
Nisa memakaikan pakaian putra kecilnya, tapi pandangan bocah kecil itu tak pernah lepas dari sang daddy, bocah kecil itu belum sepenuhnya percaya dengan apa yang di katakan daddy nya.
"Myy, omyy ga itut el ohon tan(myy, mommy gak ikut berbohong kan)" tanya si kecil Brian
"Am,, g gak kok sayang buat apa mommy berbohong" ucap Nisa
"Omyy, asti el ohon(mommy pasti berbohong)" ucap bocah kecil itu membuat Nisa dan Nicko salah tingkah dengan perkataan putra kecil mereka.
"Berbohong apa sih dek" tanya Ambar penasaran
"Edyy ama omyy el ohon tata, asti adi adeh etut-etut intu amal edy ama omyy ga di uka, asti edyy eluk an tium-tium omyy(daddy sama mommy berbohong kaka, pasti tadi adek ketuk-ketuk pintu kamar daddy sama mommy gak di buka, pasti daddy peluk dan cium-cium mommy)" ucap bocah kecil itu panjang lebar
Ambar yang mendengar perkataan adiknya pun sontak tertawa lepas, gadis itu pikir dari mana adik nya tau kalau daddy suka peluk dan cium mommy.
"Mungkin daddy sama mommy lagi tidur makanya gak dengar suara ketukan pintu" ucap Ambar
"Adeh ga eltaya tata(adek gak percaya kaka)" ucap bocah kecil itu
Sedangkan ke dua orang yang sedang di bicarakan diam mematung di tempat, Nicko berpikir putra kecilnya itu benar-benar mirip sepertinya gak gampang di bohongin.
__ADS_1
"Boy ayo main sama daddy" ucap Nicko mengajak putranya
"Ain apa dyy(main apa daddy)" tanya bocah kecil itu
"Kita main game online di ponsel milik daddy" ucap Nicko membujuk putra kecilnya
"Ain emba-emba ya dyy(main tembak-tembak ya dyy)" tanya bocah kecil itu
"Iya ayok" ajak Nicko
Nicko dan Brian pun keluar dari kamar bocah kecil itu di ikuti oleh Nisa dan Ambar, Nicko mengajak sang putra ke ruang TV Nicko langsung membuka aplikasi game online, ke dua mata bocah kecil itu langsung berbinar melihat anime yang sedang berperang.
Untuk sementara Nicko merasa aman karena putranya tak lagi mencurigainya, Nicko memainkan game nya dengan sanga keren membuat bocah kecil itu penasaran dan ingin mencobanya juga.
"Edyy, adeh oleh injam ga(daddy adek boleh pinjam gak)" tanya si kecil Brian
"Tentu boleh boy" jawab Nicko
Nicko mengajarkan putranya untuk menembak musuh dengan benar agar tak mati begitu saja, karena jika mati maka poin akan berkurang.
__ADS_1
Tuttt tuttt...
Suara saling menembak terdengar sangat nyaring di ruang TV, sesekali bocah kecil itu di buat kesal karena sudah berapa kali mati tertembak dan itu mengurangi poin yang sudah Nicko dapatkan.
Nicko membiarkan putranya bermain sendiri karena ia harus mengerjakan sesuatu di lap top.
"Ya ati agi(yah mati lagi)" ucap bocah kecil itu
"Ada apa boy" tanya Nicko karena saat ini Nicko sedang mengerjakan sesuatu di lap top
"Adeh ati agi edyy(adek mati lagi daddy)" ucap bocah kecil itu
Nicko melihat sisa poin yang tinggal sedikit karena putranya sudah banyak kali tertembak, dan itu membuat game online milik Nicko turun menjadi level 3 dari level 10, bukanya berhenti malahan bocah kecil itu bermain terus sampai poin menjadi 0.
Tiba-tiba Brian meletakan ponsel daddy nya di atas meja, lalu ia turun dari atas sofa.
"Mau ke mana boy" tanya Nicko
"Au atan edyy, adeh aper(mau makan daddy adek laper)" ucap bocah kecil itu berlalu dari ruang TV menuju dapur di mana sang mommy sedang memasak.
__ADS_1
Bersambung...