Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Bulan Madu 2


__ADS_3

Waktu kini sudah menunjukan pukul 5 sore, Nisa dan Nicko saat ini sedang menikmati indah nya matahari yang ada di ufuk barat.


"Sayang kamu suka" ucap Nicko


"Suka banget mas" jawab Nisa


Saat ini posisi kedua nya Nicko sedang memeluk sang istri dari belakang dengan romantis sesekali Nicko mencium pucuk kepala sang Istri.


Matahari sudah tengelam hari berganti malam, Nicko mengajak sang istri balik ke vila tempat mereka menginap.


"Mas aku mandi dulu ya" ucap Nisa


"Iya sayang" jawab Nicko berbaring di atas ranjang King Zeth


20 menit kemudian Nisa keluar dengan hanya mengunakan kimono handuk yang terlihat sangat **** di mata Nicko.


"Mas sana mas mandi" ucap Nicko


Bukan nya mendengar perkataan istrinya Nicko mala turan dari ranjang dan mendekati sang istri.


"Mas dengar Nisa gak" ucap Nisa


Nicko terus mendekati istrinya hingga mereka berdua berhadapan, Nicko membelai wajah sang istri dengan lembut lalu mencium kening istrinya.


"Mas mandi" ucap Nisa lagi.


"Baiklah nyonya Wijaya, suamimu ini menurut" ucap Nicko mencuri ciuman di bibir sang istri.


Nicko masuk kedalam kamar mandi dengan perasaan bahagia, malam ini ia akan meminta haknya pada sang istri agar bisa memberikan putri kecilnya seorang adik yang sangat lucu nan mengemaskan.


Nicko senyum-senyum sendiri seperti orang tidak waras, entah apa yang pria tampan itu pikirkan, Author pun gak tau.


30 menit kemudian Nicko keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basa dan handuk kimono yang ia pakai, Nicko melihat sang istri sedang memakai krim malam.


Nicko berjalan mengambil pakaian yang sudah di siapkan oleh istri tercintanya itu, sedangkan Nisa sudah terbiasa dengan ulah sang suami berganti pakaian di depannya, to gak apa-apa buat Nisa mereka kan sudah sah menjadi pasangan suami istri.


"Mas mau Nisa buatin teh" tanya Nisa.


"Boleh sayang tapi gulanya dikit aja ya, mas gak suka terlalu manis, kan udah ada kamu yang manis" ucap Nicko menggoda sang istri.


Nisa keluar dari kamar dengan kedua pipi nya yang merona merah seperti tomat, entah kenapa setelah menikah suaminya itu jadi punya hobi suka menggoda dirinya.


Nisa membuatkan teh seperti yang di minta sang suami tidak banyak gula dan sangat pas di rasa oleh Nisa, Nisa kembali ke kamar dengan membawa segelas teh untuk sang suami.


"Mas ini teh nya" ucap Nisa

__ADS_1


"Makasih ya sayang, tehnya rasanya pas" ucap Nicko setelah menyeruput teh nya.


"Makasih mas" ucap Nisa


Dratt.. Delratt...


Suara getaran ponsel milik Nicko terus bergetar, pertanda kalau sebuah panggilan masuk dengan cepat Nicko mengambil ponselnya dan melihat si penelpon.


"Mommy" ucap Nicko.


"Angkat aja mas siapa tau penting" ucap Nisa, Nicko pun langsung menggeser tombol hijau dan suara sang putri melengking di indera pendengaran nya.


"Dad, kalian sedang apa, kenapa tidak pernah menelpon eyang lagi" tanya gadis kecil dari seberang sana.


"Maaf kan daddy sama mommy sayang, kan lagi proses bikin adek bayi buat kamu" ucap Nicko asal bicara.


"Memangnya membuat adek bayi gak bisa di ganggu ya dad" tanya Maura lagi.


"Tentu tidak sayang" jawab Nicko.


"Mas kamu ini ngomong apa sih" ucap Nisa berbisik.


"Hallo sayang nya mommy" ucap Nisa merebut ponsel dari sang suami, kalau di biarkan Nicko terus yang bicara bisa-bisa gawat.


"Mom, apa kalian sudah membuatkan aku adek bayi perempuan" tanya Ambar antusias.


"Baiklah mom, kalau begitu aku main lagi sama Maura ya" ucap Ambar, lalu sambungan telpon pun terputus.


"Sayang" panggil Nicko.


"Ada apa mas" jawab Nisa


Sepertinya kita harus menuruti keinginan putri kita, mas takut nya nanti dia kecewa kalau adik yang ia mau gak ke sampean" ucap Nicko menatap sang istri.


Nisa hanya diam tidak menghiraukan perkataan sang suami, tapi Nisa juga mikirnya seperti itu ia tidak mau putri kecilnya itu bersedih lagi.


Nicko yang melihat istrinya hanya diam pun berkata.


"Mas gak akan maksa buat minta hak mas kalau kamu belum siap kok" ucap Nicko, membuat Nisa merasa bersalah.


"Lakukanlah mas, aku juga tidak mau menjadi istri yang tidak berbakti pada suami" ucap Nisa, membuat sang suami tersenyum.


Nicko pun mulai menjalankan aksinya, ia tidak membuang kesempatan yang di berikan sang istri tercintanya itu.


******

__ADS_1


Seorang pria sedang mengendarai mobilnya di jalan raya mata nya tak sengaja melihat seorang wanita yang sedang di jarang oleh 3 orang preman.


"Hay cantik sendirian aja" ucap salah satu preman


Wanita itu melihat 3 orang preman yang menghadang nya dan tak memperdulikan mereka.


"Main sama kita yuk cantik" ucap preman yang satu nya lalu memegang tangan wanita itu yang tak lain adalah Sisi


"Lepas mau apa kalian" ucap Sisi ketakutan


"Kita-kita mau kamu" ucap ke 3 pria itu lalu tertawa bersama


"Tolong..." teriak Sisi


"Gak akan ada yang bisa nolongin kamu" ucap preman-preman itu


Sisi terus memberontak sampai tiba-tiba sala satu preman terjatuh.


Buhk..


Mereka semua melihat ke arah si pemukul adalah seorang pria yang tak lain adalah Leo.


"Gak usah ikut campur lu" ucap salah satu preman


Ke dua preman itu melawan Leo dan akhirnya terjadi saling pukul antara Leo dan ketiga preman itu.


Leo mulai ku alahan melawan mereka bertiga hinga Sisi berteriak minta tolong dan membuat tiga pria itu kabur begitu saja.


"Kamu gak papa" ucap Sisi kuatir


"Aku gak papa ko" jawab Leo


"Ayo aku bantu" ucap Sisi


Leo hanya menganggukkan kepalannya sebagai jawaban.


"Mau aku antar ke rumah sakit gak" ucap Sisi


"Gak usah lagian gak luka juga" ucap Leo


Sisi membantu Leo masuk ke dalam mobil pria itu, lalu mengambil kotak obat yang sudah di sediakan di dalam mobil.


Sisi mengobati wajah Leo yang memar kerena kena pukulan ketiga preman tadi, selesai mengobati wajah Leo, Leo mengantar Sisi pulang karena malam semakin larut.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf ya author beberapa hari ini gak up, maklum lagi suasana berduka๐Ÿ˜” *tapi hari ini aku usahain nulis.


Jangan lupa Like, Comen dan Vote nya ya man teman* ๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2