Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Ke Rumah Adek Sheila


__ADS_3

"Myy, yok epat myy (myy, ayo cepat omyy)" ucap si kecil Brian.


"Sabar dong sayang" ucap Nisa menenangkan sang putra yang sedari tadi sibuk pengen cepat-cepat pergi ke rumah sahabatnya.


"Adeh, uga enen ama adeh ela myy(Adek, udah kangen sama adek sheila myy)" ucap Bocah kecil itu.


Nisa hanya menggeleng kepala melihat tingkah putra kecilnya itu, makin hari makin genit aja tuh bocah kecil.


Nisa kini sudah siap dengan penampilannya, ia mengajak sang putra untuk pergi sekarang.


"Sayang, ayo kita berangkat" ajak Nisa.


"Undu myy, adeh au abil tatamata adeh ulu myy(tunggu myy, adek mau ambil kacamata adek dulu myy)" ucap bocah kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.


Tak lama kemudian, Bocah kecil itu keluar dengan kacamata bulat miliknya, terlihat sangat lucu di mata Nisa, Nisa menyembunyikan tawanya agar tak kelepasan di depan sang putra.


"Ayo myy, ita elgi(ayo myy, kita pergi)" ajak Brian pada mommy nya.


Nisa berjalan keluar dengan mengandeng tangan mungil putranya, pak sopir membukakan pintu mobil untuk nyonya Nicko dan Tuan muda.


"Maaci pat(makasih pak)" ucap Brian.


"Sama-sama tuan muda" jawab pak sopir menggeleng kepala melihat tingkah anak majikanya.


Mobil yang di naikin oleh Nisa dan putra kecilnya pun keluar dari halaman rumah mewah itu. Si kecil Brian tak henti-hentinya berceloteh tak jelas selama dalam perjalanan.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mobil itu memasuki area perumahan yang.


Pip... Pip..


Pak sopir membunyikan klakson mobil, dan pak satpam pun membukakan pintu gerbang untuk mempersilahkan mobil itu masuk.


Nisa ingin mengendong sang putra turun dari mobil untuk masuk ke dalam, tapi bocah kecil itu malah menolak untuk di peluk.


"No myy, adeh au dalan endiri(No myy, adek mau jalan sendiri)" ucap bocah kecil itu.


Nisa benar-benar di buat melengos dengan tingkah sang putra.


Tokk.. Tokk..


"Assalamualaikum.." ucap Nisa.


"Nisaaaa..." ucap Sisi dan langsung memeluk sahabatnya itu.


"Gue kangen banget ama lu Nis.." ucap Sisi.


"Sama aku juga kangen sama kamu si" jawab Sisi.


Ke dua wanita dewasa itu, berpelukan untuk melepas rindu, tampa menghiraukan bocah kecil yang berdiri di bawa sana.


Bosan melihat mommy nya dan tante Sisi yang lagi heboh dengan bergosip, bocah kecil itu berlalu begitu saja masuk ke dalam rumah besar itu.

__ADS_1


"Adeh elaaa" ucap Brian mendekati box bayi yang ada di ruang tenga itu.


"Adeh ela, adi idul ya(adek sheila lagi tidur ya)" ucap Brian, tangan mungil nya mengusap pipi mulus bayi kecil itu.


"Nis, kamu ke sini sama siapa" tanya Sisi.


"Sama putra aku Sih, ini di..." ucapan Nisa terhenti mencari keberadaan putra kecilnya yang menghilang.


"Adek, adek di mana sayang" panggil Nisa dengan suara lembut.


"Adeh, ini ommyy(adek di sini mommy)" ucap Brian dari ruang tenga.


Nisa dan Sisi melihat ke arah ruang tengah dari asal suara kecil itu, dan benar saja bocah kecil yang di cari-cari sedang berada di dekat box bayi.


Nisa dan Sisi melangkah masuk ke dalam, mendekati box bayi itu.


"Hay ganteng" ucap Sisi mencium bocah kecil itu.


"Ante, anan tium-tium adeh(tante jangan cium-cium adek)" ucap Brian dengan celotehnya.


"Kenapa udah gak mau tante cium hheemm" ucap Sisi.


"Adeh, au tium adeh ela ante(Adek, mau cium adek Sheila tante" ucap Brian.


Bersambung....

__ADS_1


***Hay, guys jangan lupa like, komen sama vote ya. terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Mampir juga ya di cerita Ambar yang udah besar, judulnya "Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil***"


__ADS_2