Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Part (Brian &Marvel ) Kecil


__ADS_3

Brian dan Marvel masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, sedangkan daddy Nicko duduk di kursi depan bersama Leo sang asisten.


"Sudah siap boy" tanya Nicko


"Iap dyy, iap ucel(siap dyy, siap uncle)" jawab ke duanya dengan semangat dan mobil pun berjalan keluar dari pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.


"Om Yeo adeh ela agi apa, dah alapan lum(om Leo adek Sheila lagi apa, udah sarapan belum)" tanya si kecil Brian.


"Om tinggal adek Sheila lagi makan Bria" ucap Leo.


"Enapa amu tanen ya ama adeh ela(kenapa kamu kangen ya sama adek Sheila)" tanya Marvel.


"Heemm,, tanen anet(hheemm, kangen banget)" ucap Brian.


"Amu yan abal ya(kamu yang sabar ya)" ucap Marvel menepuk punggung sohib nya.


Sedangkan ke dua pria dewasa yang duduk di kursi hanya tersenyum mendengar percakapan ke dua bocah kecil itu, karena buat mereka itu sangat mengemaskan.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, ke dua mata Brian tak sengaja melihat seorang kakek-kakek berdiri di dekat gerobak penjual bubur di atas trotoar.


"Om Yeo elti om(om Leo berhenti om)" ucap Brian.


Leo pun menepikan mobilnya tak jauh dari kakek itu, Nicko dan Leo menjadi heran kenapa putra nya minta berhenti.

__ADS_1


"Blian to lenti cih(Brian kok berhenti sih)" tanya Marvel


"Ia ental(iya bentar)" ucap Brian.


"Edyy, adeh inta uan don(daddy adek minta uang dong)" ucap Brian.


Nicko mengambil dompetnya dan memberi uang seratus ribu pada Leo, karena pikir Nicko anaknya itu ingin membeli bubur karena mobil berhenti tak jauh dari gerobak penjual bubur ayam.


"To taci om Yeo cih dyy(kok kasih om Leo sih dy)" ucap Brian.


"Biar om Leo saja yang beli yah boy" ucap Nicko.


"Adeh aja dy" ucap Brian.


Brian pun turun bersama sang daddy, Nicko mengandeng tangan putranya mendekati gerobak penjual.


"Dyy uan yaa ana(dyy, uang nya mana)" ucap Brian tampa banyak tanya Nicko langsung memberikan uang itu pada sang putra pikir Nicko hanya mau di pegang saja.


"To uan yaa uma atu cih dyy(kok uang nya cuma satu sih dy)" kata Brian


Nicko kembali memberi satu lembar 100 ribu lagi, Tiba di depan kakek itu, Brian menahan tangan sang daddy membuat Nicko heran.


"Akek, ni uan uat li atan ya(kakek ini uang buat beli makan ya)" ucap Brian memberikan uang 200 ribu ke tangan kakek itu.

__ADS_1


"Allhamdulilah Ya Allah,,, terimakasih ya nak, terimakasih pak, saya doakan semoga rezeki bapak lancar terus" ucap kakek itu.


"Ama-ama akek, alo ditu ita elgi ulu ya(sama-sama kakek, kalau gitu kita pergi dulu ya)" ucap Brian.


Sedangkan Nicko di buat bengong dengan apa yang barusan ia lihat, putranya yang ia kira mau beli bubur ternyata salah, malah ingin berbagi pada orang yang tak mampu.


"Yo dyy ita elgi(ayo daddy kita pergi)" ajak Brian, Nicko pun buyar dari lamunannya.


Sampai masuk ke dalam mobil pun Nicko belum bisa ngomong apa-apa, bahkan Leo pun di buat kagum oleh bocah kecil itu masih usia dini sudah berhati mulia.


"Lulus ni jadi calon mantu masa depan" ucap Leo dalam hati.


"Blian to amu acih uan ama akek itu(Brian kok kamu kasih uang sama kakek itu)" tanya Marvel


"Ita lus alim el agi Alvel, tan uan ita anyat tu maya edeka(kita harus saling berbagi Marvel, kan uang kita banyak itu namanya sedekah)" ucap Brian.


"Ooh ditu yak(ohh gitu ya)" ucap Marvel


Leo pun kembali menjalankan mobilnya menuju rumah sakit, di dalam mobil itu hanya ada suara celotehan ke dua bocah kecil itu.


Bersambung...


**Jangan lupa reader berbagi LIKE, KOMEN sama VOTE juga yaa...

__ADS_1


Udah puasa ke empat nih, semangat**....


__ADS_2