
Mendengar suara deru mobil berhenti di depan pintu utama, ketiga bocah kecil itu berlari keluar untuk menyambut kepulangan kaka nya.
"Assalamualaikum" ucap Ambar dan Maura.
"Waalaitum alam tata(wa'alaikumsalam kaka)" ucap ketiga bocah kecil itu.
Brian, Marvel dan Raffa mencium punggung tangan Ambar dan Maura, lalu mereka masuk ke dalam.
"Tata ita inta oneta tata yan ga epate ya(kaka kita minta boneka kaka yang gak ke pake ya)" ucap Brian.
"Buat apa dek" tanya Ambar.
"Uat asi ama anat anti yan elenpuan tata, tan atian alo uma anat aki-aki yan apat ainan obot ama obil ali atu(buat kasih sama anak panti yang perempuan kaka, kan kasian kalau cuma anak laki-laki yang dapat mainan robot sama mobil dari aku)" ucap Brian panjang lebar.
"Iya nanti kaka sama kak Maura pilihkan dulu ya" ucap Ambar.
"Ia tata eoatan ya(iya kaka cepatan ya)" ucap Brian yang mendapat anggukan dari ketiga bocah kecil itu.
Ambar dan Maura masuk kedalam kamar Ambar setelah mencium punggung tangan mom Nisa.
__ADS_1
Sedangkan ketiga bocah kecil itu duduk di ruang tengah sambil menunggu kakan ya datang membawa boneka.
"Bis ni ita te anti ya ama omy atu(bis ini kita ke panti ya sama mommy aku)" ajak Brian.
"Ia don ita au itut, tan ita au asi inan ama anat anti(iya dong kita mau ikut, kan kita mau kasi mainan sama anak panti)" ucap Marvel.
"Sayang mommy siapa-siap dulu ya" ucap Nisa keluar dari dapur.
"Ia myy" jawab Brian.
Tak lama kemudian Ambar dan Maura turun dengan membawa dua kardus sedang yang berisikan boneka-boneka milik Ambar.
"Ote iap tata tu yan antit(oke siap kaka ku yang cantik)" ucap Brian memberi hormat pada sang kaka.
"Yo Alvel, Laffa antuin atu awa oneta te obil(ayo Marvel, Raffa bantuin aku bawa boneka nya ke mobil)" ucap Brian.
Marvel dan Raffa membantu Brian untuk membawakan kardus boneka ke dalam bagasi mobil, dengan di bantu oleh pak sopir juga.
"Sudah siap ayo berangkat" ucap Nisa yang baru saja selesai bersiap.
__ADS_1
"Yo ita elgi etalan my(ayo kita pergi sekarang my)" ajak Brian.
Nisa dan ketiga bocah kecil itu masuk kedalam mobil, di susul oleh pak sopir mobil pun memutari halaman besar itu dan keluar dari pintu gerbang.
"Atu ga abal egen epat ampai anti(aku gak sabar pengen cepat sampai panti)" ucap Brian.
"Di anti ayat eman ya Blian(di panti banyak teman ya Brian)" tanya Raffa.
"Ia ayat anet, anti ita enalan ama eleta ya, acian ata unda anti eleta ga unya olan ua(iya banyak banget, nanti kita kenalan sama mereka ya, kasian kata bunda panti mereka gak punya orang tua)" ucap Brian dengan raut wajah sedih, karena sebelumnya ia pernah ke sana bersama daddy nya dan om Leo memberikan bantuan.
"Acian ya(kasian ya)" ucap Raffa.
"Atu tukul anet unya omy ama edy(aku bersyukur banget punya mommy dan daddy)" ucap Brian.
Nisa tersenyum mendengar perkataan ketiga bocah kecil itu, apalagi mendengar perkataan sang putra membuatnya merasa bersyukur memiliki putra putri yang berhati baik.
Bersambung...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
__ADS_1