawan pria maupun wanita yang sedang duduk di balik meja kerja mereka.
"Blian ita pain di tini, di tini tan ga ada inan(Brian kita ngapain di sini, di sini kan gak ada mainan)" tanya Raffa.
"Ita au antau aliawan agi elja, tan adi atu ilan ama ade ela alo atu au elja (kita mau pantau karyawan lagi kerja, kan tadi aku bilang sama adek Sheila kalau aku mau kerja)" jawab Brian.
"Hay dek ngapain main di sini" tanya salah satu karyawan pria.
"Ita ga ain om(kita gak main om)" jawab Brian tegas.
"Lah terus ngapain di sini dan cari siapa" tanya pria itu lagi.
"Ita agi iat olan elja om(kita lagi liat orang kerja om" jawab Brian lagi.
Karyawan pria itu mengernyit keningnya heran dengan perkataan bocah kecil yang ada di hadapannya itu.
"Yo ita tana(ayo kita ke sana)" ucap Brian.
__ADS_1
Marvel dan Raffa pun mengikuti Brian ke ruangan para karyawan yang sedang sibuk bekerja, ketiga bocah itu melihat dengan teliti kalau semuanya sedang bekerja dengan baik.
Tapi tunggu ada satu meja yang terlihat pemiliknya sedang bergosip dengan temannya yang ada di dekatnya.
Brian, Marvel dan Raffa berjalan mendekati meja itu, Brian me noel bokong wanita yang sedang asik bergosip itu.
"Blian to antat ya di oel cih(Brian kok pantat nya di noel sih)" tanya Raffa.
"Siapa si ni yang noel-noel bodi aduhai gue" ucap karyawan wanita.
Wanita itu berbalik belakang dan melihat ketiga bocah kecil yang sedang berdiri di depannya.
"Utan ya elja mala osip(bukannya kerja malah gosip)" ucap Brian.
"Anat yas os Nit(anak nya bos Nick)" ucap Brian, membuat kedua karyawan wanita itu bergerak cepat kembali bekerja bisa berabe nanti kalau sampai di laporin pada atasan.
"Yo ita iat aliawan yan ain(ayo kita liat karyawan yang lain)" ajak Brian dan kedua sohibnya hanya mengikut saja.
Ketiga bocah kecil itu sedang serius memantau para karyawan bekerja, taba-tiba mereka merasa haus, melihat seorang ob lewat Brian dengan cepat memanggilnya.
"Om" panggil Brian membuat ob itu mendekat ke arah tiga bocah itu.
__ADS_1
"Ada apa dek" tanya ob itu.
"Om ita aus, isa olon bil inum ga(om kita haus, bisa tolong ambil minum gak)" tanya Brian.
"Sebentar ya kalian duduk dulu di sini, om ambilkan minum" ucap ob itu.
Ketiga bocah itu duduk di kursi yang ada di depan ruangan para karyawan, sesekali Marvel berceloteh tentang Brian yang tadi sempat me noel bokong karyawan.
☘☘☘☘
Sedangkan di dalam ruangannya Nicko merasa seperti ada yang berbeda, tapi ia kembali fokus bekerja sampai otaknya mengingat kalau di ruangannya tak ada lagi ocehan ketiga bocah kecil itu, Nicko mengedarkan pandangannya kesemua ruangan kerjanya dan benar saja ketiga bocah kecil itu tidak ada.
Nicko langsung menelpon sang asisten untuk secerah datang ke ruangannya, sudah di pastikan pasti ketiga bocah itu berkeliaran di gedung yang besar ini.
"Ada apa bos memanggil saya" tanya Leo setelah tiba di ruangan Nicko.
"Brian, Marvel dan Raffa gak ada, kita ke ruangan cctv sekarang" ajak Nicko dan Leo pun mengikuti sang bos dari belang.
Keduanya masuk kedalam ruangan cctv di sambut hormat oleh petugas yang berjaga di sana.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....