
"Marvel kamu kenapa sih bilang sama adek Sheila kaya gitu" ucap Brian.
Saat ini Brian hanya berdua dengan Marvel, sedangkan Sheila sudah di bawa masuk oleh mom Nisa.
"Terus aku harus bilang apa dong" ucap Marvel.
"Nanti kalau adek Sheila bawa mainan nya masak-masak ke sini gimana" tanya Brian.
"Ya kita sembunyiin lagi aja, gampang kan" ucap Marvel cuek, membuat Brian menatap kesal sepupunya itu.
"Ck, susah ngomong sama kamu" ucap Brian berlalu masuk ke dalam.
"Kamu mau ke mana" tanya Marvel melihat sohibnya itu pergi.
"Mau liat mommy sama adek Sheila" ucap Brian.
"Tungguin dong kok kamu main tinggal aja sih" ucap Marvel.
Kedua bocah itu mencari keberadaan mom Nisa dan Sheila, yang ternyata sedang berada di ruang samping tempat untuk bersantai.
"Di cariin ternyata kalian di sini" ucap Brian mendekati keduanya.
"Tata Brian ama tata Alvel au abun ama ita uga(kaka Brian sama kaka Marvel mau gabung sama kita juga)" tanya gadis kecil itu dengan antusias.
__ADS_1
"Memangnya kalian lagi apa" tanya Brian.
"Ita agi akai uga, ia tan my(kita lagi rangkai bunga, iya kan my)" ucap Sheila.
"Iya kaka bantu ya" ucap Brian duduk di dekat gadis kecil itu.
Sedangkan Marvel masi berdiri di samping meja melihat aunty Nisa yang sedang merangkai bunga.
"Brian kita main bola yu" ajak Marvel.
"Gak ah, kamu aja aku lagi nemanin adek Sheila" ucap Brian.
Marvel mendekat lalu membisikan sesuatu pada Brian, membuat Brian menatap Marvel tajam.
Dengan terpaksa Brian menemani sang sohib bermain bola, karena kalau tidak nanti bisa-bisa rahasia menyembunyikan permainan Sheila terbongkar.
"Gak seru ya main berdua setelah gak ada Raffa" ucap Brian.
"Iya aku jadi rindu sama Raffa" ucap Marvel.
"Iya udah lama Raffa gak balik, bilangnya cuma sebentar perginya gak tau lama" ucap Brian, saat ini kedua bocah itu sedang bermain bola di halaman belakang dekat taman.
"Main lagi yuk" ucap Marvel.
__ADS_1
Keduanya pun kembali bermain bola bersama, sesekali Brian menendang bolanya cukup jauh sehingga membuat Marvel harus lelah untuk mengambilnya.
"Brian jangan jauh-jauh dong nendang bola nya, aku kan capek ngambilnya" ucap Marvel.
"Gimana sih, tadi ngajak main bola sekarang bilang lelah" ucap Brian.
Brian menendang bolanya cukup jauh lagi tapi tak sengaja mengenai Sheila yang baru saja lewat sambil membawa setangkai bunga.
"Wwahhh,, omyy Isa atit waahhh(wwwaahh,, mommy Nisa sakit Wwaahh)" tangis gadis kecil itu pecah, membuat Nisa dengan cepat keluar.
"Ada apa sayang" tanya mom Nisa.
"Tata Blian ama tata Alven edan ola yaa ama ela my(kaka Brian sama kaka Marvel nendang bola nya sama Sheila my)" ucap Sheila sambil terisak.
Membuat Brian tak tega melihat gadis kecilnya menangis karena dirinya yang tak sengaja menendang bola ke jauh an.
"Maafin kaka ya" ucap Brian mengusap air mata gadis kecilnya.
"Ela elalu aapin tata ko,, ata mama ama papa Alloh aha pe aap (Sheila selalu maafin kaka kok, kata mama sama papa Allah maha pemaaf)" ucap Sheila di selah sesenggukan nya.
"Makasih ya, kaka sayang kamu" ucap Brian memeluk sang gadis dengan sayang, lalu di susul oleh Marvel yang meminta maaf...
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....