
"Tio masakan ibu kamu enak banget" ucap Marvel keluar dari dapur bersama Tio dan Brian.
"Iya enak banget, apa lagi makan pake tangan bee mantap" ucap Brian memberi jempol.
"Lebih enak masakan di rumah kalian lah" ucap Tio.
Ketiganya mengobrol cukup lama, sampai Brian dan Marvel pamit pulang karena sudah sejam mereka berada di rumah Tio.
"Bentar den ibu nelpon" ucap pak sopir menepikan mobil.
"Hallo bu" ucap pak sopir.
"....."
"Ini udah di jalan pulang bu, tadi den Brian sama den Marvel mampir ke rumah teman" ucap pak sopir.
"....."
"Baik bu siap" jawab pak sopir, lalu kembali menjalankan mobil.
"Mommy, bilang apa pak" tanya Brian.
"Ibu nanya den, kenapa belum sampai rumah" ucap pak sopir.
Tak lama kemudian mobil pun tiba di kediaman Nicko, Brian dan Marvel turun dari dalam mobil kemudian masuk ke dalam.
"Assalamualaikum myy" ucap Brian
"Waalaikumsalam dek" ucap Ambar, karena ia dan Maura sudah pulang sekolah.
"Kaka, mommy mana" tanya Brian.
"Lagi ke kamar dek" ucap Ambar.
__ADS_1
"Dek kok kalian baru pulang sih" tanya Maura.
"Kita habis jenguk ayah teman kita kak, lagi gak sehat terus sekalian deh kita di ajak makan siang, iya kan Marvel" ucap Brian.
"Iya, makanannya enak banget, kita sampe nambah lagi" ucap Marvel antusias.
"Makan aja terus yang ada di pikiran kamu dek" ucap Maura.
"Namanya juga lagi lapar kak, ya makan" ucap Marvel.
Brian dan Marvel lalu pergi ke kamar untuk menganti seragam mereka.
☘☘☘☘
Di lantai bawa Ambar dan Maura sedang sibuk mengatur alat melukis mereka, hari ini mereka berkegiatan melukis.
"Kamu mau melukis apa Ra" tanya Ambar.
"Kalau kamu mau lukis apa" tanya Maura.
"Belum tau, nanti mikir dulu" ucap Ambar.
Sedangkan Maura sudah mulai melukis, Ambar fokus melihat saudaranya itu tak lama kemudian suara Brian dan Marvel terdengar sedang menuruni tangga.
"Kaka lagi ngapain" tanya Brian.
"Kaka lagi melukis dek" ucap Maura.
"Kaka Ambar juga mau melukis ya" tanya Marvel.
"Iya tapi bingung mau melukis apa" ucap Ambar terlihat berpikir.
"Gimana kalau kaka gambar kita berdua aja" ucap Brian melihat sang kaka.
__ADS_1
"Iya kak, kita kan ganteng" ucap Marvel.
"Boleh deh, kalian berdiri di sana ya tapi sambil bergaya" ucap Ambar.
"Boleh deh, ayo Marvel" ajak Brian.
Brian dan Marvel pun berdiri dari Ambar, dengan jarak 3 meter Brian bergaya tersenyum memperlihatkan giginya, sedangkan Marvel tersenyum menatap Brian.
"Diam ya jangan gerak-gerak" ucap Ambar.
Belum beberapa menit tapi terdengar suara Brian sudah mengeluh pegal berdiri terus.
"Masih lama gak kak, capek nih berdiri terus" ucap Brian.
"Nanggung dek, dikit lagi" ucap Ambar.
Kedua bocah laki-laki itu masi setia berdiri, tapi gaya sekarang sudah berubah tak seperti tadi di awal.
Tiba-tiba dari arah depan terdengar suara lengkingan gadis kecil yang sering berkunjung ke rumah mereka.
"Tata Blian, tata Alvel ita ain asat-asat agi yo(kaka Brian, kaka Marvel kita main masak-masak lagi yuk)" ajak Sheila yang baru saja tiba.
"Bentar dek kita lagi di lukis sama kak Ambar" ucap Marvel.
"Ukis tu apa tata(lukis itu apa kaka" tanya Sheila.
"Kaya gitu tuh" ucap Marvel menunjuk papan lukisan Ambar.
Membuat gadis kecil itu mendekat karena penasaran dan matanya tak lepas dari papa lukisan.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote yo.....
__ADS_1