
Si kecil Brian samar-samar melihat seseorang yang sedang berdiri di dekat mereka, sakin penasarannya Brian memaksa membuka kedua matanya.
"Edyy(daddy)" ucap Brian lirih karena masih merasakan kantuk.
Nicko memberi isyarat pada sang putra dengan meletakan jari telunjuknya di bibirnya pertanda jangan berisik dan si kecil Brian hanya mengangguk.
"Boy, kau bangunkan Marvel dan teman kalian" ucap Nicko pelan seperti berbisik.
"Alvel, Laffa anun, yo anun(Marvel, Raffa bangun ayo, bangun)" ucap Brian menepuk kedua bahu temannya.
Kedua bocah kecil yang masi terlelap itu merasa terusik oleh gangguan sang sohib, dengan terpaksa keduanya membuka mata mereka dan melihat sosok pria dewasa yang sedang berjongkok.
"Ucel Nit(uncle Nick)" ucap Marvel.
"Iam anan litit, anti om tu egal(diam jangan berisik, nanti om itu dengar)" ucap si kecil Brian dengan pelan.
"Ayo kalian ikut daddy keluar boy" ajak Nicko dan ketiga bocah kecil itu hanya mengangguk.
"Blian, om yaa agi idul tu(Brian, om nya lagi tidur tuh)" ucap Marvel menunjung kearah kedua preman yang sedang tertidur pules.
"Edy(daddy)" panggil Marvel melihat sang daddy.
Nicko mengajak mereka semua keluar dari rumah tua itu, tapi tiba-tiba Brian kembali mendekati preman itu dan berkata.
__ADS_1
"Om ita ulang ulu ya dah di emput ama edy, maaci atan ian yaa adi om(Om kita pulang dulu ya udah di jemput sama daddy, makasih makan siang nya tadi om)" ucap Brian kemudian kembali keluar karena mereka semua sudah menunggu.
Sedangkan ketiga pria dewasa itu menggeleng kepala melihat tingkah si kecil Brian, kalau sampai preman itu bangun bisa berabe urusannya, bukan takut berantem hanya saja kalau bisa membawa pulang ketiga bocah itu dengan diam-diam kenapa tidak.
Mereka semua masuk kedalam mobil, dan Leo kembali mengendarai mobil itu.
"Boy kau tidak apa-apa mommy mu sangat mengkhawatirkan mu" ucap Erik mengelus kepala sang putra.
"Atu ga pa pa edy(aku gak papa deddy)" jawab Marvel.
"Laffa enalin nih edy atu, an nih ucel atu edy yaa Blian an tuh om Yeo papa yaa ade ela(Raffa kenalin ini deddy aku, dan ini uncle aku daddy nya Brian dan itu om Leo papa nya adek Sheila)" ucap Marvel menjelaskan.
"Ama atu Laffa om(nama aku Raffa om)" ucap Raffa.
"Maacih ya om dah au olonin Laffa uga(makasih ya om udah mau nolongin Raffa juga)" ucap Raffa.
"Iya sama-sama Rafa" ucap Nicko mengelus kepala bocah itu.
Mobil berjalan laju di jalan yang sepi hanya ada pohon-pohon yang ada di kiri dan kanan, ketiga bocah kecil itu berceloteh tentang pesawat milik Brian yang hancur itu.
"Edyy tawat atu usat nih(daddy pesawat aku rusak nih)" ucap Brian menunjuk pesawat miliknya.
"Nanti daddy belikan yang baru ya" ucap Nicko.
__ADS_1
"Ia dyy(iya daddy)" ucap Brian.
☘☘☘☘
Sementara itu di salah satu rumah tua di pinggiran jalan, terlihat kedua preman itu baru saja bangun tidur dan melihat jam sudah menunjukan pukul 3 sore, keduanya masuk ke ruangan di mana ketiga bocah itu berada.
Clekk...
Kedua preman ini melihat ruangan kosong, tak ada seorang pun di sana keduanya saling pandang.
"Kemana anak-anak itu" tanya salah satunya.
"Tadi mereka ada di sini pas kita tidur, apa mereka kabur" ucap preman yang satu.
"Ayo kita cari mereka, mungkin saja mereka belum jauh dari sini" ucap preman yang satu.
Keduanya pun pergi untuk mencari ketiga bocah kecil yang menghilang itu, keduanya taku kalau mereka tersesat di hutan apa lagi hari sudah mulai sore.
Bersambung....
**Jangan Like, Komen sama Vote ya...
Maaf ya thor gak bisa up tiap hari guys, maklum udah mau dekat lebaran banyak kesibukan☺**
__ADS_1