
Nicko dan Leo melangkah masuk ke dalam lift, yang akan membawa mereka turun ke lantai bawa.
Ting...
Nicko dan Leo keluar dari dalam lift dan masuk ke dalam mobil milik Nicko, Leo mengemudikan mobilnya menuju restoran xx untuk bertemu klian baru.
30 menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Leo memasuki parkiran sebuah restoran, Nicko dan Leo turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam restoran itu, seorang pelayan datang menyambut mereka dengan sopan.
Pelayan itu mengajak Nicko dan Leo menuju ruang VVIP yang sudah di siapkan untuk rapat kerja sama mereka.
"Silahkan masuk pak" ucap pelayan itu sopan setelah membukakan pintu ruang VVIP
"Terimakasih" ucap Leo
"Sama-sama" pelayan
Nicko dan Leo melangkah masuk, terlihat sudah ada dua orang pria yang menunggu mereka di dalam sana bersama menu-menu makan siang.
"Maaf menunggu lama pa Josua" ucap Nicko berjabat tangan
"Tidak masalah pak Nicko" ucap Josua membalas menjabat tangan Nicko
__ADS_1
"Perkenalkan ini Leo asisten pribadi saya" ucap Nicko memperkenalkan Leo
"Kenalkan juga ini Adit sekertaris saya" ucap Josua
Mereka berempat saling berjabat tangan, Josua mempersilahkan Nicko dan Leo duduk, sebelum rapatnya di mulai. Keempat nya sepakan untuk makan siang terlebih dahulu, karena jam sudah menunjukan jam makan siang.
Selesai makan siang, mereka memulai rapat kerja sama, yang di pimpin langsung oleh Nicko. Setelah sepakat, ke dua perusahaan besar itu kini sudah menjalin kerja sama.
Rapat kerja sama selesai, setelah itu mereka mengobrol tentang kerjaan dan tentang kepribadian masing-masing.
******
Seorang dokter tampan saat ini sedang uring-uringan di ruangannya, bagaiman tidak sudah setahun ini ia mengejar-ngejar gadis cerewet yang dulunya selalu menganggu hidup nya.
Vero merai ponselnya, lalu mengetik sebuah pesan lalu mengirimnya entah sama siapa, setelah pesan sukses terkirim Vero tersenyum licik.
Di sisi lain, Gita yang mendapat tugas untuk mengantarkan berkas ke ruangan dokter Vero menjadi kesal, bagai mana tidak ini pasti akal-akalan dokter Vero, Biar bisa bertemu dengannya.
Gita melangkah kesal menuju ruangan dokter Vero, sudah setahun ini dokter Vero terus saja mengejarnya.
Tok..Tok....
__ADS_1
Setelah mendapat sahutan dari dalam, Gita membuka pintu lalu masuk, di lihatnya dokter Vero sedang membaca sebuah berkas.
"Permisi dok, saya mau mengantarkan berkas ini" ucap Gita
Vero mendongakkan kepalanya melihat gadis mungil yang berdiri di hadapan meja nya, bukan nya menjawab Vero malahan berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Gita. Gita yang melihat Dokter Vero mendekatinya, membuat nya mundur ke belakang.
"Maaf dok, saya cuma mau mengantarkan berkas ini, saya permisi dulu" ucap Gita gugup karena melihat tatapan intens dokter tampan itu.
Gita bersiap-siap akan berbalik, dengan cepat dokter Vero mencekal tangan nya, membuat Gita berbalik dan menabrak dada bidang dokter Vero. Cukup lama mereka berdua dengan posisi seperti itu, sampai Gita melepas paska pelukan itu.
Cukup lama kedua nya saling diam, sampai dokter Vero memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Kenapa kau selalu menghindari ku" ucap dokter Vero memandang wajah Gita
"Bukannya dokter sendiri yang meminta saya untuk tidak menganggu dokter lagi" jawab Gita
Dokter Vero diam membisu, menatap wajah gadis yang selalu membuat nya frustasi setiap hari itu.
"Maaf.." hanya satu kata itu yang keluar dari mulut dokter Vero
"Saya permisi dulu" ucap Gita hendak berbalik tapi dengan cepat dokter Vero memeluknya dengan erat tampa memperdulikan Gita yang memberontak meminta untuk di lepaskan.
__ADS_1
Gita yang sudah lelah memberontak, membiarkan dokter Vero untuk memeluknya, percuma juga ia melawan, Vero memeluk Gita cukup lama, menghirup wangi rambut gadis yang selalu membuatnya uring-uringan itu.
Bersambung....