
3 Bulan Kemudian...
Tak terasa sudah tiga bulan Brian dan Marvel menimbah ilmu di TK Bakti Bangsa, selama tiga bulan ini keduanya sudah bisa membaca walau masi terputus-putus, begitu pun dengan para teman-temannya.
Seperti saat ini semua murid di minta bunda Aira untuk maju satu persatu ke depan kelas untuk membaca huruf yang ada di papan tulis, selama tiga bulan juga masih ada yang tidak menyukai mereka.
"Brian kamu hebat udah bisa baca biar pelan" ucap Rasya.
"Ia Alhamdulillah,, kaka ku suka mengajar aku membaca di rumah" ucap Brian.
"Kamu enak punya kaka yang bisa ngajarin kamu, kalau aku kan anak satu-satunya" ucap Rasya.
"Kamu harus tetap bersyukur masih mendapat kasih sayang dari kedua orang tua kamu" ucap Brian.
"Iya Brian, aku sangat bersyukur kok" ucap Rasya.
__ADS_1
"Sekarang giliran Marvel untuk maju ke depan" ucap bunda Aira.
Marvel maju ke depan dan mulai membaca huruf yang ada di papan tulis, sedikit-sedikit Marvel bisa membaca walaupun sedikit-sedikit, selesai membaca Marvel kembali duduk di bangku miliknya lalu di ganti dengan murid yang lain maju ke depan.
Ada beberapa murid yang belum pandai membaca dan suka lupa dengan huruf-huruf, membuat mereka harus lebih giat belajar di rumah.
Sementara itu di kelas B, Tio sedang melihat bangku belakang yang sudah seminggu ini kosong, pemiliknya tak tau kemana ingin menanyakan pada teman yang lain tapi takut akan mendapat buli lagi.
"Laura kemana ya kok udah seminggu gak masuk sekolah" ucap Tio dalam hati.
"Baik anak-anak sebelum kita mulai pelajarannya, bunda mau memberitahu sesuatu pada kalian semua" ucap bunda Maryam melihat para murid.
"Pasti kalian bertanya-tanya kenapa teman kalian Laura tidak lagi pernah masuk sekolah sudah seminggu ini, Laura sudah tidak bersekolah di sini lagi Laura pindah ke Singapura untuk ikut kedua orang tuanya" ucap bunda Maryam.
Tio terlihat biasa saja mendengar apa kata bunda Maryam kalau gadis kecil yang suka menyapa dan suka memberinya roti sudah pergi ke Singapura, Tio membuka tas yang ada di laci mejanya ia mengeluarkan roti pemberian Laura terakhir kalinya, roti itu sudah terlihat tak layak untuk di makan karena sudah tertahan seminggu.
__ADS_1
"Semoga kamu sehat-sehat di sana, aku akan selalu ingat kebaikan kamu" ucap Tio dalam hati sambil melihat roti itu.
Pelajaran pun di mulai, Tio dan yang lain mulai menulis apa yang di tulis oleh bunda Maryam di papan tulis, sesekali bunda Maryam menanyakan kalau itu huruf-huruf apa.
Sekarang tak ada lagi yang akan menyapa Tio di dalam kelas, hanya Brian, Marvel, Rasya dan Ilham sekarang menjadi temannya Tio merasa sedih karena tak bisa lagi melihat gadis manis itu.
Bersambung....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
Sedih juga ya liat Tio, dan sedih juga karena novelnya akan TAMAT😔 tapi tenang di cerita si kembar kembar nakal ada versi mereka sudah dewasa loh, ceritanya juga gak kalah seru, langsung mampir aja gus di bawa ini judulnya.
Kembar Kembar Nakal***
__ADS_1