
Mobil yang di kendarai oleh pak sopir memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, Si kecil Brian turun dengan mengenakan tas kecil miliknya setelah pak sopir membukakan pintu untuk anak majikannya.
"Maaci ya pa(makasih ya pak)" ucap si kecil Brian
"Sama-sama den" ucap pak sopir
Bocah kecil itu melangkah masuk ke dalam, Nisa, yang melihat sang putra sudah kembali langsung saja mendekati putra kecilnya.
"Sayang..." panggil Nisa
"Omyy, uda anun ya(mommy, udah bangun ya)" tanya si kecil Brian
"Iya sayang, mommy sama daddy bangun nya kesiangan)" ucap Nisa
Bocah kecil itu hanya menggeleng kan kepalanya layak orang dewasa, membuat Nisa menjadi heran sendiri jadinya.
Tak lama kemudian Nicko datang dan sudah rapi dengan jas kantor nya, Nicko melihat putranya yang sudah kembali.
"Boy, kau sudah kembali" tanya Nicko
"Yet dyy(yes dyy)" ucap Brian
"Edyy, omyy, ental alam alian idul di amal alian, ial adeh ga iat alian elutan aat idul(daddy, mommy, entar malam kalian tidur di kamar kalian, biar adek gak liat kalian pelukan saat tidur)" ucap bocah kecil itu panjang lebar.
Membuat Nisa dan Nicko saling pandang dan salah tingkah, Nisa menatap tajam sang suami yang sudah tidur bersama dengan nya dan juga putra mereka.
Berbeda dengan Nicko yang bersorak senang dalam hati, karena di suruh tidur di kamar sendiri bersama sang istri tercinta oleh sang putra.
"Siap boy" ucap Nicko bersemangat
__ADS_1
"Ililan di ulu idul ama omyy aja, edyy alu emanat(giliran di suruh tidur sama mommy aja, daddy baru semangat)" ucap bocah kecil itu berlalu dari hadapan ke dua orang tuanya.
Membuat Nisa dan Nicko menggeleng kepala melihat tingkah sang putra yang semakin hari semakin bijak saja.
"Sayang mas berangkat ke kantor dulu ya" ucap Nicko pamit pada sang istri
"Iya mas, hati-hati ya" ucap Nisa mencium punggung tangan sang suami, lalu Nicko mencium kening sang istri dengan sayang.
Setelah kepergian sang suami ke kantor, Nisa menyusul putra kecilnya ke kamar, Nisa melihat putranya sedang mengatur sepatu yang baru saja ia pakai ke tempat yang biasa.
"Sayang kamu lagi apa" tanya Nisa
"Adeh agi atul patu myy(adek lagi ngatur sepatu myy)" ucap bocah kecil itu
Nisa tersenyum melihat kelakuan putra kecil yang sudah mulai pintar, tapi kalau bertemu sohib nya jangan di tanya seperti apa kenakalan mereka.
"Myy, apan adeh ulai kola epelti tata(myy, kapan adek mulai sekolah seperti kaka)" tanya bocah kecil itu
"Elati asi ama don myy(berarti masi lama dong myy)" tanya Brian
"Iya sayang, adek kan juga belum terlalu lancar ngomong nya" ucap Nisa memberi tau sang putra
"Ditu ya myy(gitu ya myy)" ucap bocah kecil itu
"Iya sayang" jawab Nisa memeluk putranya dan mencium pucuk kepalanya dengan sayang.
☘☘☘☘
"Bi, atu au atan es tim don, api agan ilan omyy ya(bi, aku mau makan es krim dong, tapi jangan bilang mommy ya)" ucap bocah kecil yang sedang berdiri di depan kulkas besar
__ADS_1
"Aduh den, bibi takut nanti ibu marah gimana" ucap bibi
"Ita iam aja bi ama omyy(kita diam saja bi sama mommy)" ucap si kecil Marvel
Bibi cuma bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah anak majikannya yang terlalu pemaksaan itu.
"Tapi dikit aja ya" ucap bibi
"To itit cih bi, atu tan au yaa anyat (kok dikit sih bi, aku kan maunya banyak)" ucap Marvel
"Waduh, bisa berabe ini urusannya" ucap bibi pelan tapi masi bisa di dengar oleh bocah kecil itu.
Bibi mengambil es krim yang berukuran kecil, lalu memberikan pada bocah kecil itu, dengan mata berbinar bocah kecil itu menerima es krim yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.
"Hheemm, enat anet(hheemm, enak banget)" ucap si kecil Marvel setelah memasukan es krim ke dalam mulutnya.
Bocah kecil itu duduk di sudut kulkas, jadi siapa saja tak bisa melihatnya karena ia sekalian ngumpet dari sang mommy yang pasti akan memarahinya.
"Bibi, Marvel kemana ya" tanya Nara setelah masuk ke dapur
Bibi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus mengatakan apa pada majikannya.
"Itu anu bu..." ucap bibi terpotong mendengar suara bocah kecil dari sudut kulkas
"Atu di cini myy(aku di sini myy)" ucap si kecil Marvel keluar dari sudut kulkas dengan mulut yang belepotan dengan coklat es krim.
Nara menjadi cerewet melihat model sang putra yang belepotan dengan coklat es krim, sedangkan yang di marahin hanya tertawa tampa dosa.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen sama Vote ya, maaf author belum revisi dari bab awal kalau terdapat banyak typo.