Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Keseruan Pagi Hari


__ADS_3

Putra kecil Nicko dan Nisa, kini mulai bisa berjalan walaupun belum terlalu lancar. Seperti saat ini, Nicko sedang menemani sang putra bermain di halaman belakang rumah mereka.


Hari ini adalah hari weekend, Nicko gunakan untuk bermain bersama sang putra, tak lama kemudian datanglah Ambar bersama dengan Maura Kalau hari libur gini, Maura sering berkunjung ke rumah Nicko.


Nisa yang baru saja selesai membuatkan puding. Kini melangkah ke halaman belakang, untuk mencari keberadaan suami dan anak-anak.


Nisa melihat Nicko sedang bermain bola bersama adek Brian, Nisa duduk di salah satu bangku yang ada di dekat mereka.


Pandangan Nisa beralih melihat ke dua gadis kecil yang sedang menyusun mainan balok, pikiran Nisa berkelana ke masa lalu yang ia alami dulu.


Mengingat, melahirkan sorang putri yang hanya di temani oleh sang ibu, di pandang sebelah mata oleh para tetangga nya dulu, tapi Nisa tak pernah mengeluh sedikit pun, lamunan Nisa buyar saat Nicko menepuk sebelah pipi sang istri.


"Sayang ko melamun sih" tanya Nicko yang duduk di sebelah sang istri


Nisa mencari keberadaan sang putra, yang ternyata sedang bermain bersama kaka-kaka nya.


"Aku gak ngelamun ko mas" elak Nisa


"Eemm,, boong tadi mas panggil-panggil gak di dengar" ucap Nicko

__ADS_1


Nisa menatap sang suami dengan mata yang berkaca-kaca, membuat Nicko menjadi panik melihat sang istri yang memandangnya dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang kenapa" ucap Nicko lagi


Tampa menjawab pertanyaan suaminya, Nisa langsung saja memeluk tubuh Nicko dengan erat. Nicko mengusap punggung sang istri.


"Makasih karena sudah hadir di hidup aku mas" ucap Nisa dalam pelukan Nicko


Nicko tersenyum mendengar perkataan sang istri, rupanya istri cantiknya itu sedang melow ternyata, Nicko melepaskan pelukan mereka, lalu memegang ke dua pipi Nisa.


"Mas yang seharusnya berterima kasih sama kamu, karena sudah mau menerima mas dan mau melahirkan anak-anak untuk mas" ucap Nicko


"Udah jangan sedih lagi ya, ini masih pagi loh" ucap Nicko


Nisa mengernyit kening nya heran dengan perkataan sang suami.


"Kamu tuh kalau lagi melow gini pengen banget masa bawa ke dalem" ucap Nicko yang spontan mendapat cubitan dari sang istri.


"Sasar genit" ucap Nisa.

__ADS_1


"Tapi kamu suka kan sayangku" ucap Nicko menggoda sang istri.


"Iih apaan sih" ucap Nisa uang hendak berdiri meninggalkan suaminya.


"Eh kok pergi si, apa ngasih kode ya buat mas ngajak masuk ke dalam" ucap Nicko semakin menggoda Nisa.


Nisa terus melangkah tampa memperdulikan perkataan suami mesum nya itu, ia mau melihat puding yang ia bikin tadi, mau di masukin di kulkas karena tadi masi panas.


"Adek Bri" jangan di rusakin dong keluh Maura pada Brian yang selalu merusak balok yang sudah ia dan Ambar susun.


Tapi Brian hanyalah anak kecil yang belum tau apa-apa, apa saja bisa ia jangkau dengan tangan kecilnya itu.


"Tata tata" panggil Brian pa Maura.


"Dad, adek ngerusakin mainan aku sama Maura terus" keluh Ambar pada sang daddy karena sudah gak tahan sama kerusuhan adek nya.


Nicko berdiri dari duduknya, melangkah mendekati anak-anak nya itu, Nicko mengajak sang putra bermain menyusun balok bersama dengan ke dua gadis kecil itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2