
Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi, tapi beby Brian masih setia bersama sang daddy, terdengar suara ponsel milik Nicko berbunyi. Nicko melihat si penelpon tak lain adalah Leo sang asisten.
"Ada apa Leo" tanya Nicko setelah panggilan telpon dari asistennya di angkat olehnya.
"Maaf menganggu bos, ada rapat bersama klien yang tidak bisa di wakilkan" ucap Leo dari seberang sana
"30 menit lagi saya sampai" ucap Nicko
"Baik bos" jawab Leo
Nicko memanggil sang istri untuk bersiap-siap untuk ikut bersama dengannya ke kantor, Nisa mengikuti apa yang di katakan oleh sang suami. Tak lupa juga Nisa menggantikan pakaian beby Brian, masi sama halnya beby Brian kembali menangis saat sang mommy menggantikan pakaiannya dan dengan cepat Nicko mengendong nya.
Nicko dan Nisa bersama beby Brian berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman depan, sang sopir langsung membukakan pintu mobil untuk majikan nya, mobil pun meninggalkan halaman rumah Nicko.
30 menit kemudian, mobil yang di naikin Nicko bersama istri dan sang putra tiba di lobi kantor, pak sopir dengan cepat membukakan pintu untuk Nicko dan Nisa. Nicko mengandeng tangan istrinya dan satu tangannya untuk mengendong sang putra, semua mata karyawan yang berlalu lalang di lantai dasar melihat sang CEO tenga mengendong sang putra.
Terdengar suara bising-bising dari para karyawan, membicarakan bos mereka yang sedang mengendong sang putra, ada yang terang-terangan berkumpul untuk bergosip.
Nicko mengajak sang istri memasuki lift khusus CEO, lift itu membawa mereka ke lantai atas, di mana ruangan Nicko berada.
__ADS_1
Ting...
Suara pintu lift terbuka, pertanda mereka sudah tiba di lantai tujuan, sebelah tangan Nicko masi setia mengandeng tangan sang istri. Nicko mengajak sang istri beserta sang putra masuk ke ruangannya dan menuntun duduk di sofa ruangan itu.
Tok.. Tok....
"Masuk" ucap Nicko
Tak lama kemudian pintu ruangan Nicko terbuka, nampak lah Leo yang melangkah masuk mendekati sang bos.
"Boss, 5 menit lagi rapat di mulai" ucap Leo
"Baik bos" ucap Leo, lalu undur diri
Sepeninggalan Leo, Nicko duduk di dekat sang istri memberikan beby Brian yang ada di gendongan nya.
Ooeekk.... Oooeeekkk...
Tangisan beby Brian kembali megemaang di ruangan Nicko, membuat Nicko kembali mengendong sang putra lagi, Nicko melihat jam yang melingkar di lengan nya 3 menit lagi rapat di mulai.
__ADS_1
"Sayang, mas sama adek ke ruangan rapat ya" ucap Nicko, memutuskan untuk membawa sang putra
"Tapi nanti mas jadi repot" ucap Nisa merasa bersalah
"Udah mas, gak papa ko sayang, mas malahan senang bisa kenalin adek sama rekan-rekan bisnis mas" jawab Nicko
"Sayang, gak papa kan mas tinggal" tanya Nicko
"Iya Nisa gak papa ko mas, nanti panggil Nisa ya mas kalau adek nangis" ucap Nisa
Nicko mencium kening sang istri, lalu meninggalkan Nisa sendiri di ruangannya, Nicko melangkah keluar dari ruangannya dengan beby Brian yang berada di gendongannya. Nicko melangkah memasuki ruangan rapat.
Cceellkk...
Pintu ruangan rapat terbuka, semua mata yang duduk menempati kursi yang sudah tersedia, melihat ke arah pintu di mana sang CEO Wijaya Group, memasuki ruangan rapat dengan mengendong sang putra, dan semua mata tertuju pada pemandangan yang menurut mereka langkah.
Dengan santai nya Nicko melangkah menuju kursi yang sudah di siapkan khusus untuk CEO.
Bersambung....
__ADS_1
Like, Komen sama Vote nya yah guys. Terimakasih๐๐๐๐