Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Om Yeo


__ADS_3

Pagi harinya di kediaman Sisi dan Leo....


Leo sedang membuatkan susu untuk sang istri tercinta, Leo yang sudah rapi dengan setelan jas kantor, tak lupa rutinitas nya setiap pagi membuatkan susu untuk istrinya.


"Ini sayang susu nya" ucap Leo, memberikan susu untuk Sisi


"Makasih sayang" ucap Sisi


Keduanya kembali sarapan, karena Leo hari ini harus menjemput sang boss di kediamannya. Kemarin Leo dan Sisi baru saja mengecek kandungan Sisi dan Alhamdulillah dedek bayinya sehat, Sisi dan Leo, sengaja tidak melihat jenis kelamin nya. Karena mereka ingin mengetahuinya setelah ia lahir ke dunia.


"Sayang ingat ya jangan kerja terlalu capek" ucap Leo setelah menghabiskan sarapan nya


"Iya-iya sayang" ucap Sisi


"Ya udah, aku berangkat ya, bos Nicko pasti sudah menunggu" ucap Leo melangkah mendekati sang istri.


Leo mencium kening istrinya sebelum berangkat dan tidak lupa mengusap perut sang istri dan berbincang-bincang dengan sang anak di dalam perut.


Leo meninggalkan istrinya untuk berangkat ke kantor, tapi sebelum itu, ia harus menjemput sang boss terlebih dahulu.


Leo mengemudikan mobilnya keluar garasi, tak lama kemudian, mobil yang di naikin Leo memasuki halaman rumah sang bos. Leo turun dari mobil dan langsung melangkah masuk ke dalam.


Leo melihat sang boss, sedang sarapan bersama istri dan anak-anaknya.


"Pagi boss" ucap Leo setelah tibah di ruang makan.

__ADS_1


"Pagi" ucap semuanya terkecuali beby Brian yang bersuara kebelakang.


"Padi om Yeo" ucap beby Brian dengan celotehnya.


"Dek, om Leo bukan Yeo" ucap Ambar pada adiknya.


"Om Yeo Tata" ucap Brian tak mau kalah.


"Iya deh terserah kamu saja" ucap Ambar mengalah.


Nisa mengajak Leo untuk sarapan bersama mereka, tapi Leo menolak karena ia sudah sarapan di rumah bersama istrinya.


"Kaka, udah selesai sarapannya" tanya Nicko pada sang putri.


"Sudah daddy" jawab Ambar.


Setelah Nicko dan sang putri masuk ke dalam mobil, Leo kembali menjalankan mobilnya. Keluar dari halaman rumah sang boss.


Leo mengantarkan putri bos nya terlebih dahulu, lalu mereka berangkat ke kantor.


"Leo, bagaimana meeting bersama pak Alex" ucap Nicko


"Meeting bersama pak Alex di undur boss, beliau dan asistennya sedang berkunjung ke pulau Sangihe" ucap Leo


Nicko yang mendengar apa yang di katakan oleh Leo mengernyit heran, pikir Nicko ada urusan apa pengusaha asal Amerika itu pergi ke Sulawesi.

__ADS_1


Leo menceritakan semuanya pada sang boss, soal Alex yang akan menjemput sang istri di pulau Sangihe, Leo juga mengatakan pada Nicko jika menjadi istri Alex adalah Carolin, wanita yang dulu terobsesi pada sang boss.


Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh Leo, berhenti di lobi kantor. Kedua nya turun dan memasuki lift khusus COE yang akan mengantarkan mereka ke lantai atas, di mana ruangan mereka berada.


******


Pulau Sangihe.....


Carolin yang sedang memasak di dapur, di kaget kan dengan suara melengking tangisan putranya, ia sudah tau pasti putranya itu haus. Dengan cepat Carolin mematikan kompor nya dan berlari kecil ke dalam kamar.


Carolin melihat Alex sedang menenangkan putra mereka yang sedang menangis, Carolin mendekati sang putra, ia mengangkat beby Albert ke atas pangkuannya, Carolin yang hendak mengangkat kaos yang ia kenakan tapi ia urungkan karena ada Alex di dekatnya.


"Kenapa" tanya Alex yang melihat Carolin menatapnya tajam.


"Kau bisa keluar dulu" ucap Carolin.


Alex yang mengerti apa yang di maksud sang istri nya itu.


"Ck, kenapa haru keluar si aku kan udah pernah melihat nya" ucap Alex acuh


Tangisan beby Albert semakin menjadi-jadi, mau tidak mau dengan terpaksa Carolin mengeluarkan benda itu untuk sang putra.


Alex melihat sang putra meminum asih nya dengan cepat, membuat Alex tersenyum melihatnya.


"Cepat besar ya, boy" ucap Alex me noel pipi gembul sang putra.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2