
Mobil yang di kendarai oleh pak sopir pung berhenti tepat di pinggir jalan, di mana di depan sana terdapat rumah kontrakan yang tidak terlalu besar.
"Ini rumah kamu ya Tio" tanya Marvel.
"Iya nih rumah aku" jawab Tio.
"Brian, Marvel aku turun dulu ya, makasih uda nganterin aku, tante Tio turun ya makasih tante" ucap Tio.
"Iya sayang sama-sama" jawab mommy Nisa sambil tersenyum.
Brian dan Marvel tak lupa melambai tangan setelah mobil kembali berjalan, lalu Tio pun masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum bu" ucap Tio.
"Wa'alaikumsalam nak, kamu sudah pulang" tanya Ibu Tio.
"Iya bu, Tio di anter sama mobil oleh temannya Tio bu" ucap Tio sambil mencium punggung tangan sang Ibu.
"Teman" ulang Ibu Tio, karena ibu Tio tau tak ada yang mau berteman dengan sang putra karena Tio orang susah.
"Iya bu nama nya Brian sama Marvel, mereka anak orang kaya bu, mereka juga suka kasi roti sama Tio di sekolah suka belain Tio juga kalau lagi di ganggu sama teman kelas Tio" ucap Tio dengan senang.
Ibu Tio membawa sang putra ke dalam pelukannya, ia sangat bersyukur masih ada yang mau berteman sama putranya.
"Ya udah sekarang Tio ganti baju ya, ibu udah masakin makanan kesukaan Tio" ucap Ibu, yang di anggukan oleh sang putra.
ββββ
__ADS_1
Sementara itu di dalam mobil, Brian dan Marvel masi terlihat asik bercakap-cakap, sedangkan di kursi depan celotehan Sheila juga tak mau diam.
"Tata adi eman tata ya(kaka tadi teman kaka ya)" tanya Sheila.
"Iya dek nama nya Tio" ucap Brian.
"Tata Io olan yaa ait ya(kaka Tio orang nya baik ya)" ucap Sheila.
"Iya dek" jawab Brian.
Brian dan Marvel melihat arah luar, ini bukan jalan pulang melainkan jalan ke kantor sang daddy.
"Mom, kita ke kantor daddy" tanya Brian.
"Iya sayang, kita mampir gak papa kan" tanya Nisa.
"Iya my gak papa kok" ucap Brian.
"Ayo sayang turun, pelan-pelan nanti jatuh" ucap mom Nisa setelah mobil sampai di lobby.
Mom Nisa turun bersama Sheila, di susul oleh Brian dan Marvel, para karyawan menyapa Nisa dengan hormat setelah berjalan di lantai dasar.
Ketiganya masuk ke dalam lift khusus yang akan membawa mereka ke lantai di mana ruangan sang CEO berada.
"My, anti ela atalan etemu papa don(my, nanti Sheila bakalan ketemu papa dong)" ucap gadis kecil yang ada di gandengan tangan Nisa.
"Iya sayang" jawab Nisa.
__ADS_1
Ting....
Pintu lift terbuka, mereka semua keluar dari dalam lift dan langsung menuju ruangan Nicko, sekertaris Nicko menyapa ramah istri dari atasannya itu.
"Daddyyyy" panggil Brian setelah pintu terbuka.
Nicko yang sedang fokus pada lap top nya pun melihat ke arah pintu yang terbuka, di sana ia melihat sang istri, Brian, Marvel dan juga si kecil Sheila yang lucu dan mengemaskan.
"Sayang" ucap Nicko berdiri dari kursi kebesarannya.
"Maaf ya mas Nisa gak bilang mas mau datang" ucap Nisa.
"Gak papa sayang, mas senang kalian datang" ucap Nicko mencium kening sang istri.
"Hay boy, bagaimana sekolah kalian hari ini" tanya Nicko pada dua bocah laki-laki yang masi mengenakan seragam sekolah.
"Seru dad, kita juga punya teman baru lagi iya kan Marvel" ucap Brian.
"Iya uncle" jawab Brian.
"Kalian pasti belum makan siang kan, kita makan siang di sini ya biar mas pesan online dulu" ucap Nicko.
Nisa dan para bocil pun duduk di sofa yang ada di ruangan Nicko sambil menunggu pesanan makan siang mereka datang.
Bersambung....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya,, hadiahnya juga kalau bolehπ€
__ADS_1
Aku mau ngucapin makasih nih, buat yang udah dukung aku sampai saat ini, komen kalian bikin semangat aku, Novel ini akan segera tamat beberapa hari lagi, sedih ya tapi tenang author akan hadirin semuanya pemain sahabat Brian dan Marvel di cerita si kembar dan juga cerita Brian & Sheila, tapi dalam versi dewasa ya.
Nanti ada Raffa, Tio, Rasya, Ilham bakalan ada di cerita si kembar dan Brian dan Sheila, setelah novel ini Tamat author mau lanjut nulis cerita si kembar dan cerita Jovian dan Maura, untuk Brian dan Sheila nanti ya sabarπππ***