Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Otw Jemput Istri


__ADS_3

Setelah melamar Gita sang kekasih seminggu yang lalu, sore ini Vero mengajak sang kekasih berkunjung ke rumah Nicko.


Mobil yang di naikin ke dua nya kini memasuki halaman rumah Nicko, Vero mempersilahkan Gita turun setelah ia membukakan pintu mobil.


Ke duanya melangkah masuk ke dalam setelah ART membukakan pintu untuk mereka berdua.


Nisa yang melihat Vero dan Gita, langsung menyambut nya dengan senang, apa lagi Gita, Nisa sudah begitu akrap dengan gadis mungil itu. Sudah beberapa kali Vero mengajak Gita ke rumah sepupunya itu.


"Mbak.." panggil Gita langsung memeluk Nisa


Nisa membalas pelukan Gita, sedangkan Vero melangkah duduk di sofa ruang tamu tampa memperdulikan dua wanita itu, Vero melihat Nicko yang menuruni anak tangga bersama putrinya Ambar.


"Hay om Vero" ucap Ambar berlari ke Vero


"Hay sayang, kamu makin cantik aja" ucap Vero mencium pipi cabi Ambar


"Hihihi.. Makasih om" jawab Ambar


"Sama-sama cantik" ucap Vero


Nicko duduk di salah satu sofa di depan Vero, lalu di ikuti oleh Nisa dan Gita bergabung bersama mereka, Ambar beralih turun dari pangkuan Vero, mendekati Gita.


"Tante Git" panggil Ambar


"Ya sayang ada apa" tanya Gita

__ADS_1


"Tante Git, makin cantik aja" ucap Ambar


"Makasih sayang, kamu juga makin cantik" ucap Gita mencium pipi Ambar


Semuanya tertawa, melihat tingkah Ambar.


"Tumben loh ke sini ada apa" tanya Nicko


"Gue mau nganter undangan, nih" ucap Vero memberikan satu buah undangan untuk Nicko


"Wah langsung nikah nih" ucap Nicko


"Yoi dong, gue gitu loh" ucap Vero dengan bangga


"Selamat ya Git, ucap Nisa pada Gita


"Kok cepat banget, loh gak macam-macam anak gadis orang kan" ucap Nicko berbisik di telinga Vero


"Gila loh, hah gak lah, malahan gue mau cepat-cepat Nikah biar bisa bikin dedek bayi yang lucu" ucap Vero balas berbisik di telinga. Nicko


"Mas, kalian bisik-bisik apa sih" ucap Nisa menatap ke dua pria yang duduk saling bisik


"Rahasia para lelaki sayang" ucap Nicko, yang hanya mendapatkan gelengan kepala oleh sang istri.


******

__ADS_1


Ke dua pria blasteran Amerika kini menaiki anak tangga kapal, kacamata hitam tak lepas dari hidung mancung kedua nya.


Alex melihat sekeliling mereka, ranjang-ranjang yang sudah ada penghuni nya.


"Jer, di mana ranjang kita" Alex bertanya pada Jeri


"Di atas tuan" ucap Jeri


Ke duanya menaiki tangga menuju kamar mereka yang ada di tingkat tiga. Setibanya di atas, Jeri merogoh kunci kamar dari saku jaket hitam nya, lalu pintu kamar terbuka.


Alex menatap isi kamar yang sangat kecil, dengan dua kasur kecil yang hanya muat untuk satu orang saja.


"Jer, ini beneran kita tidur di sini" ucap Alex


"Iya tuan" jawab Jeri


"Apa tidak ada kamar yang lebih bagus dan ada AC nya" tanya Alex lagi


"Tidak ada tuan, hanya ada kamar ini, dan ranjang umum seperti kita lewati tadi" ucap Jeri


Mau tidak mau Alex terpaksa tidur di kasur yang kecil itu, beruntungnya ada kipas angin yang menggantung di kamar itu, Alex melepaskan kacamata hitamnya, dan jaket kulit miliknya, lalu berbaring di atas kasur kecil yang hampir saja tidak muat untuk ukuran badannya.


Kalau bukan karena mau menjemput sang istri tercintanya, tentu Alex akan berpikir dua kali untuk naik kapal laut, Otw Jemput Istri.


Jeri ikut merebahkan badannya di kasur kecil yang bersebelahan dengan tuannya, tak lama kemudian, terdengar pengumuman bahwa kapal akan segera berangkat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2