
"To alian iat atu cih(kok kalian liat aku sih)" tanya Raffa karena di tatap oleh kedua sohibnya.
"Afel amu enat ga(wafer kamu enak gak)" tanya Brian.
"Enat don tan awel cokat (enak dong kan wafer coklat)" jawab Raffa asik memakan wafernya.
"Atu ole oba ga(aku boleh coba gak)" tanya Brian.
"Ole don ni, Alvel uga alo au oba ni(boleh dong nih, Marvel juga kalau mau coba nih)" ucap Raffa menawarkan.
Brian dan Marvel pun mengambil wafer yang di sodorkan oleh Raffa, kemudian mencobanya.
"Wah ni enat anet aku uka(wah ini enak banget aku suka)" ucap Brian.
"Hheemm, aku uga uka, atu ole bil agi ga Laffa(hheemm, aku juga suka, aku boleh ambil lagi gak Raffa)" ucap Marvel.
"Ole bil aja, ni tan unya ita(boleh ambil aja, ini kan punya kita)" ucap Raffa.
Ketiga bocah kecil itu pun saling berbagi cemilan, hal itu tak luput dari pandangan Nicko yang sedang duduk di kursi kebesaran.
Senyum terbit di bibir pria tampan itu melihat kebersamaan ketiga bocah kecil itu.
"Assalamualaikum" ucap seorang wanita yang ada di depan pintu.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam sayang" jawab Nicko berdiri dari kursi kerjanya untuk menyambut kedatangan sang istri.
"Omyyyyy(mommyy)" panggil Brian.
Nicko menuntun sang istri untuk duduk di sofa bersama ketiga bocah kecil itu, sebelum memulai kerjanya tadi Nicko sudah mengirim pesan pada sang istri untuk menjemput ketiga bocah kecil itu, takutnya kabur lagi.
"Heyy, lagi makan apa sayang" tanya Nisa.
"Agi atan milan oty(lagi makan cemilan aunty)" jawab Marvel sambil memakan wafernya.
"Omy to te tandol ci(mommy kok ke kantor sih)" tanya Brian di selah memakan wafernya.
"Iya mommy mau jemput kalian, sekalian kita jemput kaka" ucap Nisa.
"Ga isa ain tantol-tantol agi de(gak bisa main kantor-kantor lagi deh)" ucap Marvel.
Sedangkan Nisa dan Nicko hanya tersenyum mendengar perkataan ketiga bocah kecil itu yang ter dengar sangat lucu.
"Kasian loh adek Sheila di rumah sama tante Sisi" ucap Nisa, karena ia meninggalkan sang sahabat bersama beby nya di kediaman mereka.
"Ya uda de ita ulang(ya udah deh kita pulang)" ucap Brian.
Nisa melihat jam mungil yang melingkar di lengan kecilnya, sudah menunjukan pukul 11 siang pertanda kalau sebentar lagi kedua putrinya akan segera pulang sekolah.
__ADS_1
"Mas, kita pamit ya gak lama lagi kaka pulang sekolah" ucap Nisa.
"Iya sayang bilang pak sopir nyetirnya pelan-pelan ya" ucap Nicko mencium kening sang istri, tak bisa cium yang lain karena ada tiga bocah kecil di sana.
"Iya mas" ucap Nisa tersenyum manis.
"Edyy ita ulang ulu ya acian atal atu di umah(daddy kita pulang dulu ya kasian pacar aku di rumah)" ucap Brian membuat Nicko dan Nisa saling pandang.
"Oke boy" ucap Nicko.
"Ayo anak-anak kita pulang" ajak Nisa.
Nisa dan ketiga bocah kecil itu pun keluar dari ruangan Nicko, kemudian berjalan masuk ke dalam lift khusus CEO, tidak lupa ketiganya kembali memakai kacamata hitam dan tas ransel kecil milik mereka menggantung di punggung kecil mereka.
Bersambung...
**Like
Komen
Vote
Buat yang komen minta cerita Gilang dan Ambar udah ada di novel yang satu ya, bisa di liat di profil ku.
__ADS_1
Satu lagi Ambar dan Gilang tidak bertemu saat kecil ya, nanti ketemu dewasa**.