
Baru saja Vero melangkah keluar dari ruangan Nisa, sudah di kaget kan dengan suara teriakan gadis cerewet itu.
Vero berbalik dan melihat Gita berlari ke arah nya.
"Kak Vero, Gita cariin juga" ucap Gita ngos-ngosan
Vero diam tidak menanggapi ocehan gadis yang ada di depan nya yang membuat telinganya sakit.
"Kak Vero kok diam aja sih" tanya Gita lagi
"Bisa gak sih loh berhenti gangguin hidup gue" ucap Vero dengan marah karena tak dapat menahan rasa kesalnya pada gadis mungil yang ada di depan nya
"Kak Vero kok ngomong gitu sama Gita" ucap Gita sedih karena baru kali ini melihat seorang Vero berkata tak suka padanya
"Kenapa kalau gue ngomong gitu ha, gue minta sama loh mulai detik ini juga berhenti gangguin hidup gue" ucap Vero datar
Gadis mungil yang berdiri di depan pria yang ia sukai mematung tak menyangka pria yang dia suka berkata seperti itu padanya.
Gita menunduk untuk menyembunyikan air mata nya yang sebentar lagi akan jatuh. Gita mengangkat kepalannya lalu melihat kedua mata Vero cukup lama.
"Baik kalau itu mau kak Vero, mulai sekarang Gita gak akan dekat-dekat lagi sama kak Vero" ucap Gita dengan air mata yang mengalir dari pipi kecil nya.
"Gita minta maaf kalau selama beberapa minggu ini Gita selalu gangguin kaka" ucap Gita lagi
Vero hanya mematung di tempat nya tampa mengatakan apa-apa melihat air mata mengalir dari pipi gadis itu.
"Gita permisi dulu" ucap Gita lalu berlari dari hadapan Vero
Cukup lama Vero berdiam di tempat sampai lamunan nya buyar dengan getaran ponsel di saku celana nya.
*******
Waktu kini sudah menjelang sore, Leo membereskan semua berkas-berkas yang ada di atas meja kerja nya.
Sore ini sepulang kantor Leo mengajak sang kekasih untuk menjenguk istri dari bos nya yang tak lain adalah sahabat dari kekasih nya.
Leo keluar dari ruangannya dan melangkah masuk ke dalam lift tidak lupa Leo mengirim pesan pada Sisi untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Leo mengendarai mobil nya dengan kecepatan rendah, 45 menit kemudian ia tiba di depan kosan sang kekasih.
Leo membunyikan klakson mobil nya dan tak lama kemudian Sisi berjalan ke arah mobil Leo dengan tersenyum manis yang selalu menghiasi wajah cantik nya., Leo membalas senyuman sang kekasih lalu membukakan pintu mobil untuk Sisi masuk.
Ke dua nya saat ini sudah berada di dalam mobil Leo melanjutkan mengemudikan mobil nya menuju rumah sakit.
Tak lama kemudian Sisi dan Leo tiba di rumah sakit, karena Leo sudah tau ruangan Nisa mereka berdua langsung menuju ke sana.
Tiba di depan pintu ruangan Nisa, Sisi mengetuk pintu terlebih dahulu lalu masuk.
Cclleekk...
Nisa dan Nicko melihat ke arah pintu yang terbuka dan melihat Leo dan Sisi.
"Nis, " panggil Sisi
"Sisi sini" ucap Nisa meminta sang sahabat mendekat
"Nis, gue mau lihat bayi loh" ucap Sisi beralih melihat box bayi
"Nis, anak lo ganteng banget sih... kaya muka bapak nya" ucap Sisi
"Iya Si aku gak kebagian mala" ucap Nisa tersenyum
Nicko dan Leo duduk di sofa yang ada di ruangan itu untuk membahas pekerjaan kantor hari ini.
Leo melihat Sisi yang mengangkat bebi Brian dari dalam box dengan hati-hati hal itu membuat Leo tersenyum geli melihat sang kekasih.
Nicko yang melihat sang Asisten senyum-senyum melihat kekasih nya cuma geleng-geleng kepala.
"Cepat di nikahin anak orang" ucap Nicko membuat Leo menatap nya
"Iya boss lagi dalam proses" ucap Leo
"Nis, bayi loh gemesin deh" ucap Sisi
"Iya Si, sakin gemas nya Ambar kemarin minta di bikini lagi satu dan wajah nya harus sama kaya dia" ucap Nisa mengingat permintaan polos putri kecil nya kemarin.
__ADS_1
Sisi terkekeh geli mendengar perkataan sang sahabat tentang permintaan Ambar.
Cclleekk...
"Myy..."
Semua yang ada di ruangan itu melihat ke arah pintu, Ambar masuk den mom Tania dan juga daddy Erlangga.
"Tante Sisi" panggil Ambar
"Iya sayang" ucap Sisi
"Adek Bri masi tidur ya tan" ucap Ambar yang melihat bayi yang ada di gendongan Sisi tak bergerak
"Iya sayang dia tidur nya nyenyak banget ni di gendong tante" jawab Sisi
Sisi meletakan kembali bayi mungil itu ke dalam box nya dengan hati-hati, dan Sisi kembali bertukar cerita bersama sang sahabat dan mom Tania, sedangkan ke tiga pria dewasa yang duduk di sofa sedang asik berbincang-bincang masalah pekerjaan.
Si kecil Ambar sedang melihat sang adik yang masi tertidur pules, sesekali Ambar me noel-noel pipi sang adik karena gemas banget.
******
Di tempat lain, seorang wanita kini sedang memuntahkan semua isi perut nya ke dalam kloset.
Wanita itu melihat wajah pucat nya di depan cermin, Ia keluar dari kamar mandi dan mengambil dua buah tes pec yang ada di atas meja nakas lalu ia melangkah kembali ke dalam kamar mandi.
Setelah menunggu selama 5 menit wanita itu melihat tes pec tersebut dan dua gari merah ia menutup mulut nya dengan satu telapak tangannya.
"Gak mungkin, ini gak mungkin, apa yang harus aku lakukan" ucap Wanita itu dengan berderai air mata.
Ia keluar dari kamar mandi dan mencari ponsel milik nya dan menghubungi seseorang.
Bersambung....
Guys jangan lupa like, komen sama Vote nya yah, biar author makin semangat Up nya. 😊🙏🙏
Terimakasih....
__ADS_1