Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
(Brian & Marvel) Kedua Teman Kelas Tio


__ADS_3

Nicko, Brian dan Marvel saat ini sedang sibuk membuat karya dari bahan bekas, terlihat kedua bocah laki-laki itu sangat antusias membantu daddy Nicko.


"Kira-kira Tio bikin karya apa ya" ucap Marvel tiba-tiba.


"Iya yah, nanti besok kita tanya Tio ya" ucap Brian yang mendapat anggukan kepala dari Marvel.


"Boy, sini bantuin daddy buat pegang ini, kita akan mulai me lem nya" ucap Nicko.


Brian menuruti apa yang di katakan oleh sang daddy, sedangkan Marvel sedang sibuk melihat warnah apa yang cocok untuk karya mereka.


Nicko membuat tiga asbak dengan model yang berbeda, membuat Brian dan Marvel bingung kenapa daddy Nicko membuat 3 asbak.


"Dad, kok buat tiga?" tanya Brian.


"Nanti yang satu bisa kalian kasih pada Tio" ucap Nicko.


"Benar dad, terimakasih ya dad" ucap Brian senang.


Selesai membuat asbak, kini tinggal memberi warna Brian memili warnah merah bercampur putih, sedangkan Marvel warnah puti bercampur hijau dan buat Tio warnah hitam dan putih.


"Nih akhirnya selesai juga' ucap daddy Nicko


"Horee, makasih ya dad, makasih uncle" ucap Brian dan Marvel bersama.


"Iya sama-sama" ucap daddy Nicko.


Tak lama kemudian suara deru mobil baru saja terparkir di halaman depan, siapa lagi kalau bukan Nara dan Erik yang datang menjemput kedua anak mereka.

__ADS_1


☘☘☘☘


Keesokan paginya....


Brian dan Marvel baru saja tiba di sekolah setelah di antar oleh sopir masing-masing, keduanya sedang menunggu kedatangan seseorang dan tak lama kemudian orang itu terlihat juga.


Tio memasuki gerbang sekolah dengan berjalan kaki, sambil mendukung tas punggung nya.


"Tio" panggil Brian dan Marvel.


"Brian, Marvel" ucap Tio.


"Kamu kok jalan kaki, bapa kamu gak anter kamu ya" tanya Brian.


"Iya aku jalan kaki, bapa aku lagi gak sehat" ucap Tio.


"Bapa kamu sakit apa" tanya Marvel.


"Semoga cepat sembuh ya, nanti pulang sekolah kita mampir boleh" ucap Brian.


"Boleh dong, tapi..." ucap Brian terhenti.


"Kenapa" tanya Brian.


"Rumah aku kecil, kalian yakin mau mampir" ucap Tio.


"Gak papa, kita kan gak nanyain rumah kamu besar apa kecil" ucap Brian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Nanti kita pulang barang ya" ucap Brian yang di anggukan oleh Tio.


Pada saat mereka bertiga akan beranjak menuju kelas masing-masing, tiba-tiba ada dua anak laki-laki yang menghadang.


"Eh Brian kok kamu mau sih temanan sama orang susah seperti dia" ucap salah satunya menunjuk Tio tak suka.


"Memangnya kenapa" tanya Brian.


"Kamu kan anak orang kaya, masa iya tekanan sama anak orang susah sih, hahaha" ucap anak itu lagi sambil mengejek.


"Terserah aku dong mau berteman sama siapa aja, lagi pula semua manusia di mata sang pencipta sama kok, gak pandang kaya atau miskin" ucap Brian.


"Tapi tetap aja gak selevel sama dia" ucap anak yang satunya lagi.


Tio sudah menunduk karena mendengar hinaan dari kedua teman kelasnya itu, Brian langsung memegang lengan sang sahabat dengan pelan.


"Jangan dengerin mereka, kita akan selalu jadi teman kamu kok" ucap Brian.


"Makasih ya Brian, Marvel" ucap Tio.


"Iya" ucap Marvel.


"Kalau kalian tidak berhenti menganggu Tio, aku akan mengadukan kalian pada guru kalian" ucap Brian.


Membuat kedua bocah laki-laki itu menjadi takut, akan mendapat teguran dari guru mereka dengan cepat keduanya pergi dari hadapan mereka.


Bersambung...

__ADS_1


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote....


Terimakasih***...


__ADS_2